Majalah Film di Indonesia
Penggemar film tentu saja membutuhkan bahan bacaan yang dapat membantu mereka mengetahui film baru yang akan diputar di bioskop, resensi film, serta seluk-beluk tentang film baru.
Setiap majalah atau koran, biasanya memiliki rubrik tersendiri yang khusus membahas review film baru sesuai segmen pembacanya. Hanya, tentu saja rubrik ini terbatas. Belum memuaskan keingintahuan penggemar film.
Banyak penggemar film memilih membuka situs-situs khusus membahas film yang bertebaran di dunia maya. Ada pula official site dari perusahaan pembuat filmnya.
Namun, kendalanya seringkali Anda terbentur masalah bahasa. Rata-rata situs film menggunakan bahasa Inggris. Belum lagi, membuka situs perusahaan film satu-persatu untuk tahu informasi film terbaru produksi mereka juga cukup ribet.
Nah, jika hal itu menjadi pangkal soalnya, sebagai solusinya, kita bisa melihat ulasan aneka film di majalah Flick, yang mengaku sebagai majalah film digital pertama di Indonesia.
Majalah film ini dibentuk oleh sekelompok penggila film di Indonesia yaitu Titis Sapto, Fathoni Arrozi, Fariz Budiman, Rizqi Noorhusaga dan Yuwanto Joe pada awal tahun 2009. Uniknya, mereka bukan menggunakan situs online atau mencetak majalahnya secara konvensional.
Media majalah baru ini menggunakan CD interaktif yang bisa diunduh secara gratis di http://www.flickmagazine.net, setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Isi majalahnya pun menarik terdapat layanan interaktif bagi pembaca. Ada trailer film, sajian musik di halaman ulasan musik soundtrack film, ada pula agenda kegiatan film lengkap dan lain sebagainya. Bahkan, Kita bisa terhubung langsung dengan situs yang dituju jika mengklik link yang tersedia pada halaman-halaman majalah.
Tertarik mencobanya?
Majalah Film Konvensional
Namun, buat yang lebih suka membaca media konvensional, jangan khawatir ketinggalan berita terbaru tentang film. Anda bisa membeli majalah-majalah film yang terbit di Indonesia.
Sebut saja, Majalah Cinemags. Majalah terbitan Bandung ini adalah majalah film tertua di Indonesia. Penggemarnya juga banyak.
Penampilannya cukup eksklusif dan sering memberi bonus menarik berupa poster film baru, pembatas, buku, gantungan kunci, DVD trailer film baru, merchandise film besar seperti cincin Lord of The Ring, tongkat sihir Harry Potter, dan sebagainya. Cinemags juga banyak membahas review film Indonesia terbaru.
Ada pula Majalah M2 atau Movie Monthly. Majalah ini sering disebut pesaing majalah Cinemags. Harganya sedikit lebih mahal, namun review-nya lebih lengkap dan menarik dibanding majalah Cinemags. Ia juga jarang memberi bonus pada pembacanya kecuali poster film.
Selain itu, ada pula majalah First yang terbit tahun 2008. Majalah ini adalah majalah lisensi dari Singapura. Pilihan lain, Anda bisa membaca majalah On Screen. Sayangnya, distribusi mereka kurang luas. Hanya menjual majalahnya di toko atau persewaan film. Bukan di lapak koran atau toko buku besar.
Nah, banyak pilihannya, bukan?






