logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Kearifan Akhlak Terhadap Lingkungan


Bencana alam kerap terjadi di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Anehnya, setiap bencana terjadi, masyarakat sibuk mencari siapa yang salah. Datangnya bencana boleh jadi suratan takdir Illahi. Bencana juga boleh jadi merupakan ekspresi alam yang sedang marah. Jika alam memang marah, lantas kenapa ia semarah itu?

Itulah kekuasaan dari Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta ini. Manusia sebagai makhluk ciptaanNya sudah selayaknya memiliki akhlak terhadap lingkungan. Lingkungan diperuntukkan Rabb sebagai area yang dapat ditempati dan dimanfaatkan oleh manusia setiap saat hingga Rabb mengambilnya kembali.

Tanpa disadari kita berperan dalam perusakan alam. Akhlak kita seringkali tidak memperdulikan kelestarian lingkungan. Ya, semua berawal dari akhlak yang tidak terkendali. Sikap serakah, tak acuh, ceroboh, boros, dan jorok merupakan cerminan akhlak yang merusak lingkungan. Untuk itu, diperlukan suatu kearifan akhlak terhadap lingkungan.

Akhlak terhadap lingkungan didasari oleh rasa keimanan dan ketakwaan dari masing-masing individu. Ketika rasa keimanan dan ketakwaan masing-masing individu tidak dilaksanakan dengan semestinya, maka wajar jika yang terjadi kerusakan lingkungan. Lingkungan menjadi tidak seimbang sehingga kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain juga terganggu.

Akhlak terhadap lingkungan harus senantiasa dimunculkan dalam diri setiap individu sejak dini. Ketika akhlak ini tertanam dalam diri masing-masing individu, maka lingkungan akan menjadi perhatian khusus. Kelestarian dan keseimbangannya akan terjaga dengan baik karena kesadaran manusia sebagai makhluk yang paling banyak memanfaatkan alam semesta.

Manusia dan makhluk hidup yang lainnya harus saling mendukung dan menjaga alam semesta ini. Ketika alam semesta ini terganggu, maka lingkungan juga terganggu sebagai bagian darinya. Akhlak terhadap lingkungan, baik lingkungan di sekitar manusia ataupun tidak semuanya tetap membutuhkan penjagaan dengan baik dan benar.

Akhlak terhadap lingkungan terdiri dari dua kategori yaitu akhlak pemelihara lingkungan dan akhlak perusak lingkungan. Meski kita mengetahui bahwa segala kerusakan di bumi ini karena manusia, tapi itulah kategori yang ada pada akhlak ini. Akhlak perusak lingkungan menjadi pokok bahasan yang penting karena akhlak inilah yang mempengaruhi lingkungan.

Akhlak terhadap lingkungan yang terkategori akhlak penjaga lingkungan contoh pelaksanaannya seperti membuang sampah pada tempatnya, jangan menangkap ikan dengan racun ataupun pukat harimau, jangan menebang hutan secara liar dan sebagainya. Akhlak tersebut tampak mudah dilakukan, tapi ternyata dalam kehidupan nyata sulit untuk dilakukan oleh manusia.

Manusia merasa sulit melakukannya karena manusia merasa menjadi penguasa di alam semesta ini. Wajar, jika lingkungan akhirnya menjadi rusak dan tidak seimbang karena manusia melupakan akhlak terhadap lingkungannya. Meski keimanan dan ketakwaan dimilikinya, tapi keimanan dan ketakwaan tersebut hanya sebatas pengakuan.

Akibat dari kurangnya kimanan dan ketakwaan dari manusia, mengakibatkan mereka lalai dengan konsekwensi dari rasa tersebut. Wajar juga jika akhlak terhadap lingkungan yang muncul adalah akhlak perusak bukan pemelihara lingkungan. Melalui tulisan ini, kita dapat menginstropeksi sikap kita terhadap lingkungan. Semoga kita tersadarkan dan kembali meningkatkan keimanan diri sehingga akhlak kita terjaga.

Berikut ini beberapa akhlak terhadap lingkungan yang terkategori akhlak perusak lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

1.  Akhlak Terhadap Lingkungan - Serakah dan Sikap Tak Acuh

Keserakahan merupakan pemicu utama kehancuran lingkungan. Hutan dibabat, pasir dikeruk, minyak terus-menerus dipompa keluar, batu mulia ditambang, dan seterusnya. Itulah beberapa conoh akhlak yang termasuk ke dalam serakah lingkungan. Manusia biasanya tanpa sadar melakukan hal tersebut secara bertahap dan pengaruhnya akan dirasakan setelahnya.

Bagi para penguasa ekonomi, berlakulah prinsip greedy is good (serakah itu baik). Namun, tidak demikian jika kita memegang teguh akhlak bijaksana. Bukankah agama telah menyiratkan dengan jelas bahwa serakah adalah perbuatan iblis. Namun demikian, para penguasa ekonomi tersebut tetap tidak mempedulikannya apalagi kondisi sekarang berada pada sistem kapitalisme.

Sistem kapitalisme menjadikan para penguasa ekonomi memiliki prinsip tersebut. Akibatnya, lingkungan menjadi sasaran utama pelaksanaan prinsip mereka. Saat ini, sikap para penguasa ekonomi tersebut masih terus berlangsung dan merajalela tanpa adanya sanksi yang berarti bagi mereka.

Sikap tak acuh juga termasuk akhlak perusak lingkungan yang seringkali tidak kita sadari. Hal-hal kecil yang bisa merusak lingkungan, seperti penggunaan kertas tisu dan plastik, sering kita abaikan. Padahal manusia menyadari bahwa akibat buruk dari kebiasaan buruk yang sering dilakukannya.

Kertas tisu terbuat daru serat kayu. Artinya, semakin banyak kita menggunakan tisu, semakin banyak pohon yang ditebang. Padahal, kertas tisu bisa diganti sapu tangan. Hal ini sebenarnya diketahui oleh manusia. Akan tetapi, hal praktis menjadi prioritas utama seiring berjalannya waktu. Jadi, penggunaan kertas tisu maupun lainnya menjadi suatu kebiasaan.

Demikian juga plastik. Setiap kita membeli makanan kecil selalu dibungkus plastik. Bahkan, membeli cabai dan terasi untuk sambal pun harus dibungkus plastik. Plastik bekasnya dibuang ke alam dan mengendap selama ratusan tahun. Padahal, selain plastik, beberapa barang bisa dibungkus kertas bekas dan daun tanaman.

2. Akhlak Terhadap Lingkungan - Ceroboh dan Boros

Ceroboh artinya berbuat sembarangan. Buang sampah sembarangan, menggunakan air sembarangan, berkendara sembarangan, dan seterusnya. Sikap ini termasuk akhlak perusak lingkungan. Semoga dengan mengetahui hal ini, kita dapat berinstropeksi dengan sikap kita selama ini.

Sikap ceroboh ini sering merusak lingkungan. Misalnya, membuang puntung rokok ke tempat sampah tanpa dimatikan sering memicu kebakaran. Menyambung kabel secara asal-asalan juga sering menjadi faktor penyebab kebakaran. Namun, kebanyakan manusia masih meremehkan sikap tersebut dan menganggap biasa. Padahal sikap ceroboh mempengaruhi kesehatan lingkungan.

Selain sikap ceroboh juga terdapat sikap boros. Sikap tersebut juga sering merusak lingkungan. Bukan cuma merusak ekonomi karena harus mengeluarkan ekstra biaya, melainkan merusak lingkungan karena kita "mengambil" lebih banyak dari alam. Adapun contoh sikap boros, diantaranya boros listrik, boros bahan bakar, boros air, semuanya hanya membuang-buang energi. Padahal, energi itu bisa kita simpan untuk anak cucu kelak. Di sisi lain, agama pun telah melarang kita untuk boros dan berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan tidak akan membawa kebaikan.

Oleh karena itu, sikap ceroboh dan boros kita upayakan untuk diminimalisir atau bahkan dihilangkan dari kebiasaan hidup kita. Semoga kita termasuk manusia yang dimudahkan untuk berubah menuju hal yang lebih baik.

3. Akhlak Terhadap Lingkungan - Jorok

Akhlak perusak lingkungan selanjutnya yaitu sikap jorok. Sikap jorok sudah jelas tidak mempedulikan kebersihan. Padahal pencipta alam semesta ini lebih senang pada segala yang bersih. Selain itu, kebersihan adalah sebagian dari keimanan. Seharusnya prinsip tersebut senantiasa dipegang teguh oleh manusia di dalam kehidupannya.

Orang beriman yang mencintai kebersihan tentu saja tidak akan senang dengan lingkungan yang kotor. Dia juga tidak akan senang berada di lingkungan yang tercemar. Oleh karena itu, kita sebagai bagian dari makhluk pencipta alam semesta ini, seharusnya kita dapat melaksanakan keimanan kita secara menyeluruh termasuk terhadap lingkungan sekitar kita.

Selanjutnya, orang beriman akan bertindak sebagai reaksi terhadap lingkungan kotor tersebut. Reaksinya akan berbeda sesuai tingkat keimanannya. Jika keimanannya tinggi, dia akan melakukan aksi nyata, seperti memungut sampah, membuat karya yang nyata untuk menyelamatkan lingkungan, dan sebagainya. Jika imannya sedang, dia akan bicara, seperti mengingatkan orang untuk menjaga lingkungan, menulis anjuran menjaga lingkungan, membuat larangan membuang sampah sembarangan, dan sebagainya.

Tinggi dan sedangnya keimanan seseorang tergantung pada sikap orang tersebut dalam menghadapi dan menyelesaikan ujian dari pencipta alam semesta ini. Keimanan seseorang yang nantinya akan menggerakkan dia menjadi sosok manusia dengan akhlak baik ataukah sebaliknya. Jika dia tidak mampu, cukuplah baginya menunjukkan rasa tidak senang terhadap segala bentuk perusakan lingkungan itu di dalam hati. Namun, tentunya sikap ini mencerminkan keimanan yang lemah.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai akhlak terhadap lingkungan terutama akhlak yang terkategori perusak lingkungan. Lingkungan adalah bagian terpenting dalam hidup makhluk hidup utamanya manusia. Jika kita bersahabat dengan lingkungan kita, maka lingkungan akan semakin member kenyamanan bagi hidup kita dan sebailknya. Oleh karena itu, akhlak terhadap lingkungan harus tetap dijaga terutama akhlak yang dapat menjaga lingkungan. Semoga keimanan dan ketakwaan kita tetap terjaga sehingga kita mampu menghargai lingkungan kita.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Anjuran Menjadi Kaya dalam Islam
  • Misteri Kubur - Berziarah ke Alam Barzakh
  • Hukum Syariah -- Hukum Islam
  • Tema Khotbah Jumat - Ihsan dan Berbuat yang Terbaik
  • Hijab Penjaga Kehormatan Wanita Muslimah
  • Makalah Hukum Islam - Menyoal Akad Nikah Via Telepon
  • Jaminan Surga untuk Wanita Solehah
  • Mengetahui Macam-macam Tempat Ruqyah
  • Konsep Akhlak dalam Islam
  • Cari Pasangan Halal dengan Taaruf
  • Hukum Islam Tentang Pacaran
  • JENIS - JENIS HEWAN HARAM MENURUT ISLAM
  • Jangan Baca Kitab Kuning Tanpa Ilmu Alat
  • Khutbah dan Jenis-jenisnya dalam Islam
  • Ayo Bertamasya ke Surga Firdaus
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA