logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Interaksi Sosial

Bhinneka Tunggal Ika dalam Agama dan Masyarakat


Ilustrasi agama dan masyarakat

Sebagai negara majemuk, Indonesia dituntut untuk maju secara konsisten dalam mengembangkan bangsanya. Meskipun demikian, kemajemukan yang seyogianya berfungsi sebagai landasan kekayaan dan pengembangan bangsa dan, kerap menjadi batu sandungan dengan banyaknya konflik. Konflik antarsuku hingga konflik agama dan masyarakat.

Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim yang menjadi mayoritasnya, Indonesia diharapkan menjadi contoh bagi bangsa lain dalam hal kerukunan antarumat beragama. Dengan masuknya agama dan kepercayaan Kong Hu Chu sebagai agama yang telah disahkan oleh negara, keimanan antar umat semakin diuji.

Hal ini dibuktikan dengan dituntutnya warga masyarakat Indonesia untuk saling toleransi antarumat beragama. Baik toleransi tentang keagamaannya hingga perayaan hari raya keagamaan. Masyarakat Indonesia yang masih menyimpan mental kedaerahan, dikhawatirkan membangun mental tersebut dalam kehidupan keberagamaan.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin, akan memicu terjadi konflik antarumat beragama dengan saling mencemooh dan menjelek-jelekkan agama lain serta menganggap agamanyalah yang paling benar, seperti yang sempat terjadi beberapa tahun silam hingga terjadi pertumpahan darah.

Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti 'berbeda-beda tetapi tetap satu jua' merupakan semboyan yang luhur. Semboyan ini pula yang diucapkan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dalam pidatonya di Universitas Indonesia beberapa waktu silam. Ia pun mengamini bahwa semboyan tersebut memiliki makna yang dalam serta memiliki tujuan yang luhur, yaitu mempersatukan kemajemukan bangsa.

Tidak sekadar semboyan belaka, Bhinneka Tunggal Ika sebaiknya menjadi semangat pemersatu bangsa karena keberagaman tiada artinya jika tidak memiliki satu tekad dan tujuan yang sama.

Maka dari itu, semangat keberagaman yang satu inilah yang patut ditanam dan ditumbuhkembangkan secara berkesinambungan dan bersama-sama agar dapat meredam, bahkan menghilangkan konflik keberagamaan yang seringkali terjadi di Indonesia.

Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat Indonesia sebaiknya mendalami kembali pemaknaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan yang telah disadari oleh para leluhur bangsa beratus-ratus tahun silam.

Semboyan yang mampu mempersatukan keberagaman agama dan masyarakat dari Sabang hingga Merauke agar bangsa ini tidak lagi berjalan pincang dengan selalu berkonflik di dalam negerinya sendiri sehingga tidak mampu bersaing ke pentas internasional.

Mari kita bersama-sama eratkan genggaman tangan. Satukan visi, misi, dan hati. Mengenyahkan segala perbedaan yang ada agar kita semakin tangguh dan menjadi barometer dunia internasional. Tidak lagi menjadi bangsa tingkat ketiga.

Agama dan Masyarakat

Agama dan sekelompok masyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masyarakat tidak bisa hidup tanda adanya agama yang menjadi pedoman hidupnya. Agama yang mengatur kehidupan masyarakat sebagai pemeluknya.

Dalam negara kita yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda tetap satu jua, agama dan masyarakat sangat diatur. Kita tidak bisa hidup tanpa adanya seperangkat aturan yang mengatur kehidupan kita menjadi teratur dan tertib. Agama merupakan salah satu pedoman atau acuan yang bisa mengatur kehidupan masyarakat.

Agama dan sekelompok masyarakat merupakan isu yang sangat sensitif. Hal ini dikarenakan keyakinan yang tidak sama antara orang yang satu dengan yang lainnya. Agama yang berkembang di masyarakat pun tidak hanya satu. Namun, apapun agamanya yang jelas, masyarakat akan mematuhi apa yang diajarkan oleh agama mereka.

Agama dan masyarakat seakan-akan menjadi sebuah kehidupan itu sendiri. Masyarakat yang menjalankan ajaran suatu agama akan menjadikannya sebagai pengatur kehidupannya, mulai dari sejak dilahirkan sampai ajal menjemput.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dan dapatkan dari agama yang berkembang dalam masyarakat ini. Dengan agama kita bisa saling bercermin dan berlomba-lomba dalam menonjolkan kebaikan, terutama di negara yang Bhinneka Tunggal Ika ini.

Apa yang kita peroleh dari pemahaman agama yang berkembang dalam masyarakat ini bisa kita jadikan sebagai landasan untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik lagi. Mereka yang tidak memahami agama dalam masyarakat tidak akan bisa menjalankan kehidupan dan fungsi mereka dalam masyarakat, terutama masyarakat yang majemuk.

Agama yang Berkembang di Indonesia

Indonesia memiliki kepercayaan agama yang beragam. Dengan kata lain, Indonesia menganut agama lebih dari satu. Ada setidaknya lima agama yang diakui oleh pemerintah yang berkembang di Indonesia.

Banyaknya agama yang berkembang di Indonesia bukan berarti tidak menjadi masalah yang berarti. Mengingat keyakinan merupakan hal yang sangat sensitif, sementara ajaran agama masing-masing belum bisa dikatakan menjaga kerukunan antar umat beragama, namanya benturan tentu saja tidak bisa dihindari.

Namun, bukan berarti tidak bisa mengatur masyarakatnya untuk memiliki hanya satu agama saja, masalah keyakinan memang tidak bisa diselesaikan seperti perkara hukum. Masalah agama tidak bisa kita jadikan sebagai tameng untuk memecahkan persatuan.

Memang jika dipikir-pikir bagaimana mengatur masyarakat yang terdiri dari beberapa keyakinan dalam sebuah negara. Tetapi di Indonesia bisa menjalankannya. Hal itu dikarenakan juga andil dari semboyan negara kita Bhinneka Tungga Ika yang memang cocok diterapkan di sini.

Mungkin agama yang beragam inilah yang menjadi salah satu dasar mengapa dipilih semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini. Agama yang mengatur hidup masyarakat, sehingga dengan agama inilah masyarakat bisa menjalani fungsinya sebagai anggota masyarakat dalam sebuah negara.

Agama yang diatur oleh negara ini hidup rukun, dengan menjiwai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bukan berarti Indonesia tidak pernah diwarnai dengan pertikaian yang disebabkan atau dilatarbekalangi oleh agama ini. Misalnya kita tentu masih ingat dengan kerusuhan di Ambon beberapa waktu lalu.

Kerusuhan itu sinyalir karena isu agama, padahal sebenarnya itu disebabkan oleh pihak aparat yang tidak bisa menyelesaikan pertikaian warga yang akhirnya merembet ke persoalan agama. Namun, hal itu sudah kita jadikan pelajaran dalam menghadapi daerah konflik supaya tidak lagi menyebar menyangkut agama.

Agama yang berkembang di Indonesia yang beragam ini menjadi sebuah motivasi bagi penduduk Indonesia untuk menghargai sesama. Bukankah pada dasarnya setiap agama itu mengajarkan kebaikan untuk sesama.

Memang tuhan yang kita sembah berbeda menurut keyakinan masing-masing, namun bukan berarti itu kita jadikan sebagai pemicu untuk membuat keributan atau huru-hara. Bukan pula sebagai alasan untuk menjelek-jelekkan agama lain. Di sini letaknya tantangannya memiliki beragam agama dalam sebuah negara.

Patut kita beri apresiasi untuk petinggi negara ini yang merumuskan semboyan yang memang mengatur kehidupan agama dalam masyarakat di Indonesia dengan bijaksana. Bhinneka Tunggal Ika menjadi pilihan mereka untuk merangkul semua masyarakat yang menganut agama dan keyakinan yang berbeda-beda.

Kerukunan Hidup Antar Agama

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan berarti tidak memiliki makna apapun, atau hanya sekadar semboyan belaka. Demikian pun tidak saja digunakan hanya sekadar untuk keutuhan bangsa, tetapi ada makna lain yang tersimpan di dalamnya.

Dengan semboyan ini, diharapkan semua masyarakat Indonesia bisa hidup rukun. Jangan menyiakan perjuangan para pendahulu kita yang sudah bersusah payah merangkul semua lapisan masyarakat yang berbeda suku, budaya, adat istiadat serta agama ini.

Kerukunan hidup antar agama di Indonesia ini sangat penting untuk kita jaga dan kita lestarikan, bila perlu kita budayakan. Jika sudah demikian, halangan atau rintangan sekecil apapun bisa kita atasi tanpa harus menimbulkan perpecahan.

Agama dan masyarakat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini menjadi salah satu hal penting yang diatur oleh negara. Pengaturan ini sangatlah penting dipertahankan sampai nanti, dan kita harus membuktikan meskipun kita berbeda tetapi bila sudah menyangkut negara kita pikul bersama-sama.

Setiap agama tentu juga mengajarkan bagaimana mengabdi kepada negara, dan itu merupakan sebuah kewajiban bersama. Jadi, apa yang diajarkan dalam agama dengan apa yang disemboyankan itu sejalan. Keduanya sama-sama mengerucut untuk kesatuan dan keutuhan bangsa.

Perlu ditanamkan dalam masyarakat Indonesia arti penting persatuan dan kesatuan di tengah beragamnya agama dan masyarakat di Indonesia. Indonesia yang kaya akan keberagaman ini memang sudah sepantasnyalah menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan hidupnya.

Sebagai warga negara yang baik, tentu saja kita harus menjiwai semboyan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan biarkan rintangan yang disebabkan karena hal-hal yang sensitif memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Berbagai kerusuhan yang terjadi, entah dikarenakan latar belakang budaya, suku, politik, ekonomi, hukum, bahkan agama yang pernah terjadi, kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga. Di sinilah arti penting agama dan masyarakat yang bersatu, karena bisa mengatasi perpecahan.

Akhir kata agama dalam masyarakat janganlah kita jadikan sebagai alasan untuk saling bertikai, saling menganggap agama kita yang paling baik, budaya kita yang paling baik, dan isu yang berbau SARA lainnya. 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Manusia
  • Bergaul untuk Kebaikan Diri dan Lingkungan
  • Wujud Nyata Gotong Royong dalam Masyarakat Indonesia
  • Pintar Melakukan Negosiasi
  • Inilah Tip Diskusi di Dunia Maya
  • Norma Agama, Bagian dari Naluri Manusia
  • Selamatkan Nasib Pembantu Rumah Tangga!
  • Membentuk Rasa Kekeluargaan di Rumah Kos Mahasiswa
  • Budaya, Sosial dan Interkasi Sosial
  • Ucapan Tahun Baru - Doa dan Ungkapan Kegembiraan
  • Serba-Serbi Basa Basi
  • Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat
  • Makalah Interaksi Sosial
  • Ciri Ciri Masyarakat - Berkumpul dan Berinteraksi
  • Belajar Interaksi Sosial Masyarakat dari Anto Baret
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA