Menjelajahi Tiga Air Terjun Tertinggi di Dunia
Ilustrasi air terjun tertinggi di dunia
Bagi para pecinta wisata air terjun, menjelajahi air terjun tertinggi di dunia pasti akan menjadi hal yang paling mengesankan. Apalagi jika Anda bosan dengan wisata yang menyuguhkan keindahan laut atau ketenangan danau. Memandangi air dengan volume cukup besar yang jatuh secara bebas serta merasakan kesegaran airnya yang menyapa wajah dan bagian tubuh lainnya merupakan perpaduan sempurna yang membentuk satu keindahan alam dengan kesan tersendiri.
Pada dasarnya, air terjun merupakan formasi geologi dari arus air yang mengalir yang berawal dari suatu formasi bebatuan yang telah mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Ini sebabnya beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan yang sering terjadi erosi. Namun, air terjun tidak selalu terbentuk secara alami. Keindahan air terjun juga dapat dibuat oeh tangan manusia seperti yang biasa ditemukan di taman.
Banyaknya wilayah pegunungan di belahan dunia yang mengalami erosi, membuat banyak pula ditemukan air terjun dengan keunikan dan keindahan masing-masing. Beberapa diantaranya begitu menonjol hingga terkenal di seluruh dunia entah itu karena lebarnya, volume airnya yang lebih besar dari yang lain, karena fenomena alam yang terdapat di dalamnya, atau karena ketinggiannya yang mencapai ribuan kaki di atas permukaan tanah.
Beberapa orang senang menikmati keindahan wisata air terjun dan mengabadikannya dalam beberapa jepretan foto. Beberapa orang lainnya yang gemar mendaki gunung, ikut terpancing untuk bisa menaklukkan tinggi dari sebuah air terjun, termasuk yang menjadi air terjun tertinggi di dunia. Lalu, di manakah letak air terjun tertinggi di dunia tersebut? Berikut ini tiga air terjun yang memiliki tinggi paling mencengangkan di dunia.
Air Terjun Tertinggi di Dunia Ketiga - Utigord Falls (818 meter)
Di urutan ketiga ditempati oleh Utigord Falls atau Utigardsfossen yang tingginya mencapai 2685 kaki atau sekitar 818 meter. Utigord Falls berlokasi di wilayah Stryn, Sogn og Fjordane, Norwegia, kurang lebih 10 km arah tenggara Desa Loen dan Olden. Berada tepat dekat pegunungan Ramnefjellet yang telah membunuh lebih dari 100 orang akibat tanah longsor di tahun 1905 dan 1936, menyebabkan Utigord Falls terkenal juga dengan sebutan Ramnefjellsfossen.
Utigord Falls ini ‘diisi’ oleh glasier (salju yang mencair) dari gunung Ramnefjellbreen yang akhirnya akan mengalir ke Danau Lovatnet. Total jatuhnya air setinggi 818 meter ini terbagi dalam tiga jeram yang jatuh bebas dengan tumpahan yang jatuh bebas terpanjang adalah sepanjang 2000 kaki atau sekitar 600 meter. Berdasarkan aliran air yang kecil, Utigord Falls menjadi salah satu dari beberapa air terjun inti di Norwegia yang belum terdaftar dalam penggunaan hidroelektrik.
Untuk bisa berada dan menikmati keindahan Utigord Falls, beberapa jenis kendaraan bisa anda gunakan. Air terjun ini bisa dicapai dengan mudah menggunakan jalur air atau darat.
Untuk jalur air, Anda dapat menyewa sebuah kapal atau perahu untuk sampai ke air terjun tertinggi ketiga di dunia ini.Sementara, jika Anda lebih memilih untuk mempergunakan jalur darat, mulailah mendaki rute-rute yang ada dan Anda juga akan menemukan tempat berkemah dalam jarak pendakian dari dasar air terjun.
Air Terjun Tertinggi di Dunia Kedua - Tugela Falls (947 meter)
Dengan ketinggian mencapai 3110 kaki atau sekitar 947 meter, Tugela Falls menjadi air terjun tertinggi kedua di dunia. Terletak di Drakensberg (Gunung Dragon) di Taman Nasional Royal Natal, Provinsi KwaZulu-Natal, Republik Afrika Selatan, air terjun ini bersumber dari Sungai Tugela yang juga berasal dari Dataran Tinggi Mont-Aux-Sources (puncak tertinggi di dataran tinggi tersebut). Air di Tugela Falls inii juga aman bagi Anda yang tergiur untuk meminumnya.
Air terjun ini jatuh dalam lima lompatan. Setelah hujan deras, pemandangan menakjubkan jelas terlihat. Sekitar 18 air terjun muncul di sepanjang Amphitheater. Anda dapat menikmati keindahan air ‘tumpah’ tersebut dari jalan utama turis hingga ke taman berupa air yang berkilauan akibat dari pembiasan sinar matahari sore. Di musim dingin, sering wilayah ini tertutup salju, bagian atas Tugela Falls ini akan membeku membentuk pilar-pilar es yang indah, menjadikannya salah satu pemandangan langka untuk dinikmati.
Untuk menjangkau Tugela Falls terdapat dua jalur. Jalur paling spektakuler adalah menuju puncak Mont-Aux-Sources yang dimulai dari wilayah parkir mobil Sentinel (melalui Phuthaditjhaba sekitar 2 jam berkendara dari Taman Nasional Royal Natal, 90 menit dari Harrismith, atau 80 menit dari Taman Nasional Golden GateHighlands). Dari sini Anda relatif lebih mudah untuk mendaki ke puncak Amphitheater dan akses menuju puncaknya bisa melalui dua rangkaian tangga.
Sementara itu, jalur lainnya adalah menuju kaki Tugela Falls yang dimulai dari Taman Nasional Royal Natal. Anda bisa menyusuri lereng menanjak sejauh 7 km melewati hutan lokal. Dan bagian terakhir dari pendakian menuju Tugela Falls ini adalah lompatan batu besar dimana terdapat beberapa rangkaian tangga yang akan membawa Anda menuju pemandangan air terjun yang luar biasa menakjubkan.
Air Terjun Tertinggi di Dunia Pertama - Angel Falls (979 meter)
Hingga saat ini, Angel Falls tercatat sebagai air terjun tertinggi di dunia. Tidak ada air terjun di belahan dunia manapun yang menandingi ketinggian 3.212 kaki atau sekitar 979 meter yang dimiliki Angel Falls ini. Terletak di The Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela, Angel Falls merupakan air terjun jatuh bebas tertinggi dengan jatuh tanpa hambatan sekitar 2.647 kaki (807 meter).
Angel Falls dikenal oleh publik dunia setelah ditemukan secara resmi oleh James Crawford Angel yang mendaratkan pesawatnya di dekat air terjun saat sedang terbang mencari lokasi tambang emas pada 1936. Sebenarnya, air terjun ini pertama kali dilihat pada abad ke-20 oleh oleh penjelajah Ernesto de Santa Cruz. Namun hingga ditemukan oleh James Crawford Angel, keberadaannya tidak dikenal.Untuk mengenang sang penemunya, air terjun tertinggi di dunia ini pun diberi nama Angel.
Oleh penduduk lokalnya sendiri, air terjun yang ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949 ini diberi nama Kerepakupai Vena yang artinya "air terjun di tempat terdalam" atau Parakupa Vena (jatuh dari titik tertinggi). Sementara, bangsa Spanyol yang juga sempat menjajah Amerika Selatan menyebut air terjun ini sebagai ‘Salto Angel’.
Jika Anda berkesempatan untuk berkunjung ke Venezuela, sempatkanlah diri Anda untuk menikmati keindahan alam yang merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela ini. Untuk menjangkaunya, Anda harus terbang dari Puerto Ordaz atau Ciudad Bolivar menuju Canaima Camp.
Setelah sampai di tempat tersebut, Anda harus melanjutkan perjalanan dengan mengarungi sungai hingga sampai ke lokasi. Sayangnya, sungai yang harus dilalui ini hanya dipenuhi air antara bulan Juni hingga Desember. Anda bisa menikmati keindahannya dari bawah atau jika Anda penasaran untuk bisa berada di puncak, cobalah menaklukkan ketinggiannya.
Beberapa orang sudah pernah mendaki air terjun tertinggi di dunia ini, dan yang tercatat sukses menaklukkan tingginya yang nyaris 1 km itu di antaranya John timo, George Bogel, David Nott, dan Paul Straub yang berhasil mencapai puncak pada 13 Januari 1971 setelah 9 1/2 hari pendakian
Ketiga air terjun tertinggi di dunia tersebut menebarkan pesonanya ke seluruh penjuru dunia. Mereka menunggu para pecinta keindahan alam maupun pecinta olahraga ekstrem untuk sekedar mengagumi keindahannya, merasakan segar airnya, ataupun menaklukkan ketinggiannya. Berani mencoba?

