Ade Rai, Lambang Otot dan Tekad Indonesia
Siapa orang terkuat Indonesia? Jika pertanyaan ini diajukan kepada para pakar sejarah, mungkin jawabannya adalah Gajah Mada, sang patih kerajaan Majapahit. Dialah salah seorang manusia Indonesia yang ‘kuat’ berupaya menyatukan Nusantara yang luas ini. Tapi jawaban berbeda sangat mungkin datang dari para pengamat tinju, yang bakal menjawab Chris John-lah orang terkuat Indonesia. Betapa tidak, Chris John menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mampu menjadi juara tinju dunia versi WBA, dan lebih dari 10 kali memertahankannya.
Pertanyaan tersebut memang bisa dijawab dari berbagai versi, mulai dari kuat secara otot atau dari sisi otak. Tapi semua orang rasanya akan setuju jika menyebut nama yang satu ini, maka kesan kuatlah yang akan muncul. Dialah Ade Rai! Ketika namanya disebut, hampir semua imajinasi setiap orang akan menampilkan sesosok lelaki kekar dengan otot-otot melingkar kokoh di setiap lekuk tubuhnya. Pria bernama lengkap I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai, ini adalah juara binaraga internasional satu-satunya yang berasal dari Indonesia.
Dulu suka bulutangkis
Sebelum menggeluti binaraga, Ade lebih dulu masuk klub bulutangkis dan berteman dengan salah satu juara bulutangkis Indonesia, Ardy B. Wiranata. Hampir setiap hari, masa remaja Ade dihabiskan untuk berlatih bulutangkis. Tentu kita bertanya-tanya kenapa Ardy menjadi juara bulutangkis sedangkan Ade tidak? Jawabannya sangat sederhana; Ade tidak benar-benar menyukai bulutangkis sampai ke dalam-dalamnya.
Ternyata jiwanya tidak di situ. Akibatnya, ia cenderung malas berlatih. Hanya sebagai syarat saja menunjukkan kehadiran fisiknya ketika berlatih. Tapi hatinya tidak disitu. Hal itulah yang menjadi penyebab, kenapa temannya menjadi juara bulutangkis sedangkan dia tidak. Tapi bukan berarti dia berhenti beraktivitas. Setelah tidak lagi berbulutangkis ria, lelaki kelahiran Jakarta 6 Mei 1970 ini, mengalihkan minatnya ke cabang olahraga binaraga.
Kekuatan otot dan tekad
Kekuatan Ade sesungguhnya bukan hanya terletak pada otot-ototnya, melainkan juga pada tekad besarnya, bahkan sangat besar. Cabang olahraga binaraga bukanlah favorit di negeri ini. Sebelum nama Ade Rai muncul, tak ada satupun atlet binaraga Indonesia yang punya nama menasional apalagi mendunia.
Oleh induk organisasi olahraga Indonesia (KONI atau KOI) pun, saat itu binaraga tidak dipandang bahkan dengan sebelah mata sekalipun. Binaraga pun dimasukkan ke dalam cabang angkat berat dan angkat besi.
Tekad besarnyalah yang membuat Ade Rai identik dengan binaraga. Tanpa dukungan dan bantuan langsung dari organisasi olahraga, pada tahun 1996, dia mengikuti kompetisi Muscle Mania Internasional di Amerika Serikat. Ini bukan ajang resmi binaraga, tapi juaranya bisa menjadi figur publik. Benar saja, Ade sukses menjadi juara (bahkan berkali-kali) dan namanya pun berkibar. Hasil jerih payahnya berlatih setiap hari berjam-jam, diet makanan teramat ketat, dengan disiplin keras, membuahkan hasil manis.
Sekarang pengusaha fitnes
Bukan Ade Rai namanya jika kiprahnya hanya menjadikan binaraga sampai sebatas olahraga saja. Tekadnya lagi-lagi lebih kuat dibanding ototnya. Meski tetap bergulat dengan otot, tapi berkat tekad besarnya dia membangun bisnis pusat kebugaran (fitness center). Lulusan Fisip Universitas Indonesia ini menjadi salah satu pelopor maraknya bisnis pusat kebugaran, sejak awal tahun 2000-an.
Tak heran jika untuk kalangan tertentu sekarang kebiasaan mengunjugi pusat kebugaran menjadi salah satu kewajiban. Tidak afdol jika kaum muda kota tidak memperkuat otot dan kebugaran diri tanpa mengikuti program di fitness center. Tentu Ade Rai punya andil besar dalam memasyarakatkan pembangunan otot dan kebugaran banyak orang. Walaupun yang jangan dilupakan adalah Ade Rai ternyata bukan hanya kuat ototnya tapi juga teramat kuat tekadnya!






