logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Globalisasi Budaya

Mengkaji Fungsi 7 Unsur Kebudayaan Universal


 

Ilustrasi 7 unsur kebudayaan universal

 

Sebelum membahas lebih jauh apa itu fungsi 7 unsur kebudayaan universal. Perlu diketahui dulu, apa makna dari fungsi.

Istilah fungsi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan ilmiah sering digunakan dalam berbagai arti yang berbeda. Fungsi dapat diartikan sebagai jabatan atau pekerjaan yang dilakukan. Fungsi juga dipakai dalam matematika, yaitu besaran yang berhubungan, jika besaran yang satu berubah, maka besaran lain ikut berubah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu makna fungsi adalah kegunaan suatu hal. Jadi, fungsi bisa diartikan sebagai hubungan kegunaan sesuatu hal dengan sesuatu tujuan tertentu.

7 Unsur Kebudayaan Universal

Dari beberapa pendapat yang ada tentang unsur kebudayaan universal, pendapat C. Kluckhohn yang sering dijadikan sebagai referensi. Pendapat C. Kluckhohn tentang 7 unsur kebudayaan universal merupakan hasil inti sari dari pendapat-pendapat lainnya.

Dalam karyanya yang berjudul Universals Categories of Culture, ia menjelaskan 7 unsur kebudayaan universal yang selanjutnya disebut cultural universals, yaitu sebagai berikut.

1.      Sistem kepercayaan (sistem religi)

2.      Sistem pengetahuan

3.      Peralatan dan perlengkapan hidup manusia

4.      Mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi

5.      Sistem kemasyarakatan

6.      Bahasa

7.      Kesenian

Urutan 7 unsur kebudayaan di atas menurut Koentjaraningrat didasarkan pada mudah atau susahnya suatu unsur kebudayaan mengalami perubahan. Artinya, unsur kebudayaan yang ada pada nomor urut pertama dianggap sebagai unsur kebudayaan universal yang paling sulit berubah, sedangkan urutan yang terakhir merupakan unsur kebudayaan yang paling mudah berubah.

Fungsi 7 Unsur Kebudayaan Universal

Pembahasan tentang fungsi unsur kebudayaan mulai muncul setelah Malinowski memunculkan tulisan-tulisan yang beraliran fungsionalisme. Aliran ini memandang bahwa segala sesuatu akan tetap ada jika masih memiliki fungsi, termasuk unsur-unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

Berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat memiliki fungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat atau naluri akan kebutuhan hidup manusia yang disebut basic human needs. Misalnya, unsur kebudayaan sistem religi atau agama.

Unsur ini sangat dibutuhkan oleh manusia terutama untuk menjawab ketidakberdayaan manusia dalam mengahadapi berbagai masalah kehidupan yang sulit diterima akal. Agama juga berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Penciptanya.

Sistem pengetahuan berfungsi untuk menjawab kebutuhan manusia akan rasa ingin tahu. Dengan pengetahuan, manusia dapat memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya.

Unsur lainnya, yaitu peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang selanjutnya bisa disebut sebagai teknologi, juga mempunyai fungsi yang  sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan  manusia. Dengan teknologi, manusia semakin mudah memenuhi segala kebutuhan.

Dalam kehidupan, manusia juga memerlukan mata pencaharian atau sistem ekonomi. Dengan mata pencaharian atau sistem ekonomi, manusia dapat memenuhi kebutuhan produksi, distribusi, maupun konsumsi.

Sistem kemasyarakatan atau sistem sosial juga diperlukan oleh manusia. Manusia mempunyai kecenderungan untuk berkelompok, maka mereka membentuk keluarga dan kelompok sosial lainnya yang lebih besar.

Adapun unsur bahasa dan unsur kesenian juga sangat dibutuhkan oleh manusia. Tanpa bahasa, baik lisan, tulisan, maupun bahasa isyarat, manusia akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Dengan kesenian manusia mampu memenuhi kebutuhan rekreasi atau mampu mengapresiasikan perasaan seninya.

Sub 7 Unsur Kebudayaan Universal

Sejatinya, 7 unsur kebudayaan universal yang telah disebutkan dapat dipaparkan ke dalam bentuk unsur di bawahnya yang lebih kecil lagi. Artinya, dibawah universalitas kebudayaan ada lagi aktivitas kebudayaan atau yang biasa disebut dengn cultural activity. Di dalam aktivitas kebudayaan ada lagi bagian terkecilnya yang disebut dengan trait-complex. Baru setelah itu, trait dan item.

Untuk lebih jelasnya berikut ini contohnya. Misalnya, salah satu dari tujuan unsur kebudayaan universal adalah mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi. Jika dipaparkan dalam aktivitas kebudayaan atau cultural activity terdapat di dalamnya pertanian, peternakan, sistem reproduksi dan mata pencaharian lainnya.

Setelah cultural activity, masuk ke dalam trait complex. Jika aktivitas kebudayaan tergolong dalam sistem reproduksi maka sistem reproduksi yang dilakukan harus dipilih, apakah sistem reporduksi modern atau sistem reporduksi tradisional.

Setelah melakukan pemilihan trait complex dari salah satu 7 unsur kebudayaan universal, yaitu mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi, yang dilakukan selanjutnya adalah trait. Jika sistem reproduksi modern yang dipilih, maka trait-trait yang terdapat di dalamnya adalah, komputerisasi, otomatisasi atau mekanisasi.

Setelah dipilih dari salah satu trait tersebut, kemudian masuk ke dalam item. Karena item adalah unsur paling terkecil dalam kebudayaan. Jik komputerisasi yang dipilih maka item yang terdapat di dalamnya adalah keyboard, monitor, printer atau mouse. Dari item yang terdapat di dalam komputerisasi ini pun masih dapat dijabarkan lagi, hingga akhirnya dapatlh item terkecil.

Jika dibuat bagan dan penjelasan untuk menjelaskan 7 unsur kebudayaan universal, dapat dikatakan bahwa culture universal berada pada posisi teratas karena gabungan dari beberapa aktivitas kebudayaan. Sehingga aktivitas kebudayaan menempati posisi kedua, karena gabungan dari kumpulan trait-complex. Trait complex berada diurutan ketiga, karena gabungan dari beberapa trait. Traik bertengger di posisi ke empat karena gabungan dari unsur terkecil yang dinamakan dengan item. Maka item berada diurutan terakhir karena unsur terkecil dari kebudayaan.

Unsur Kebudayaan: Bisa Tetap Ada  dan Bisa Hilang

Setelah dibahas tentang 7 unsur kebudayaan universal dan sub unsur kebudayaan, maka dapat dipahami bahwa masing-masing unsur bisa berdiri sendiri. Namun ketika berdiri sendiri, maka tidak lagi masuk dalam kebudayaan. Kesatuan semua unsur sehingga menimbulkan adanya kebudayaan.

Kita kembali menggunakan unsur kebudayaan mata pencaharian yang memiliki aktivitas kebudayaan yang dipilih sistem reproduksi. Sistem reproduksi tak akan ada bila tidak ada aktivitas kebudayaan, trait complex, trait dan item. Sehingga keberadaaan semuanya saling mendukung.

Inilah 7 unsur keduyaan universal yang menunjukkan adanya kerjasama di dalamnya. Namanya juga universal, jelas saling membutuhkan. 7 unsur kebudayaan universal yang disebutkan di atas sangat berhubungan masing-masing sub unsurnya.

Belajar dari 7 Unsur Kebudayaan Universal

Dari pelajaran 7 unsur kebudayaan universal ini, kita menjadi paham bahwa manusia memang mahluk sosial. Ia saling membutuhkan, meskipun bisa berdiri sendiri. Tanpa adanya tak akan menjadi satu nama yang indah. Ternyata kebudayaan baru tercipta ketika ada kerjasama di dalamnya.

Apa pun yang dilakukan oleh manusia selalu membutuhkan orang lain, karena itu tak ada yang boleh sombong. Meski bisa saling berdiri sendiri, tapi tak akan punya arti bila tidak bersama.

Manusia adalah bagian dari bentuk yang diajarkan pada unsur kebudayaan. Sungguh, tanpa pernah mempelajari unsur kebudayaan ini secara mendalam, manusia tak akan tahu bahwa ia adalah mahluk sosial.

Demikian halnya dengan menjaga kebudayaan negeri ini juga mesti ada unsur-unsurnya. Jangan hanya ribut ketika salah satu kebudayaan negeri ini direbut orang. Harus ada kerjasama yang kuat. Tak hanya dibebankan kepada pemerintah, rakyat, guru, siswa dan hal-hal yang berhubungan dengan penjagaan kebuyaan mesti saling bantu-membantu.

Di sinilah juga bisa dipahami bahwa tak ada unsur yang kuat di bumi ini, termasuk manusia. Kebudayaan saja baru dapat klaim setelah ia terdiri dari beberapa unsur. Manusia juga demikian. Maka dari itu, tak ada yang perlu merasa lebih dari yang lain. Tanpa bantuan yang lain, tak akan ada apa-apanya.

Kembali kepada permasalahan kebudayaan. Setelah paham bahwa kebudayaan akan tetap terjadi bila ada kerja sama. Mau tidak mau, kebudayaan yang sudah ada jangan sampai hilang. Tak hanya klaim dari negara lain yang menyebabkan kebudayaan di negeri ini hilang, ketika anak negeri ini melupakan kebudayaannya juga bisa menyebabkan hilangnya.

Misalnya, anak negeri ini tak pernah mengenal kebudayaan daerahnya masing-masing. Atau, mereka merasa bahwa budaya barat yang masuk ke negeri ini lebih layak untuk dikenal daripada budaya daerah. Ia merasa malu bila diikutsertakan tampil dalam even-even budaya daerah.

Padahal budaya daerah tersebut menunjukkan betapa cintanya kepada negeri ini. Karena keindahan negeri ini salah satunya terletak pada kebudayaannya. Namun cukupkah disalahkan generasi mudanya saja? Rasanya, tidak.

Pendidikan negeri ini mestinya memberikan waktu yang cukup banyak untuk mengajarkan tentang kebudayaan. Pendidikan boleh disibukkan dengan dunia eksat, tapi jangan sampai melupakan anak negeri ini dengan kebudayaan. Memang, pelajaran kesenian yang mengajarkan kebudayaan tidak masuk dalam ujian nasional. Sehingga terkadang guru kesenian sendiri pun bukan guru yang memang menguasai di bidangnya.

Sehingga, pengenalan kebudayaan negeri ini tidak terkenal secara merata. Jika pun ada skill guru dalam bidang kesenian, akhirnya ia hanya mengajarkan pada hal-hal yang berhubungan dengan skillnya. Seharusnya, ia tetap mengajarkan kepada siswa ihwal kebudayaan-kebduyaaan yang ada di negeri ini.

Inilah kajian tentang fungsi 7 unsur kebudayaan universal dan pandangan penulis tentang kebudayaan negeri ini. Semoga bermanfaat untuk sobat Ahira.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Perubahan Bahasa
  • Belajar Kebudayaan Italia Lewat Film Eat, Pray, Love
  • Pengaruh Kebudayaan Barat pada Kebudayaan Indonesia
  • Budaya Global: Budaya Tato Masyarakat Suku Mentawai
  • Kesenian Riau di Tengah Serbuan Budaya Asing
  • Pengaruh Budaya Barat pada Masyarakat Pribumi
  • Dampak Globalisasi Terhadap Perekonomian dan Nilai-Nilai Nasionalisme
  • Budaya Asing - Foot Binding, Tradisi China yang Menyakitkan
  • Batik Unik - Batik yang Dibuat oleh Orang Amerika
  • Tradisi Hallowen, Modifikasi Budaya Barat
  • Keindahan Sebagai Imbalan Sifat Jujur
  • Mempelajari Kebudayaan China Lewat Ajaran Konfusius
  • Budaya dan Ekonomi, Faktor Penyebab Globalisasi
  • Nilai Filosofis Senjata Polisi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA