logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Artikel Umum Macam-Macam Penyakit    Adhd

Mengenal dan Menangani ADHD

Oleh: AnneAhira.com Content Team

ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf perilaku. Ciri utamanya adalah bermasalah dalam perhatian dan hiperaktivitas. Penderita ADHD memiliki masalah dalam hal memperhatikan. Mereka bisa jadi jauh lebih aktif dan/atau lebih impulsif dibandingkan orang-orang seusianya. Gangguan ini mempengaruhi masalah-masalah yang signifikan dalam hubungan, belajar, dan perilaku para penderitanya.

Gangguan ini banyak ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa. ADHD lebih banyak diderita oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Namun, penderita gangguan ini juga dapat hidup normal dan tumbuh menjadi orang sukses, seperti Michael Phelps, atlet renang pemenang medali emas Olimpiade, yang didiagnosis menderita ADHD saat kanak-kanak.

Gejala

Gejala ADHD dimulai sebelum anak berusia tujuh tahun. Anak penderita ADHD yang kurang bisa memperhatikan akan memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut:

  • Kesulitan mengikuti instruksi
  • Kesulitan mempertahankan perhatian dalam mengerjakan sesuatu atau bermain, baik di sekolah maupun di rumah
  • Kehilangan barang-barang yang dibutuhkan dalam beraktivitas, baik di sekolah maupun di rumah
  • Tampak tidak mendengarkan
  • Tidak memperhatikan detail-detail dengan baik
  • Tampak kacau
  • Bermasalah dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan di awal
  • Sering lupa
  • Mudah bimbang

Gejala ADHD

Anak penderita ADHD yang hiperaktif atau impulsif paling tidak memiliki 6 atau lebih gejala-gejala berikut ini.

  • Gugup
  • Berlari dan memanjat di tempat-tempat yang tidak seharusnya
  • Tidak bisa bermain dengan tenang
  • Menjawab tanpa berpikir
  • Mengganggu orang lain
  • Tidak bisa duduk dengan tenang
  • Terlalu banyak bicara
  • Selalu pergi
  • Kesulitan menunggu gilirannya

Anak penderita ADHD menunjukkan gejala-gejala tersebut setidaknya selama 6 bulan.

Penyebab

Anak penderita ADHD tidak memproduksi kimiawi yang cukup di area-area kunci di otak, yang bertanggung jawab mengorganisasi pikiran. Tanpa memiliki kimiawi yang cukup, pusat organisasi otak tidak akan berfungsi dengan baik. Inilah gejala-gejala yang terjadi pada anak yang menderita ADHD. Riset menunjukkan bahwa ADHD merupakan masalah genetik karena lebih banyak diderita oleh anak-anak yang memiliki kerabat dekat yang menderita gangguan ini. Riset baru-baru ini juga menghubungkan rokok dan penyalahgunaan obat selama masa kehamilan dengan ADHD. Terpapar racun lingkungan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Pengobatan

Obat bagi penderita ADHD di antaranya methylphenidate, dextroamphetamine, atomoxetine, serta obat yang menggabungkan antara dextroamphetamine dengan amphetamine. Obat-obat ini dapat meningkatkan perhatian dan konsentrasi serta menurunkan perilaku impulsif dan hiperaktif. Penggunaan obat-obat ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter.

Selain obat-obatan, peranan orang-orang di sekitar penderita ADHD juga sangat dibutuhkan. Upaya bersama antara orangtua, guru, dan dokter adalah cara terbaik untuk membantu anak penderita ADHD. Anak yang menderita ADHD mungkin menyulitkan bagi orangtua. Mereka mungkin memiliki kesulitan memahami petunjuk dan aktivitas konstan mereka bisa menjadi hal yang menantang bagi orang dewasa. Anak penderita ADHD juga cenderung membutuhkan pola dan harapan yang lebih jelas. Mungkin kebiasaan hidup di rumah tangga perlu diubah sedikit untuk membantu anak yang menderita ADHD.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Buatlah jadwal
  • Buatlah aturan-aturan sederhana di rumah
  • Pastikan petunjuk dapat dipahami
  • Berikan penghargaan atas perilaku baik
  • Pastikan anak diawasi sepanjang waktu
  • Perhatikan ketika anak bersama teman-temannya
  • Aturlah rutinitas mengerjakan PR
  • Fokuslah pada usaha, bukan nilai
  • Bicaralah pada gurunya

Konseling dan terapi juga bisa membantu menangani ADHD. Keluarga dapat berkonsultasi dengan spesialis untuk menangani anak penderita ADHD yang berkaitan dengan masalah perilaku dan belajarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat memperburuk perilaku hiperaktif pada beberapa anak. Konsultasikan pada ahli gizi mengenai makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh anak penderita ADHD.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kanker Tulang, Salah Satu Penyakit Tulang Berbahaya
  • Mengenal Penyakit Otot Jantung Kardiomiopati
  • Mengenal dan Mengendalikan Asam Urat
  • Pengertian Kelenjar Getah Bening
  • Macam-Macam Penyakit Dalam : Pengetahuan yang Membanggakan
  • Penyebab Pembengkakan Kelanjar Limfa
  • Mengenal dan Mencegah Penyakit Sifilis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA