logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Remaja    Pergaulan Bebas Remaja    Aborsi

Aborsi: Penghilangan Nyawa Janin antara Kesehatan dan Kejahatan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kehamilan merupakan impian bagi sebagian besar wanita. Memiliki keturunan serta dapat melahirkannya merupakan satu kebanggaan tersendiri. Memiliki anak bisa juga membawa dampak psikologis bagi wanita. Secara naluri wanita akan menjadi lebih dewasa dan sisi keibuan yang memang secara naluri sudah dimiliki oleh wanita menjadi lebih terasah.

Fenomena lain pun kemudian muncul. Kehamilan yang seharusnya membahagiakan berubah menjadi satu hal yang justru tidak diinginkan. Munculnya fenomena tersebut akibat pengaruh dari zaman yang katanya sudah semakin berkembang. Kehamilan yang tidak dikehendaki itupun berakhir dengan tindakan aborsi.

Pergaulan bebas yang konon katanya mengikuti perkembangan zaman merupakan faktor yang tidak asing lagi jika berbicara mengenai aborsi. Melakukan hubungan sex sebelum menikah sudah dianggap menjadi hal biasa bagi sebagian besar kaum muda sekarang ini.

Pengaruh buruk memang lebih cepat diserap daripada pengaruh baik. Menerima ajakan bermain lebih menggiurkan daripada duduk manis mengerjakan tugas sekolah atau kuliah yang menumpuk. Analogi seperti itu cukup untuk menggambarkan betapa hal “buruk” lebih menggiurkan dan sangat mudah memengaruhi.

Aborsi dan Remaja

Kenyataan di lapangan sangat miris. Angka penunjuk jumlah pelaku aborsi pun tidak sedikit. Menurut beberapa penelitian sebanyak 30% remaja Indonesia telah melakukan tindakan aborsi. Menurut beberapa ahli sosial, hal ini disebabkan karena pengaruh lingkungan yang sebagian besar tidak berpihak pada kaum remaja.

Remaja adalah fase saat manusia merasa ingin tahu segalanya. Fase yang oleh sebagian orang digunakan untuk mencari jati diri atau bahkan menciptakan jati diri. Mereka akan menerima semua pengaruh dari lingkungan yang masuk, baik itu yang positif maunpun negatif.

Sebagai pribadi yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, mereka akhirnya mencoba berbagai pengaruh tersebut. Pada saat-saat itulah peranan orang tua lebih dibutuhkan dari biasanya. Pada posisi seperti ini, idealnya para orang tua memainkan peran sebagai pengawas, pemerhati dan penasihat. Jika keadaannya demikian, kenakalan remaja seperti sex bebas diharapkan tidak akan terjadi. Tindakan aborsi pun akan semakin langka dilakukan oleh para remaja.

Aborsi dikalangan remaja sangat jauh dari sentuhan medis. Aborsi yang dilakukan biasanya bersifat tradisional. Para remaja yang hendak menggugurkan kandungannya mengunjungi tempat-tempat penguguran yang biasanya terselubung. Tindakan mematikan janin pun dilakukan dengan sangat ekstrem dan jauh dari standar kesehatan.

Perut yang berisi janin tersebut konon diperas-peras. Setelah itu, berbagai ramuan tradisional yang tergolong jahat pada janin pun diberikan. Entahlah terbuat dari apa, yang jelas setelah meminum ramuan tersebut, janin akan mati dan keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan darah.

Dampak buruk terhadap kesehatan sama sekali bukan jadi prioritas penting. Hal yang paling penting adalah bagaimana janin tersebut dapat keluar dan harga diri “terselamatkan”. Pergeseran norma sosial yang mengerikan.

Aborsi dan Ilmu Kedokteran

Aborsi atau dalam bahasa Indonesia pengertiannya sama dengan pengguguran kandungan adalah proses penghentian proses kehamilan. Penghentian proses kehamilan dilakukan pada saat janin masih berusia sangat dini. Pengguguran kandungan biasanya terjadi saat janin berusia kurang dari 20 minggu.

Dalam ilmu kedokteran sendiri, aborsi sebenarnya dibedakan dalam dua kategori, yaitu keguguran yang disengaja atau Induced abortion dan aborsi karena kecelakaan atau Spontaneous abortion. Aborsi yang dilakukan secara sengaja berdasarkan motifnya dibedakan lagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Therapeutic abortion. Tindakan aborsi ini dilakukan ketika keberadaan janin justru mengancam keselamatan sang ibu.
  2. Eugenic abortion. Tindakan ini dilakukan karena janin dalam keadaan abnormal. Janin yang cacat justru akan membawa pengaruh bagi kesehatan sang ibu.
  3. Elective abortion. Tindakan aborsi ini dilakukan karena alasan-alasan lain. Sebagian besar alasannya adalah di luar medis. Contohnya adalah aborsi yang dilakukan pada kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menyikapi Sex di Luar Nikah yang Dilakukan Remaja
  • Pentingnya Membaca Artikel Pergaulan Remaja Bagi Orang Tua
  • PSK Pelajar, Faktor dan Upaya Pencegahannya
  • Hubungan Seks Pranikah: Risiko
  • Cara Menggugurkan Kandungan yang Lazim Dilakukan
  • Memprihatinkah Akhlak Remaja Masa Kini?
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA