Kehebatan Produk Buatan Jerman, Adidas!

Merek Adidas dengan lambang tiga garis ini keberadaannya memang tak lekang oleh waktu. Jenis produknya pun berbagai macam, mulai dari sepatu, kaos, jaket, tas, hingga aksesori juga parfum, dan termasuk salah satu brand yang paling populer di kalangan remaja dan orang dewasa, baik untuk pria maupun wanita. Kenyamanan serta tampilannya yang unik memang menambah nilai prestigius tersendiri bagi pemakainya. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang begitu fanatik dengan loyalitas tinggi, sehingga tampilannya dari atas ujung rambut hingga ujung kaki menggunakan Adidas.
Sejarah Singkat
Jika dilihat sekilas, nama “Adidas” merupakan akronim dari pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, dan muncul pertama kali pada tahun 1920-an di Herzogenaurach, Bavaria. Awal pembuatannya pun cukup sederhana, berawal di dapur ibunya, yang ia kerjakan dengan bantuan sang kakak, Rudolf (Rudi) Dassler. Keuletan Adolf dalam membuat sepatu berbuah hasil saat pelari cepat asal Amerika keturunan Afrika-Amerika, Jesse Owens, mengenakan sepatu Adidas pada Olimpiade Musim Panas di tahun 1936. Kala itu, Owens memenangkan empat medali emas dan dalam waktu singkat, pamor Adidas meroket dengan penjualan hingga 20 ribu pasang tiap tahunnya.
Saat perang dunia II merebak, kadua kakak-beradik ini bergabung dengan Nazi dan terjadi perselisihan di antara mereka. Bahkan saat Rudi tertangkap oleh sekutu, ia yakin bahwa adiknya lah yang melaporkan keberadaannya. Konflik yang makin panas tersebut berimbas pada lini sepatu yang telah mereka rintis bersama. Setelah berujung perpecahan, Rudi kemudian menciptakan lini sepatunya sendiri, Ruda, yang kini lebih dikenal dengan nama Puma.
Filosofi Adidas
Berbicara mengenai lambang, Adolf pertama kali memperkenalkan logo Adidas di tahun 1949, dan digunakan untuk aparel (produk selain sepatu) di tahun 1967. Tiga garis yang menyerupai gunung tersebut juga memiliki nilai filosofi; bahwa tantangan dapat dilihat dari awal dan ini mesti dihadapi agar tujuan akhir bisa tercapai. Sejak awal diluncurkannya, Adidas telah mengganti logonya sebanyak empat kali sejak pertama kali diluncurkan, terakhir di tahun 2005. Meski begitu, esensi dari filosofinya sama sekali tak ditinggalkan.
Makin Melaju Pesat
Merek dengan slogan “Impossible is Nothing” ini banyak mengeluarkan produk untuk berbagai macam jenis olahraga, seperti sepakbola, lari, tenis, golf, basket, skateboard, cricket, hingga rugby. Di akhir tahun 1990, Adidas memfokuskan dirinya di tiga bagian: Adidas Performance (untuk atlet dan penggemar olahraga), Adidas Originals (untuk gaya hidup dan penampilan), dan Style Essentials (untuk generasi Y-3). Meski pamornya terus meningkat, Adidas tak pernah lelah untuk memperkuat dan mempromosikan diri serta terus mengembangkan sayapnya.
Mulai dari mensponsori tim olahraga kenamaan dunia (tim nasional sepakbola Jerman dari tahun 1954 hingga setidaknya 2018) memilih ikon personal sebagai ambassador (Andy Murray—Tenis, Mark Gonzales—skateboard, hingga kerjasama dengan Stella McCartney dan banyak desainer ternama lainnya), serta mengakuisi rivalnya di tahun 2005, Reebok. Merek Taylor-Made Adidas Golf serta Rockport juga berada di bawah naungan Adidas. Kini, saingan terbesar yang dimiliki Adidas adalah Nike.






