Akhlak Islam Adalah Tuntutan Iman
Ilustrasi akhlak islam
Akhlak Islam merupakan identitas yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam. Akhlak Islam pada dasarnya sama dengan akhlak-akhlak yang diajarkan oleh agama lain, yaitu mengajarkan agar umat manusia berperilaku baik dan tidak menyakiti antara sesama.
Hal yang membedakan antara akhlak Islam dengan akhlak yang diajarkan oleh agama lain adalah acuannya atau pedomannya. Pedoman umat muslim ketika bertingkah atau identitas akhlak Islam didapat melalui Al-Qur'an dan hadist nabi. Tingkah dan perilaku Nabi Muhammad menjadi gambaran akhlak Islam yang ideal.
Akhlak adalah perangai atau karakter seseorang ketika bertindak dan berprilaku. Dalam Islam, sebagai sebuah agama yang juga menjadi identitas seorang muslim, akhlak Islam menjadi sebuah pusat perhatian tersendiri. Bahkan, islam diturunkan ke muka bumi bertujuan untuk membenahi dan memperindah akhlak manusia.
Bahwa hal ini mengacu pada kisah Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Nabi Muhammad memang diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak semua manusia di bumi. Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyempurnakan akhlak Islam maupun akhlak manusia lainnya.
Hal ini dapat Anda lihat dalam sabda Rasulullah. Rasul SAW pernah bersabda,
"Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak". (HR.Ahmad)
Mengapa Seorang Muslim harus Beridentitas Akhlak sebagai Akhlak Islam?
Mengapa akhlak Islam sedemikian penting bagi umat muslim? Pertanyaan seperti itu sebenarnya tidak perlu lagi ditanyakan, karena akhlak Islam merupakan identitas yang ideal bagi setiap muslim. Secara umum dijelaskan karena akhlak adalah ciri setiap individu dalam mengisi hidupnya. Akhlak adalah bagaimana seseorang beramal untuk kehidupannya di dunia.
Akhlak tak hanya keshalihan individu, tetapi juga menjadi kebaikan kolektif yang menjadikan hidupnya maju dan berkembang. Akhlak tak hanya menyoroti masalah ibadah ritual, atau bagaimana berprilaku terhadap tetangga, tetapi juga etos kerja, manajemen diri dan waktu, dan sifat serta kebiasaan baik lainnya. Hal-hal seperti itulah yang menjadi identitas akhlak Islam yang sesungguhnya.
Akhlak Islam tidak membenarkan umat atau penganutnya untuk mengabaikan hubungan dengan sesama manusia. Beriman bukan berarti beribadah tanpa henti dengan mengacuhkan lingkungan sekitar. Begitupun hubungan dengan Allah. Umat Islam diwajibkan untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga tidak lantas menjadi alasan untuk melupakan ibadahnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa akhlak Islam menuntuk keseimbangan. Kurang lebih seperti itu.
Di atas semua itu, realisasi akhlak Islam adalah realisasi keimanan seseorang. Dengan motivasi ibadah, meraih keridhon Allah, maka seseorang akan berusaha untuk selalu memperbaiki dirinya hingga sesuai dengan ketentuan al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW.
Akhlak Islam yang ideal mewajibkan umat untuk melakukan segala hal atas perintah Allah. Yakini apa yang ada di dalam Al-Qur'an dan hadist, karena hal tersebut akan mengubah kita menjadi pribadi yang sesuai dengan kriteria akhlak Islam atau akhlak seorang muslim.
Dari Abu Hurairah ra. , Rasulullah SAW pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau menjawab, "Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Taqwa kepada Allah juga merupakan salah satu akhlak Islam yang harus dimiliki oleh setiap muslim.
Nabi Muhammad juga bersabda mengenai hal yang sama, yaitu mengenai akhlak Islam.
"Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik."(HR. Ahmad)
Bahkan orang yang terbaik dilihat dari faktor perilaku akhlaknya, sebagaimana dalam hadits, "Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya." (HR. Bukhari-Muslim)
Nasehat beliau pula di hadits yang lain,
Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik."(HR Tirmidzi)
Hadist-hadist yang diucapkan langsung oleh Nabi Muhammad berkenaan dengan akhlak Islam yang sesungguhnya tersebut seharusnya menjadi acuan bagi kita selaku umat muslim. Bahwa akhlak yang baik akan menjanjikan syurga bagi siapapun yang melakukannya.
Gambaran Akhlak Islam
Akhlak Islam tentu saja telah dicontohkan terlebih dahulu oleh Nabi kita Muhammad SAW. Nabi Muhammad merupakan gambaran sempurna dari akhlak Islam yang ideal. Beliau memberitahu melalui tindakannya. Beliau tidak hanya bicara.
"Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (QS. Al-Ahzab : 21)
Dan di ayat-Nya yang lain juga menggambarkan betapa Nabi Muhammad adalah contoh sesungguhnya dari akhlak Islam yang sempurna.
Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung" (QS. Al-qalam : 4)
Salah salah akhlak Islam terbaik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah bersikap baik pada siapapun. Bila Nabi dipanggil maka beliau akan membalikkan muka dan badannya pada orang yang memanggilnya itu. Beliau mengajarkan untuk selalu bermuka manis pada orang lain.
Beliau sangat pemurah dan pemaaf. Dua akhlak tersebut juga merupakan akhlak terpuji yang dimiliki oleh Rasulullah. Sebuah akhlak Islam yang idealnya menjadi identitas dari para umat muslim di seluruh dunia tanpa terkecuali.
Akhlak terpuji tersebut diimbangi dengan kualitas ibadah beliau yang juga sangat tinggi. Manajemen diri dan waktu beliau yang luar biasa. Pada suatu saat, ketika beliau menjadi panglima perang, beliau berperan menjadi pemimpin negara yang mumpuni. Di saat yang lainnya, beliau bisa berperan sebagai ayah yang baik dan suami yang penyayang. Sungguh akhlak Islam yang sempurna bukan? Akhlak-akhlak seperti Nabi Muhammad tersebut akan membuat dunia ini damai.
Anas bin Malik ra. pernah berkata,
"Selama sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?" (HR. Bukhari dan Muslim).
Akhlak Islam seharusnya menjadi tameng dari semua kejahatan. Jika saja semua umat muslim setuju dan mau bersikap seperti itu, dunia pasti akan damai. Lalu, kepada siapa saja seharusnya kikta menerapkan akhlak Islam? Tentu saja kepada Allah, Nabi Muhammad, semua makhluk ciptaan Allah.
- Kepada Allah SWT. Akhlak Islam dapat dilakukan dengan beribadah sebaik mungkin, selalu merasa berada dalam pengawasan-Nya, bersyukur dengan segala karunia-Nya. Sehingga menjadi taqwa, menjalankan segala ketentuan-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.
- Kepada Nabi saw. Dengan menelusuri jejak kehidupannya, bershalawat padanya. Meneladani segala apa yang dicontohkan dan yang diperintahkan beliau.
- Kepada Sesama Manusia. Caranya adalah dengan berperilaku baik. Akhlak Islam mengajarkan manusia untuk bisa memberikan manfaat apapun yang dia bisa kepada masyarakat. Keberadaannya tidak membuat susah dan menjadi masalah bagi orang lain.
- Kepada Diri Sendiri. Tidak zhalim pada diri dengan melakukan maksiat. Menghargai diri sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang berakhlak mulia. Mempunyai pribadi ikhlas, jujur, syukur, meninggalkan hal yang tak berguna dll.
- Kepada Makhluk Ghaib. Kepada Malaikat dengan meyakini keberadaannya dan menghormatinya sesuai ketentuan. Kepada jin, dengan tidak meminta tolong apalagi hingga diperbudak oleh mereka. Kepada syetan, dengan mewaspadai semua tipu dayanya dan meminta perlindungan dari Allah atas semua kejahatannya.
- Kepada Alam. Cara untuk menunjukkan akhlak Islam yang kita miliki adalah dengan memeliharanya dan tidak merusak. Demikian pula pada hewan, menyayangi dan tidak menyakiti sesuai ketentuan Islam.

