logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Sosial & Budaya    Budaya    Keanekaragaman Budaya    Adat Istiadat

Mengelola Perbedaan Adat Istiadat & Keragaman Budaya

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Bukan bermaksud mengajak Anda bersikap narsis, manakala tulisan yang berkaitan dengan adat istiadat ini menyarankan Anda untuk berdiri di depan cermin dan memperhatikan tubuh Anda secara saksama. Apa yang dapat Anda lihat? Dari bayangan cermin akan tampak tubuh Anda yang terdiri atas kepala, mata, hidung, telinga, mulut, badan, tangan, dan kaki. Inilah cara mudah untuk memahami perbedaan adat istiadat yang ada di Indonesia.

Masing-masing bagian tubuh Anda ternyata memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik dan khas. Perbedaan dari tiap  bagian yang menyusun tubuh Anda secara utuh, ternyata telah memberikan aksentuasi estetis, hingga Anda terlihat ganteng, cantik, seksi, macho, dan lain sebagainya. Selain itu, ia juga  mendukung kekuatan Anda secara maksimal.

Nah, maksud dari tulisan ini adalah mengajak Anda untuk mencari sudut pandang lain dalam memandang Indonesia. Negeri tercinta ini dibangun dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Maknanya adalah Indonesia kaya akan berbagai adat istiadat dengan keanekaragaman budaya.

Dengan cara pandang itu, Anda dapat melihat bahwa keberagaman ternyata memiliki energi positif yang konstruktif. Karena, ia memiliki fungsi untuk memperindah sekaligus memperkuat. Namun, menjaga keberagaman ini agar tetap bisa jadi energi positif yang konstruktif, ternyata bukanlah hal mudah.

Mungkin Anda sering menjumpai kasus perselisihan dengan latar etnis maupun agama, terjadi di Indonesia. Bahkan, adakalanya perselisihan ini jadi konflik berdarah yang tak berkesudahan. Tak terhitung lagi berapa kerugian moril, materiil, dan korban jiwa yang terbuang sia-sia. Tak terjumlah lagi berapa banyak darah yang mengalir dan air mata yang menetes meratapi kejadian bodoh itu.

Adat Istiadat - Keberagaman Bukan Penyeragaman

Tuhan mencintai keindahan. Oleh karena itu, Dia juga menyukai keberagaman. Keindahan terjadi manakala tiap perbedaan bisa ditempatkan pada posisinya secara tepat dan proporsional. Apa pendapat Anda andaikata kedua tangan semua manusia ditempatkan pada sisi kanan saja?

Dari sini, berbicara mengenai komposisi dalam rangka mengelola perbedaan dan keberagaman, jadi agak penting untuk kita lakukan. Perlu kita ingat bahwa terdapat ratusan suku bangsa dan bahasa di Indonesia. Ada yang besar ada juga yang kecil. Ada yang dominan, ada juga yang inferior. Ada yang kuat, ada juga yang lemah. Ada yang mayoritas, namun ada juga yang minoritas.

Perlu kita ingat, sedari kecil kita sudah diajari tentang sebuah tata nilai moral, di mana yang kuat harus melindungi yang lemah. Namun, dalam praktiknya, justru kita menjumpai kecenderungan yang sebaliknya, di mana yang kuat malah menindas yang lemah.

Sejarah peradaban dunia juga menunjukkan fakta tentang ini. Kita sama-sama tahu bahwa koloni-koloni pada zaman dulu dibangun dengan penaklukan. Koloni yang merasa besar dan kuat, selalu berusaha untuk mencoba memperluas pengaruh dan wilayahnya. Mulailah mereka melakukan invasi ke koloni lain untuk ditaklukkan.

Lambat laun, wilayah koloni itu semakin luas, dan karena luasnya maka pimpinan koloni tertinggi tidak sanggup lagi untuk mengontrolnya. Maka, hancurlah emporium koloni tersebut, terpecah jadi koloni-koloni baru yang tidak sebesar koloni utamanya. Inilah hukum dialektis yang berlaku dalam sejarah.

Nah, kembali ke persoalan. Sepakatkah Anda untuk dapat menghargai sesuatu yang kecil, sekecil apa pun itu, sesederhana apa pun itu? Karena, bila kita mau berpikir, segala sesuatu yang ada di bumi ini, seremeh apa pun dia, tentulah ada gunanya. Bukankah nyamuk telah memberikan berkah yang luar biasa kepada pengusaha obat antinyamuk, berikut ribuan buruh yang bekerja di sana?

Perbedaan dan keberagaman adalah Sunatullah, yang memang dikehendaki oleh Yang di Atas. Maka, betapa naifnya kita ketika mencoba melawan itu. Tugas kita adalah mengelola perbedaan dan keberagaman itu, agar dia bisa memberi konribusi bagi keindahan dan kekuatan hidup kita.

Maka, biarlah perbedaan dan keberagaman ini tetap berada pada tempatnya. Karena, berusaha untuk membuatnya seragam, akan bertentangan dengan hukum Allah dan hukum alam. Segala upaya penyeragaman yang dilakukan dengan dalih dan cara apa pun, hanya akan membuat orang lain terluka. Dan, luka itu bisa menimpa siapa saja, termasuk kita dan orang-orang yang kita cintai. 

Adat Istiadat dalam Pembangunan Masyarakat dan Desa

Adat istiadat adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk menentukan kebijakan dalam menyusun program pembangunan desa. Saat satu kebijakan pembangunan desa menjelaskan penghargaan terhadap nilai budaya dan adat istiadat yang dijumpai bergitu beragam, ini berarti bentuk penghormatan bagi nilai budaya dan adat istiadat sebagai suatu hak individu dan juga hak azasi masyarakat.

Desa diartikan sebagai sebuah kesatuan masyarakat hukum dengan batas wilayah dan di dalamnya mempunyai tugas mengatur dan memfasilitasi kepentingan penduduknya berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat. Hal ini juga telah diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebenarnya, adat istiadat masih sangat bisa dirasakan di dalam kehidupan masyarakat desa. Masyarakat atau kelompok tertentu di kota bahkan tak jarang membawa adat istiadat dan menerapkan adat istiadat dari desa atau tempat asal mereka masing-masing. Sesampainya di kota atau di tempat perantauan, ikatan kekerabatan dalam budaya dan adat istiadat yang dimiliki tidak lepas dari kehidupan mereka dan terus dipertahankan.

Adat istiadat yang masih sangat kuat mengakar contohnya pada komunitas masyarakat Minang, Tapanuli, dan Maluku yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Di daerah asal mereka masing-masing, tentunya ikatan kekerabatan dan adat istiadat ini lebih terasa lagi. Karakter adat istiadat yang kuat ini adalah sebuah dukungan positif dan kondusif dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.

Namun, akhir-akhir ini, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa seperti tidak ada akhirnya. Apakah adat istiadat yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat desa tidak mampu menagtasi kemiskinan di desa sehingga desa tidak lagi dianggap sebagai tempat yang nyaman? Apakah pelaksanaan kebijakan yang sudah sangat tegas meletakkan dasar keberpihakan pada masyarakat dan desa terbawa arus sehingga keluar dari sasaran?

Cobalah kita berkaca pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat. Pengembangan adat istiadat bertujuan memperkuat jati diri individu dan masyarakat dalam rangka menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat dapat dikatakan sebagai formula untuk memperkuat jati diri individu dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan.

Untuk dapat meningkatkan ketahanan nasional serta kesatuan NKRI, haruslah dilakukan pelestarian dan pengembangan adat istiadat serta nilai-nilai sosial budaya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana meyakinkan dan apa cirinya jika suatu pembangunan desa mempunyai konsep, program, dan strategi pelaksanaan berlandaskan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya? Misalnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang prosesnya didominasi dengan forum musyawarah.

Bermusyawarah dipandang dari perspektif adat istiadat bisa dikatakan sudah menyatu dengan proses interaksi sosial di desa. Tapi, musyawarah yang ada sekarang bernuansa modern dan tahapannya cukup panjang. Jika saja dapat menggunakan aturan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, istilah “selesaikan secara adat” bisa lebih efektif, efisien, dan tentunya ekonomis.

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Menjaga Unsur Kebudayaan Indonesia
  • Kebudayaan Nusantara - Warisan yang Pantas Dipertahankan
  • Melestarikan Kebudayaan Daerah
  • Pengaruh Asing pada Baju Adat Nusantara  
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA