logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support
Close x
Untitled Document
Dapatkan update menarik dari
Silahkan masukkan data Anda di bawah
Dapatkan:
Motivasi, Cerita Lucu, Survey Berhadiah Puluhan Juta Rupiah,
Tips Bisnis, Self Help dan Weekly Deals!
Nama Anda :
Email :
Kota / Provinsi :
   

AnneAhira.com    Hiburan    Film    Artikel Umum Film    Film Semi

Film Semi - Ilusi Monokrom Seksual

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Film semi menjadi salah satu jenis film yang harus diakui cukup banyak digemari. Hal-hal yang berbau esek-esek memang akan menarik perhatian siapapun. Menonton film semi atau film-film “nakal” bahkan menjadi “hiburan” sekaligus “lelucon” dikalangan masyarakat khususnya kaum muda itu sendiri.

Meskipun terselubung, keberadaan film semi atau porno di Indonesia ataupun negara-negara lainnya tetap eksis. Tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa film semi atau film porno merupakan film sepanjang masa yang tidak mungkin akan lekang oleh zaman. Film semi atau porno adalah film-film peka zaman.

Kehadiran film porno atau film semi memang menjadi sebuah fenomena sosial di masyarakat. Kebutuhan manusia terhadap seks memang sudah merupakan naluri. Tidak bisa ditawar atau digantikan oleh apapun. Pemenuhan kebutuhan manusia terhadap hal yang satu itupun akhirnya menjadi sebuah "bisnis" yang menguntungkan.

Maraknya prostitusi terselubung serta industri film yang memproduksi film-film porno atau film semi menjadi dua bisnis terkenal yang datang dari dunia esek-esek tersebut. Kedua bisnis tersebut rasanya tidak akan pernah habis dimakan zaman. Hal ini menjadi sebuah fenomena sosial yang sebenarnya cukup memrihatinkan.

Membicarakan film porno atau film semi berarti juga membicarakan etika yang berlaku di masyarakat. Sebuah hal yang sudah menjadi rahasia umum di masyarakat tetapi juga sekaligus memiliki nilai ketabuan yang masih dangat tinggi. Terlebih jika hal ini dikaitkan dengan kehidupan masyarakat di Indonesia.

Film Semi dan Kemajuan Teknologi Informasi

Sekitar era 90-an, internet belum menjamur. Kala itu, CD film masih digandrungi dan belum semua orang belum memiliki CD player. Rental-rental CD banyak bertebaran dan menyewakan CD player plus filmnya. Tarifnya cukup murah dan terjangkau. Tentu saja, CD film yang dipinjam bergenre  XXX (tripel X) alias film porno full bukan film semi.

Sepuluh tahun kemudian, internet sudah mulai menjamur. Namun, belum ada postingan video online. Pengguna internet masih menggunakan internet sebagai sarana chatting. Tahun bergulir, inovasi teknologi internet terus berkembang dan semakin canggih, CD/DVD film mulai ditinggalkan. Kini, hampir bisa dipastikan akses film-film semi atau porno bersumber langsung dari internet yang kemudian diunduh ke ponsel dan gadget.

Percayalah situs-situs porno di internet kisarannya hanya 20%. Situs porno tersebut menawarkan variasi film panas, baik film semi porno ataupun film full porno. Tetapi, karena situs tersebut setiap harinya paling banyak diakses (diunggah dan diunduh) maka seolah-olah internet isinya porno melulu. Padahal, masih banyak hal-hal yang mendatangkan manfaat dari internet.

Film Semi dan Kategori Film

Ada baiknya kita lihat tingkatan kategori film yang sudah menjurus ke arah pornografi dan porno aksi. Hal ini perlu kita pelajari. Sebab, di Indonesia, meskipun mewarisi budaya Timur, tetapi seperti tidak berbudaya. Bahkan, celakanya setiap orang merasa bahwa pornografi bukan masalah sosial.  Dan Anda akan mengetahui berada di kategori apakah film semi.

1. Kategori Film Semi - G (General Audience)

Kategori film ini diperbolehkan ditonton untuk semua usia. Tidak ada adegan telanjang, apalagi adegan syur. Dalam film tersebut tidak ada penggunaan obat-obatan terlarang, kekerasan, dan penggunaan bahasanya harus santun.

2. Kategori Film Semi - PG (Parental Guidance Suggested)

Sebagian isi film kategori ini kurang tepat bagi pemirsa cilik, anak-anak. Sebab, menyiratkan unsur kekerasan ringan, semi-telanjang, bertema seksual, humor kasar, dan samar tersirat penggunaan obat-obatan.

3. Kategori Film Semi - PG-13 (Parents Strongly Cationed)

Film kategori ini mengandung adegan kurang pantas untuk anak-anak di bawah 13 tahun, sejumlah kecil adegan telanjang eksplisit, kekerasaan, penyiksaan, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

4. Kategori Film Semi - R (Restricted)

Anak-anak di bawah 17 tahun ketika menonton film kategori ini  harus didampingi orangtua. Film kategori ini mengandung bahasa yang kasar, kandungan seksual, kekerasan, penyiksaan, penggunaan obat-obatan terlarang

5. Kategori Film Semi - NC-17 (No one 17 and under admitted)

Khusus pemirsa dewasa. Mengandung isi seksual yang sangat kuat (memperlihatkan alat kelamin), bahasa kasar, telanjang, penyiksaan,  kekerasaan, serta penggunaan narkoba terang-terangan. Berdasarkan ciri-cirinya, film semi dan film full porno termasuk dalam kategori film ini.

Dari sini kita bisa membedakan dan memilah mana film yang pantas ditonton. Tetapi, ada juga film-film yang memang khusus dan kental kandungan seksual dan bahkan mendominasi karena memang sengaja dibuat bukan untuk estetika artistik film melainkan untuk memancing libido seksual penonton atau biasa kita sebut film biru (blue film-BF). Film semi atau film porno juga dikenal dengan istilah film biru atau blue film.

Apa itu Film Semi?

Film semi merupakan film dewasa, dan memang hanya boleh ditonton oleh mereka yang sudah dewasa secara fisik maupun mental. Film dewasa secara umum terbagi menjadi dua: tidak memperlihatkan adegan penetrasi (senggama) dan yang terang-terangan memperlihatkan adegan penetrasi disertai ejakulasi.

Film semi biasanya mengandung jalan cerita (plot naskah) setting latar belakang tokoh dan sebagainya layaknya film pada umumnya. Tetapi, dibumbui dengan adegan seks. Walaupun telanjang, tetap tidak ditunjukkan adegan senggama.

Di mana pun di seluruh dunia, film-film dewasa, termasuk film semi sudah pasti tidak boleh beredar di Cineplex, MegaBlitz, Bioskop 21.

Film-film Indonesia yang bergenre horor dan porno cenderung disisipi unsur film semi. Meskipun sebenarnya, film-film horor di Indonesia tidak seberani itu. Film horor di Indonesia sepertinya masih cukup taat pada peraturan tidak tertulis yang ada dimasyarakat mengenai tata krama, sehingga adegan telanjang bulat bisa dihindarkan.

Akibat Sering Menonton Film Semi

Film semi atau porno ibarat candu yang bisa membuat siapapun ketagihan untuk menyaksikannya kembali. Jika hal itu dilakukan terus menerus tanpa mengenal batasan waktu, film semi bisa memberikan dampak yang tidak baik. Berikut ini adalah beberapa akibat dari seringnya menyaksikan film semi atau porno.

  • Memicu terjadinya kepribadian ganda
  • Tidak mampu berkonsentrasi
  • Lemah dalam menganilisis suatu persoalan, karena panjang angan-angan dan lamunan seks yang berlebihan dapat melumpuhkan akal pikiran. 
  • Memicu kecanduan seks dan berniat melampiaskan syahwat. Baik melalui onani, masturbasi, atau bercinta dengan pasangan.
  • Apabila sudah kecanduan seks dan tidak bisa dikendalikan, seseorang tidak peduli lagi “media seksnya”. Itu sebabnya, kita sering mendengar orang bisa berhubungan dengan sesama jenis, dengan anak di bawah umur, dengan alat bantu seks, bahkan dengan binatang.

Menurut penelitian, setiap orang yang pernah menonton film semi atau porno dipastikan ingin menonton lagi dan mencoba semua imajinasinya. Ia menonton lebih karena penasaran, kesepian, terlalu lama sendirian, membunuh waktu, dan tidak memiliki aktivitas. Menonton film semi atau porno bahkan seolah dibenarkan dengan dalih belajar. Terutama bagi mereka yang akan menikah atau pengantin baru.

Mulai sekarang, beranikanlah diri dan terjanglah rasa takut. Berubahlah dan stop nonton film semi dan film porno! Mulailah belajar, bekerja, dan mencintai pasangan yang sah. Penuhi hari-hari Anda dengan kegiatan yang lebih berguna, agar pikiran Anda tidak hanya terfokus pada hal-hal seperti itu. Jika Anda tidak kuat menahan syahwat, menikahlah.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Movie: Proses Produksi Film Animasi Lilo & Stitch
  • Berbagai Jenis Film yang Patut Ditonton
  • Upin Ipin, Hiburan Malaysia Paling Diminati
  • Pilah Pilih Jadwal Film di Bioskop
  • Download Film Horor Rin Sakuragi
  • Kisah Cinta dalam Film Inggris Klasik Pride and Prejudice
  • Fakta Film yang Menarik untuk Diketahui
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA