logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Sosial & Budaya    Suku    Suku Aceh    Aceh

Kejayaan Aceh dan Saat Keruntuhannya

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kekayaan alam dan kekayaan budaya. Salah satunya adalah wilayah Aceh, sekarang lebih dikenal dengan Nanggroe Aceh Darussalam. Aceh memiliki sejarah yang sangat kompleks dalam perjalanan pembentukan negara Republik Indonesia (RI).

Sebelum RI terbentuk, Aceh merupakan negara yang sangat kaya, yaitu pada zaman kekuasaan Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam pada abad ke-16. Pada masa itu,  Aceh telah memiliki hubungan dagang dengan dunia barat, termasuk Inggris, Ottoman, dan Belanda.

Banyak negara barat yang ingin menguasai Aceh karena tergiur dengan kekayaan dan kemakmurannya. Oleh karena itu, sejak awal abad-16, Aceh selalu berkonflik dalam perebutan kekuasaan dengan negara-negara barat, di antaranya Portugal, Britania Raya (Inggris), dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Britania Raya.

Kesultanan Aceh

Kesultanan Aceh merupakan lanjutan dari Kesultanan Samudra Pasai yang runtuh pada abad ke-14. Ibu kota kesultanan Aceh berada di Kutaraja atau sekarang dikenal dengan Banda Aceh. Kesultanan Aceh telah mengukir sejarah yang megah pada masa lampau terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, perjuangannya dalam mengusir penjajahan dan imperialisme bangsa Eropa di tanah Aceh, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan yang berkembang pesat, dan kemampuannya menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

Tahun 1873, Belanda menyatakan perang dengan Aceh sehingga pecahlah Perang Aceh. Awalnya, Belanda melancarkan ancaman diplomatik, tetapi tidak berhasil. Kesultanan Aceh melakukan perlawanan kepada Belanda sehingga mereka gagal merebut wilayah ini. Perang kembali pecah tahun 1887, tetapi tetap gagal karena mendapat perlawanan gigih. Tahun 1892 dan 1893, Belanda dianggap telah gagal merebut Aceh.

Keruntuhan Aceh

Kemudian, Belanda mengutus seorang ahli untuk mempelajari Aceh. Dia bernama Dr.Christiaan Snouck Hurgronje. Snouck Hurgronje berpura-pura masuk Islam. Dia berhasil mendapatkan kepercayaan dari para pemimpin Aceh.

Dia pun memberikan saran kepada Belanda untuk mengarahkan serangan kepada para ulama karena kekuatan Aceh terletak pada para ulamanya. Saran ini berhasil. Belanda berhasil menguasai Aceh dengan diangkatnya Johannes Benedictus van Heutsz sebagai gubernur Aceh tahun 1898 dan merebut sebagian besar wilayah Aceh. Tahun 1903, Sultan M Dawud menyerahkan diri kepada Belanda setelah anak beserta ibunya ditangkap oleh Belanda. Tahun 1904, hampir seluruh wilayah Aceh jatuh ke tangan Belanda.

 

 

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Mengenal Lebih Dekat Suku Aceh
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA