logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Amerika Serikat

Adam Smith - Bapak Ekonomi yang Murah Hati


Ilustrasi Adam Smith

Daftar Isi
  1. Pencetus Wirausaha
  2. Pemikiran Brilian Adam Smith
  3. Murah Hati
  4. Pendidikan Adam Smith
  5. Karir Adam Smith
  6. Pengaruh Adam Smith

Dunia berutang besar terhadap tokoh yang satu ini khususnya di bidang ekonomi. Tokoh itu bernama Adam Smith. Pria kelahiran 5 Juni 1723 ini, merupakan penulis buku “The Wealth of Nations” yang mengubah paradigma ekonomi abad 18 sampai sekarang.

Sebelum Adam Smith melahirkan pemikirannya lewat buku tersebut, ekonomi masa itu didominasi oleh kelompok kuat tertentu atau pemerintah/negara (intervensi). Ia berpendirian bahwa perekonomian bisa dijalankan oleh siapa pun secara bebas (laisses faire).

Sejak buku Kemakmuran Bangsa-bangsa itu diluncurkan, hampir semua kalangan menyambutnya dengan baik dan mengamalkannya. Hanya sebagian kecil saja yang masih kukuh memertahankan paradigma lama tentang perekonomian.

Pemikirannya meluas bukan hanya di negara asalnya yaitu Skotlandia dan Inggris Raya, namun juga ke Eropa, Asia dan Amerika. Kini, setiap bangsa di dunia menjadikan pandangan Smith sebagai kitab suci perekonomian lewat apa yang disebut sebagai perdagangan bebas.

Adam Smith - Salah Satu Pencetus Wirausaha

Dunia berutang besar terhadap tokoh yang satu ini khususnya di bidang ekonomi.

Menyebut kata perdagangan bebas, sebagian masyarakat kemungkinan besar akan menilai negatif. Sudah bukan rahasia lagi jika dampak perdagangan bebas, terasa tidak nyaman buat sebagian bangsa, terutama negara-negara miskin dan terbelakang.

Mereka kalah bersaing dengan pihak lain. Dalam perdagangan bebas, setiap pihak bisa dengan leluasa bertransaksi tanpa halangan batasan apapun. Siapa yang punya kualitas, unggul dalam banyak hal, maka dialah yang akan memenangkan persaingan. Itulah sebabnya efek perdagangan bebas cenderung negatif buat negara miskin.

Namun tahukah Anda bahwa Adam Smith sebagai pencetus gagasan perdagangan bebas, sama sekali tidak punya tujuan semacam itu. Atau dia pun mungkin tidak pernah berpikir bahwa gagasannya akan berdampak senegatif itu. Ketika ratusan tahun silam, pria yang seumur hidupnya tidak pernah menikah ini, justru mengubah suatu rejim ekonomi menjadi lebih baik.

Saat itu, perekonomian hanya dikuasasi segelintir pihak saja. Smith mengubahnya, bahwa setiap orang siapapun dia, bisa menjalankan perekonomian secara bebas. Pemikiran inilah yang menjadikan wirausaha makin berkembang pesat. 

Pemikiran Brilian Adam Smith

Sejumlah pemikiran brilian lain juga lahir dari kepala Smith. Seperti bagaimana sebuah perusahaan harus lebih mengoptimalkan buruh. Bukan sebaliknya. Dialah yang merancang sebuah konsep produksi berantai. 

Maksudnya jika sebelumnya setiap buruh mengerjakan sebuah produk dari awal hingga akhir, maka berkat Smith, setiap buruh cukup mengerjakan salah satu bagian dari produk tersebut. Biarlah buruh yang lain yang mengerjakan sisanya. Cara ini ternyata mampu menggenjot produksi sebuah perusahaan berkali-kali lipat.

Cara tersebut terdapat dalam buku “The Wealth of Nations” dan digunakan oleh hampir semua pabrik manufaktur di seluruh dunia sampai sekarang. Perusahaan otomitif baik di Jepang maupun di negara lain, menerapkan cara ini. Setiap orang hanya memproduksi beberapa komponen saja, secara terpisah. Begitu juga perusahaan-perusahaan tektil dan produk jadinya, elektronik, perkakas rumah tangga dan lain sebagainya.

 

Pendidikan Adam Smith

Pada umur 13 tahun, Adam Smith memasuki Universitas Glasgow. Di sana, Adam Smith belajar filosofi moral dari Francis Hutcheson.

Adam Smith sering memanggil gurunya itu dengan sebutan “orang yang tidak boleh dilupakan".

Di Universitas Glasgow, Adam Smith mengembangkan pemikirannya terhadap kebebasan, akal sehat, dan kebebasan berpendapat.

Pada 1740, Adam Smith mendapatkan penghargaan Snell Exhibition dan berkesempatan menuntut ilmu di Universitas Oxford.

Namun, Adam Smith meninggalkan Universitas Oxford pada 1746 karena tidak betah.

Melihat sepak terjangnya di bidang ekonomi yang begitu hebat, mungkin kita menyangka bahwa Adam Smith adalah seorang bergelar tinggi, bergaya hidup mewah dan glamor.

Ekonomi sangat identik dengan uang dan kemakmuran. Apalagi buku yang ditulisnya pun terkait dengan kemakmuran. Tapi ternyata, kehidupannya jauh dari kesan mewah. Dia bahkan bisa disebut sebagai orang yang sangat sederhana.

Di balik pemikiran cemerlangnya di bidang ekonomi, dia justru menyumbangkan hampir semua penghasilannya kepada pihak yang lebih membutuhkan.

Semua sumbangannya tersebut dirahasiakannya, sampai baru ketahuan setelah dia mati. Setiap kali bicara tentang ekonomi pun, Smith tidak pernah lepas dari pembahasan tentang moral dan etika.

Sepuluh terakhir masa hidupnya, dia habiskan untuk menemani sang ibu di tanah kelahirannya Skotlandia. Padahal dia sudah sukses melanglang buana ke berbagai negara. Diduga karena kecintaan terhadap ibunya tersebut, Smith tidak pernah menikah sampai akhir hayatnya.

Fakta itu sangat bertolak belakang dengan perilaku perdagangan bebas dewasa ini. Yang cenderung serakah, tanpa etika dan menghalalkan segala cara. Padahal, penemu konsep perdagangan bebas adalah sosok yang murah hati.

Karir Adam Smith di Edinburg dan Glasgow

Pada 1748, Adam Smith mulai menapaki karier sebagai pengajar di Edinburg di bawah bimbungan Lord Kames. Mayoritas dari perkuliahan yang dibawakan Adam Smith menyinggung retrorika dan belles letters.

Namun, Adam Smith akan mengambil subyek daari “kemajuan dari kesejahteraan”. Lalu, pada akhir abad 20, Adam Smith untuk pertama kalinya mengungkapkan filosofi ekonomi. Filosofi tersebut tertuang dalam buku karangannya yang fenomenal The Wealth of Nation.

“Orang-orang dari perdagangan yang sama kadang-kadang bertemu bersama, bahkan untuk bersenang-senang dan perpisahan.

Tapi percakapannya akan berakhir dengan konspirasi melawan publik, atau dalam hal tertentu untuk menaikkan harga.

Mustahil sebenarnya untuk mencegah pertemuan seperti ini, dengan hukum manapun yang akan ditimpakan, atau akan konsisten dengan kebebasan dan keadilan.

Tapi, dengan hukum tidak bisa menghindarkan masyarakat dari perdagangan yang sama untuk kadang-kadang bertemu bersama.

Itu seharusnya tidak berakibat apapun untuk memfasilitasi pertemuan seperti itu, lebih kurang untung membuat mereka dibutuhkan. “

Salah satu kutipan favorit dalam The Wealth of Nations adalah sebagai berikut.

“People of the same trade seldom meet together, even for merriment and diversion, but the conversation ends in a conspiracy against the public, or in some contrivance to raise prices. It is impossible indeed to prevent such meetings, by any law which either could be executed, or would be consistent with liberty and justice. But though the law cannot hinder people of the same trade from sometimes assembling together, it ought to do nothing to facilitate such assemblies; much less to render them necessary.” 

Pada akhir 1750, Adam Smith bertemu dengan filsufDavid Hume. David Hume adalah senior Adam Smith. Keduanya, Adam Smith dan David Hume memiliki hubungan dan kesamaan opini.

Bukti kesamaan tersebut dapat dilihat dari tulisan mereka yang mencakup sejarah, politik, filosofi, ekonomi, dan agama. Kedua tokoh ini memainkan peranan penting dalam pencerahan di Skotlandia.

Pada 1751, Adam Smith ditunjuk sebagai ketua dewan logika di Universitas Glasgow. Lalu, dipindahkan ke dewan filosofi moral Glasgow pada 1752. Di Universitas Glasgow, perkuliah Adam Smith meliputi etika, retorika, dan politik keuangan. Adam Smith mulai memberikan perhatian yang lebih pada bidang ekonomi dan sedikit teorinya tentang moral. Dedikasi Adam Smith terhadap bidang ekonomi telah mengubah pola ekonomi dunia ke arah kapitalis.

Pengaruh Adam Smith

Karya Adam Smith yang berjudul The Wealth of Nations ini adalah salah satu usaha awal untuk mempelajari bangkitnya industri dan perkembangan ekonomi Eropa.  

The Wealth of Nations ini merupakan pengawal ke disiplin akademis modern dari ekonomi. The Wealth of Nations memberikan salah satu rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas dan kapitalisme. Karya Adam Smith ini pun memengaruhi secara luas tulisan ekonom selanjutnya.


Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sistem Pemerintahan Amerika
  • Daftar Presiden Amerika Serikat, Lengkap!
  • Negara Maju Amerika Serikat Tecermin di New York City
  • Abraham Lincoln - Pecundang yang Sukses Jadi Presiden
  • Tokoh Anti-Perbudakan: Kisah Presiden Amerika Serikat ke-16
  • Letak Astronomis Amerika Serikat
  • Amerika Serikat - Sang Negara Adi Daya
  • New York - Kota Metropolitan Terpadat di Amerika Serikat
  • Kekuatan Mata Uang Dunia
  • Efek Adanya Layanan 911
  • Berpetualang dan Belajar di Pantai Amerika
  • Misteri Dolar Amerika dan Tragedi WTC
  • Profil Negara Adidaya - Negara Amerika Serikat
  • Sejarah Awal Revolusi Amerika Serikat
  • Mengenal Suku Indian dan Sejarahnya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA