Memprihatinkah Akhlak Remaja Masa Kini?
Ilustrasi akhlak remaja masa kini
Sering kali kita mendengar atau membaca dari media tentang kenakalan remaja macam macam saja tingkah juga ulahnya, ada yang bikin geng, ada yang suka mengeroyok temannya, dari masalah yang ringan sampai yang berat, dan kenakalan remaja ini dilakukan oleh putra maupun putri. Akhlak remaja masa kini sungguh memprihatinkan.
Yang lebih memprihatinkan dari akhlak remaja masa kini adalah perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas dan narkoba. Remaja yang terlibat narkoba rata rata melakukan hubungan pergaulan bebas atau hubungan layaknya suami istri di luar nikah.
Bahkan data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah melakukan penelitian, tercatat 51 persen remaja yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang sudah pernah melakukan seks pra nikah, di Surabaya 54 persen, sedangkan Jogjakarta dari 1.160 mahasiswa yang diteliti 37 persen hamil diliuar nikah. Ini adalah angka yang sangat luar biasa.
Ada lagi informasi remaja yang diusianya masih dini telah melakukan beberapa kali aborsi. Informasi seperti ini tentunya membuat para orang tua memutar otak bagaimana cara untuk membentengi putra dan putrinya dari hal hal yang demikian.
Bergaul memang perlu tapi bukan berarti bebas tanpa batas tanpa menghiraukan norma norma yang ada. Hal ini sungguh sangat disayangkan sekali bila remaja sudah tidak mau lagi menjaga harga dirinya.
Memahami Problematika Remaja
Masalah adalah nama tengah dari remaja, dan masalah yang banyak sekali dan sukar untuk diselesaikan menjadi bagian dari remaja. semua ini ada sebabnya misalkan dahulu di masa kanak-kanak, dia selalu dibantu oleh orang tua dan guru-guru dalam menyelesaikan persoalannya. Oleh karena itu pentinglah di masa kanak kanak, orang tua sedikit banyak memberikan ketenggangan untuk menyelesaikan masalah.
Namun, sekarang remaja bisa meragukan pemikiran orang tuanya. Sekarang dia menganggap orang tua dan gurunya terlalu tua akan mengerti pikiran dan perasaan-perasaannya untuk dapat membantu dia. Beberapa macam masalah yang dihadapi anak remaja adalah :
- Masalah berhubungan dengan keadaan jasmaninya Dalam masa remaja, anak mulai memikirkan mengenai tampangnya dan bentuk badan yang diidam-idamkannya.
- Masalah berhubungan dengan kebebasan Anak remaja menginginkan kebebasan emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya. Mereka ingin sekali diakui sebagai seorang pribadi, dia ingin bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Sebaiknya anak remaja tidak terlalu dikekang dan ditiadakan kebebasannya. Oleh karena hanya dengan belajar dari pengalaman dan kesalahannya, seorang anak remaja dapat mencapai kematangan. Jadi orang tua harus memberikan kesempatan kepada anak remaja untuk mengambil keputusan sendiri.
- Masalah berhubungan dengan nilai-nilai Anak remaja mulai memikirkan tentang hal-hal yang benar dan tidak benar. Dia mulai menyangsikan konsep-konsep mengenai yang benar dan yang salah yang dikemukakan oleh orang tuanya. Dia tidak mau begitu saja menerima pendapat dari orang tua atau orang dewasa yang dia lihat sebagai manusia yang dapat berbuat salah.
- Masalah berhubungan dengan peranan wanita dan pria Anak remaja ingin menjalankan peranannya sebagai anak wanita dan pria dengan baik, dan anak remaja selalu ingin membicarakan hal-hal tersebut dengan orang dewasa yang mereka hargai dan percaya.
- Masalah berhubungan dengan hubungan anggota dari lawan jenis Sebenarnya anak-anak remaja senang membicarakan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan hubungan mereka dengan lawan jenis. Mereka senang sekali jika ada orang dewasa yang mau membicarakan tentang hal tersebut.
- Masalah berhubungan dengan hubungan dalam masyarakat Anak remaja menyadari pentingnya arti hubungan yang baik dalam masyarakat. Suatu kebutuhan yang besar sekali pada anak adalah dukungan dan persetujuan dari teman-teman sebaya. Dalam usahanya membebaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, anak merasa dibantu oleh kelompok teman sebayanya.
- Masalah berhubungan dengan jabatan Anak remaja sebenarnya ingin membicarakan tentang cita-citanya dan tujuannya serta rencana-rencananya. Anak remaja membutuhkan kesempatan untuk membuat keputusan mengenai masa depannya sendiri disertai dengan bimbingan orang dewasa.
- Masalah berhubungan dengan kemampuan Anak remaja ingin berhasil dalam mengerjakan sesuatu. Untuk dapat mendapatkan gambaran dari dirinya sendiri yang memuaskan, anak remaja harus mempunyai rasa mampu mengerjakan sesuatu. Jikalau ada orang yang mempercayai, anak remaja menerimanya, menghargainya, mengertinya, maka dia akan mempunyai keyakinan bahwa dia dapat dipercayai, patut diterima, patut dihargai, patut disenangi.
Persoalan-persoalan akan tidak sedemikian berat dirasakan oleh anak-anak remaja bilamana dia dapat membicarakannya dengan orang tua atau gurunya, tetapi banyak anak remaja tidak mau membicarakan persoalannya dengan orang dewasa. Mereka khawatir orang dewasa tidak akan mengerti persoalan mereka atau dengan membicarakan persoalan mereka dengan orang dewasa menunjukkan bahwa dia tidak mampu menghadapi persoalannya sendiri. Oleh karena itu, anak remaja selalu memikirkan dirinya sendiri dan persoalan-persoalannya.
Sikap orang dewasa terhadap anak remaja adalah pada umumnya resisten disebabkan karena anak remaja seringkali bersifat keras kepala, dia malahan mengerjakan sebaliknya dari apa yang diharapkan daripadanya. Anak- anak remaja mengerti bahwa mereka semua selalu dipandang sebagai anak yang tidak bertanggung jawab, tidak menjaga kebersihan, kerapihan dan sebagainya. Hal ini menimbulkan ketegangan antara anak remaja dengan orang tuanya dan menyebabkan adanya suatu jarak diantara mereka.
Masa ini adalah masa yang kritis Dikatakan demikian karena dalam masa ini ditentukan apakah anak dapat menghadapi persoalan-persoalannya dengan baik dalam masa remaja dan selanjutnya bilamana dia telah dewasa. (Soesilowindradini, 1992: 146)
Tips Menangani Remaja
Misalkan, tips untuk menghindari pergaulan bebas ini harus ada kerja sama antara orang tua dan anak. Untuk orang tua agar dapat menanamkan nilai nilai agama kepada putra putrinya, setiap agama pasti tidak membenarkan perilaku yang menyimpang. Mengenalkan sejak dini hal hal yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan menurut agama.
Menjelaskan bahwa bila memiliki perilaku menyimpang akan ada akibat yang sangat dahsyat yang ditimbulkan, misalkan aborsi, dalam agama Islam aborsi itu dosa besar karena telah membunuh nyawa, biarpun itu masih dalam bentuk janin. Berhubungan suami istri di luar nikah juga merupakan dosa besar. dalam ajaran Islam jangan kan melakukan perzinaan, baru mendekati saja dilarang.
Misalnya, berduaan di tempat sepi itu salah satu contoh hal yang mendekati zina dan tidak boleh dilakukan. Sek bebas selain berdosa, orang yang melakukan perilaku ini bisa membahayaan dirinya sendiri yaitu dengan terjangkitnya penyakit kelamin. Bahkan yang lebih parah bisa terkena Aids penyakit yang sangat mengancam jiwa penderitanya.
Untuk anak remaja sendiri agar dapat menyadari hal hal yang dilarang, agar dapat berjuang untuk menghindari perilaku yang akan menjerumuskan ke dalam tindakan yang tidak dibenarkan.
Dianjurkan juga supaya tidak salah memilih teman, karena sering juga terjadi salah memilih teman akan berakiat fatal bagi pergaulan dan tingkah laku kita. Ibarat pepatah kalau kita dekat dekat penjual parfum maka akan ketempelan bau harumnya, dan juga bila kita dekat dekat penjual minyak tanah juga akan kecipratan bau minyak tanah.
Kekompakan, saling pengertian, dan keharmonisan antara orang tua dan anak, mudah mudahan dapat menekan terjadinya tingkah laku ahlak remaja masa kini yang menyimpang seperti pergaulan bebas yang marak dan nge-trend di kalangan remaja saat ini, sehingga ketakutan orang tua akan akhlak remaja masa kini dapat dihindari.

