logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Otomotif    Suku Cadang    Artikel Umum Suku Cadang    Accu

Accu, Penyimpan dan Pemasok Arus Listrik

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Accu adalah salah satu komponen yang dimanfaatkan untuk memudahkan pengoperasian kendaraan bermotor atau otomotif. Keberadaannya merupakan salah satu langkah untuk memberikan kenyamanan penggunaan kendaraan.

Seperti kita ketahui, untuk menyalakan motor pada mulanya, kita harus melakukan gerakan awal sedemikian rupa sehingga di dalam mesin motor terjadi pembakaran. Motor adalah mesin tenaga yang dapat menghasilkan tenaga dengan melakukan pembakaran didalam unitnya.

Dan, pembakaran ini dilakukan dengan memberikan percikan api kepada campuran bahan bakar dan oksigen di dalam ruang pembakaran. Dan, percikan api tersebut didapatkan dari aliran listrik.

Aliran listrik yang kita butuhkan tersebut dapat kita peroleh dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan kumparan magnet dan accu. Dengan kumparan magnet berarti ini harus memberikan gerakan tertentu sehingga kumparan magnet dapat menghasilkan arus listrik.

Arus listrik inilah yang kita gunakan untuk mempercikkan api di elektroda busi dan membakar campuran bahan bakar dan oksigen. Dan, cara yang kedua adalah dengan menggunakan accu sebagai sumber tenaga listrik untuk menciptakan percikan api di busi pembakar.

Dengan aliran muatan listrik dimilikinya, accu dapat memercikan api setelah arus tersebut diperbesar tegangannya dengan alat bobbin atau lebih dikenal dengan nama ignition coil atau koil. Di alat ini tegangan listrik accu yang kecil dapat ditingkatkan.

Accu sebenarnya bernama accumulator yaitu alat yang digunakan untuk mengakumulasi sesuatu, dalam hal ini arus listrik sehingga dapat kita pergunakan sebagaimana kebutuhan. Dengan adanya accu ini, maka kita dapat memperoleh arus listrik dan menyimpan arus listrik.

Dan, suku cadang ini sangat cocok dipergunakan di kendaraan atau otomotif sebab sifatnya yang fleksibel dan removeable. Pada sisi lainnya, dengan memadukan suku cadang lainnya, maka selain dapat dipergunakan arus listrik yang ada di dalam accu ternyata dapat diisi ulang jika telah ‘habis’ arus listriknya.

Dengan kemampuan tersebut, maka kita dapat mempergunakan accu secara berkesinambungan untuk waktu yang lama jika perawatannya bagus.

Pada saat kita pergunakan,maka pada saat itu terjadi pengaliran muatan listrik sebab terjadi sebuah rangkaian tertutup. Rangkaian ini secara tidak langsung menghubungkan bagian positif accu dengan bagian negatifnya. Akibat terhubung antara positif dan negative, maka aliran muatan terjadi. Di dalam sistem, muatan negatif mengalir menuju positif.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan muatan dari dua kutub accu. Kutub positif terbuat dari timah oksida (PbO2), sedangkan kutub negative terbuat dari timah hitam, timbal (Pb). Perbedaan inilah yang menyebabkan terjadinya pengaliran muatan.

Dan, pengaliran tersebut melalui medium fluida yaitu asam sulfat (H2SO4) yang bersifat elektrolit, yaitu cairan yang dapat dialiri listrik. Dengan rangkaian inilah, maka jika kedua kutub dihubungkan, maka terjadi perpindahan muatan elektron dari negative (Pb) ke positif (PbO2).

Accu pembangkit dan penyimpan arus listrik

Kebutuhan listrik yang temporer menyebabkan kita harus berpikir dan melakukan langkah inovasi sehingga pada saat dibutuhkan listrik tersedia dan pada saat tidak dibutuhkan, listrik tersimpan dengan aman. Dan, selanjutnya kita mempergunakan alat yang kita sebut dengan accu.

Accu ini berasal dari kata accumulator yaitu alat untuk mengakumulasi sesuatu, dalam hal ini muatan listrik dengan melakukan penyimpanan saat kekurangan dan pengaliran pada saat tersedia, dipergunakan.

Proses penyimpanan (charging) dan pengaliran (discharging) pada dasarnya merupakan proses kerja accu yang paling istimewa. Dengan kemampuan untuk direcharging inilah, maka sebuah kendaraan, otomotif tidak perlu repot bongkar pasang accu.

Begitu accu sudah kita pasang dalam rangkaian kerja sistem penyalaan dan kelistrikan, maka selama itu pula dapat kita pergunakan tanpa harus dibongkar. Oleh karena itulah, maka di dalam sistem kerja motor, dilengkapi dengan sebuah sistem pengisian bagi accu ini.

Pada saat tertentu, kita mengalami accu ‘habis’. Sering kita mendengar orang mengatakan accunya habis ketika sudah tidak sanggup mengalirkan muatan listrik. Ini sebenarnya merupakan sebuah kondisi dimana telah terjadi keseimbangan dan kesamaan kondisi antara kutub positif dan kutub negatif akibat rekasi kimia.

Pada saat kita mempergunakan, maka terjadi reaksi redoks, dimana pada kedua kutub mengalami perubahan kondisi, begitu juga dengan elektrolitnya. Akibat reaksi dengan elektrolitnya, maka pada kedua kutub menjadi PbSO4 sehingga tidak ada perbedaan muatan lagi.

Kesamaan muatan ini selanjutnya menyebabkan tidak adanya pengaliran. Sementara itu, elekrolit yang terbuat dari H2SO4 kehilangan unsur sulfatnya sehingga berubah menjadi air (H2O) yang tidak bersifat elektrolit dan tidak dapat mengalirkan muatan listrik.

Pada saat kita mengisi (charging), kedua kutub akan melepaskan unsur sulfatnya sehingga kutub positif menjadi Pb dan kutub negatif menjadi PbO2, sedangkan cairannya berubah menjadi H2SO4 yang bersifat elektrolit. Maka Accu berfungsi menyimpan dan mengalirkan listrik.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Onderdil Bekas yang Tidak Bekas
  • Pasar Onderdil untuk Kalangan Industri dan Rumah Tangga
  • Onderdil Mobil Bekas yang Berbahaya
  • Alat-alat Bengkel untuk Membuka Bengkel Sederhana
  • ASTRA - Konglomerasi Retail Kendaraan Terbesar di Indonesia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA