Mengenal dan Menangani ADHD

ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf perilaku. Ciri utamanya adalah bermasalah dalam perhatian dan hiperaktivitas. Penderita ADHD memiliki masalah dalam hal memperhatikan. Mereka bisa jadi jauh lebih aktif dan/atau lebih impulsif dibandingkan orang-orang seusianya. Gangguan ini mempengaruhi masalah-masalah yang signifikan dalam hubungan, belajar, dan perilaku para penderitanya.
Gangguan ini banyak ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa. ADHD lebih banyak diderita oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Namun, penderita gangguan ini juga dapat hidup normal dan tumbuh menjadi orang sukses, seperti Michael Phelps, atlet renang pemenang medali emas Olimpiade, yang didiagnosis menderita ADHD saat kanak-kanak.
Gejala
Gejala ADHD dimulai sebelum anak berusia tujuh tahun. Anak penderita ADHD yang kurang bisa memperhatikan akan memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut:
- Kesulitan mengikuti instruksi
- Kesulitan mempertahankan perhatian dalam mengerjakan sesuatu atau bermain, baik di sekolah maupun di rumah
- Kehilangan barang-barang yang dibutuhkan dalam beraktivitas, baik di sekolah maupun di rumah
- Tampak tidak mendengarkan
- Tidak memperhatikan detail-detail dengan baik
- Tampak kacau
- Bermasalah dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan di awal
- Sering lupa
- Mudah bimbang
Gejala ADHD
Anak penderita ADHD yang hiperaktif atau impulsif paling tidak memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut ini.
- Gugup
- Berlari dan memanjat di tempat-tempat yang tidak seharusnya
- Tidak bisa bermain dengan tenang
- Menjawab tanpa berpikir
- Mengganggu orang lain
- Tidak bisa duduk dengan tenang
- Terlalu banyak bicara
- Selalu pergi
- Kesulitan menunggu gilirannya
Anak penderita ADHD menunjukkan gejala-gejala tersebut setidaknya selama 6 bulan.
Penyebab
Anak penderita ADHD tidak memproduksi kimiawi yang cukup di area-area kunci di otak, yang bertanggung jawab mengorganisasi pikiran. Tanpa memiliki kimiawi yang cukup, pusat organisasi otak tidak akan berfungsi dengan baik. Inilah gejala-gejala yang terjadi pada anak yang menderita ADHD. Riset menunjukkan bahwa ADHD merupakan masalah genetik karena lebih banyak diderita oleh anak-anak yang memiliki kerabat dekat yang menderita gangguan ini. Riset baru-baru ini juga menghubungkan rokok dan penyalahgunaan obat selama masa kehamilan dengan ADHD. Terpapar racun lingkungan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Pengobatan
Obat bagi penderita ADHD di antaranya methylphenidate, dextroamphetamine, atomoxetine, serta obat yang menggabungkan antara dextroamphetamine dengan amphetamine. Obat-obat ini dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi serta menurunkan perilaku impulsif dan hiperaktif. Penggunaan obat-obat ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.
Selain obat-obatan, peranan orang-orang di sekitar penderita ADHD juga sangat dibutuhkan. Upaya bersama antara orangtua, guru, dan dokter adalah cara terbaik untuk membantu anak penderita ADHD. Anak yang menderita ADHD mungkin menyulitkan bagi orangtua. Mereka mungkin memiliki kesulitan memahami petunjuk dan aktivitas konstan mereka bisa menjadi hal yang menantang bagi orang dewasa. Anak penderita ADHD juga cenderung membutuhkan pola dan harapan yang lebih jelas. Mungkin kebiasaan hidup di rumah tangga perlu diubah sedikit untuk membantu anak yang menderita ADHD.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Buatlah jadwal
- Buatlah aturan-aturan sederhana di rumah
- Pastikan petunjuk dapat dipahami
- Berikan penghargaan atas perilaku baik
- Pastikan anak diawasi sepanjang waktu
- Perhatikan ketika anak bersama teman-temannya
- Aturlah rutinitas mengerjakan PR
- Fokuslah pada usaha, bukan nilai
- Bicaralah pada gurunya
Konseling dan terapi juga bisa membantu menangani ADHD. Keluarga dapat berkonsultasi dengan spesialis untuk menangani anak penderita ADHD yang berkaitan dengan masalah perilaku dan belajarnya.
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat memperburuk perilaku hiperaktif pada beberapa anak. Konsultasikan pada ahli gizi mengenai makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh anak penderita ADHD.






