Beberapa Pokok Ajaran Syiah
Syiah sebagai aliran Islam pada akhirnya bukan hanya organisasi politik semata. Pada kenyataannya, Syiah sudah menjadi aliran keagamaan tersendiri dalam sendi khazanah Islam.
Bagaimana tidak, Syiah kemudian melahirkan sekte-sekte turunannya yang kemudian tersebar di penjuru dunia yang jumlahnya mencapai 22 sekte. Lantas para ahli melakukan klasifikasi mengenai sekte-sekte Syiah tersebut ke dalam empat kelompok besar: Imamiyah, Zaidiyah, Kaisaniyah, dan Kaum Gulat.
Ajaran Syiah
Perbedaan pandangan dalam konsep Imamah (kepemimpinan) yang menjadikan sekte-sekte ini bermunculan. Sebagaimana diketahui dalam kasus aliran Syiah, bahwa persoalan Imamah merupakan salah satu doktrin Syiah yang tetap menjadi prinsip.
Persoalan pemimpin, mereka punya pandangan yang diyakini turun temurun. Berikut penjelasannya dan beberapa doktrin lainnya yang terdiri atas masalah tauhid, taqiyah, mut’ah, bada, dan lain-lain.
Imamah
Syiah berpendapat, imam adalah dasar dari ajaran Islam, tidak sempurna iman seseorang kecuali dia harus percaya kepada imam. Bagi mereka imam sama kedudukan setingkat nabi, bahkan ada yang mengatakan melebihi. Imam pun dipilih oleh nash Tuhan, maka seorang imam tentu dijaga dari segala kesalahan (ma’shum) seperti halnya Nabi.
Maka jadilah Syiah begitu mensucikan dan mengagungkan imam mereka yang dipercaya mendapat wasiat Nabi untuk menggantikannya. Dan wasiat tersebut berisi pemindahan kepemimpinan kepada Ali bin Abi Thalib dan keturunannya yang terakhir. Begitulah Syiah berpendapat.
Tauhid
Secara umum, Syiah mempercayai bahwa Tuhan mereka adalah Allah Swt. Hanya saja ada pandangan-pandangan mendasar dalam hal yang kemudian disebut dengan konsep Tauhid ini. Mereka percaya bahwa Allah adalah tunggal dan tidak ada sekutu. Berdoa hanya kepada Allah.
Tetapi dalam Syiah, mereka kemudian menyebut-nyebut; wahai Ali.. wahai Husain.. dan keturunan Ali lainya saat berdoa. Mereka meminta-minta pada orang yang sudah meninggal yang dalam aliran Sunni sebagai aliran terbesar Islam dunia sebagai dosa.
Selain itu, Syiah juga tidak mengakui bahwa Allah bersifat maha mendengar dan melihat. Alasanya jika Allah demikian, maka Allah sama saja dengan manusia. Syiah juga meyakini Allah tidak bisa melihat hal-hal yang akan terjadi.
Bada'
Bada’ secara bahasanya munculnya pendapat baru. Dalam konteks terminologi, Syiah meyakini bahwa Allah mampu mengubah peraturan atau keputusan yang semula telah ditetapkan dan menggantinya dengan yang baru. Sederhananya, ilmu Allah itu dinamis karena bisa saja berubah-ubah sesui kebutuhan dan fenomena terkini
Taqiyah
Taqiyah merupakan tindakan menyembunyikan kebenaran dan menutupi keyakinannya dari orang-orang yang berbeda dengan Syiah. Tujuannya untuk menjaga dari marabahaya yang bisa saja menghampiri masalah harta, kekuasaan, dan juga aqidah.
Taqiyah ini kemudian posisinya seperti Sholat. Jika dilanggar maka pelakunya berdosa dan jatuh menjadi kafir. Tidak melakukan taqiyah, berarti belum sempurna agama seseorang.
Roj'ah
Konsep roj’ah merupakan suatu doktrin tersendiri bagi masyarakat Syiah. Roj’ah berarti kembali atau pulang. Mereka meyakini imam mereka akan kembali turun ke muka bumi, untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di bumi. Sebagaimana kita tahu, bahwa Imam Mahdi yang merupakan keturunan dari imam mereka hingga hari ini dinanti.
Nikah Mut'ah
Ringkasnya mut’ah adalah kawin kontrak. Sebuah pernikahan yang hanya berorientasi pada kesenangan semata. Suami tak terbebani nafkah, tempat tinggal, dan melahirkan ahli waris bagi si istri. Syiah mengatakan kalau nikah mut’ah adalah halal dan dianggap sebagai kebiasaan yang baik menjalin tali silatirahim.
Begitulah segelintir doktrin-doktrin atau ajaran Syiah yang berlaku di dalam aliran Syiah. Semoga tulisan ini membawa manfaat dan menambah wawasan bersama.






