Akhlak Terpuji Dipelajari Semua Agama
Ilustrasi akhlak terpuji
Akhlak adalah perilaku lisan, perbuatan fisik, bahkan perbuatan diam kita. Semua tindak-tanduk kita adalah akhlak kita. Segala perilaku sejak kita membuka mata hingga saat ini merupakan akhlak yang akan kita pertanggungjawabkan nantinya. Semua penilaian orang terhadap kita dilihat dari perilaku kita selama ini. Jadi, akhlak juga dapat menjadi salah satu indikator penilaian orang terhadap kita.
Dengan akhlak terpuji, orang akan menghargai keberadaan kita. Selain itu, kita juga akan dicintai oleh orang di sekitar kita, bahkan Tuhanpun mencurahkan kasih sayang kepada kita melalui berkah yang diberikan. Sebaliknya, akhlak yang tidak terpuji bisa menjadi indikator mengapa kita diacuhkan oleh orang lain, bahkan dibenci orang lain karena sikap yang dianggap mengganggu. Akhlak juga menjadi tanda bahwa kita adalah manusia yang merupakan makhluk hidup paling sempurna di dunia ini.
Akhlak berbeda dengan sifat. Sebagian besar orang menganggap bahwa sifat tidak bisa diubah dengan sendirinya. Namun, berbeda dengan sifat, akhlak dapat diubah dengan niat dan dorongan yang besar dari dalam diri. Karena, akhlak dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada, juga perubahan yang menuntut akhlak tersebut berubah. Yang penting, kemauan dari dalam diri untuk memililih, perilaku terpuji atau perilau yang buruk.
Akhlak merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk lain di muka bumi. Sedangkan, akhlak terpuji merupakan pilihan untuk manusia itu sendiri. Lalu, bagaimana agar kita menjadi manusia dengan akhlak terpuji? Tentu saja, kita harus mengetahui apa itu perilaku terpuji, selain itu kita perlu mencari tauladan yang dekat dengan kehidupan serta merenungkan akhlak yang kita lakukan. Untuk memahami hal tersebut, berikut ini akan dijabarkan mengenai akhlak terpuji.
Mengikuti Ajaran Agama, Membaca, dan Memahami
Jalan utama untuk menjadi manusia yang memiliki akhlak terpuji adalah dengan mengetahui pengertian dan konsepnya. Cara mendapatkannya adalah melalui pembelajaran agama. Semua agama mempelajari ini. Semua agama memiliki konsep tentang akhlak terpuji yang ideal dalam kehidupan, namun disampaikan dengan cara masing-masing. Sehingga, tak ada agama yang paling baik dan buruk. Semuanya mengajak manusia pada jalan menuju kebaikan.
Bagi anda yang beragama islam, sumber yang lebih baik adalah dari Al Quran dan hadis. Dari dua sumber inilah, kita bisa belajar mengenai mana yang benar dan yang salah. Al-Qur'an, Injil, Taurat, dan yang lainnya sarat dengan nilai-nilai akhlak terpuji sehingga hal pokok yang bisa menuntun kita pada akhlak yang baik dan terpuji adalah melalui pemahaman terhadap isi kitab-kitab sesuai dengan agama kita. Hanya dengan membaca tapi tidak memahaminya, tentu hanya akan keluar dari bibir namun tidak berpengaruh terhadap pemahaman.
Sumber pengendali perilaku kita adalah pemahaman. Pengetahuan saja belum mencukupi. Bila kita tahu tetapi tidak paham maksud dari berbagai peraturan, akan sedikit keinginan kita untuk mematuhinya. Namun, bila kita paham alasan mengapa suatu peraturan itu dibuat, kita akan lebih mudah untuk patuh. Bahkan, memahami ajaran agama sekarang dapat kita lakukan melalui orang-orang yang menguasai bidang agama tersebut.
Jika kita tidak mengerti, kita wajib bertanya. Jika kita mengerti, kita wajib memberi pemahaman kepada yang tidak mengerti. Inilah bentuk kepedulian antar umat manusia tentang akhlak. Bahkan, umat manusia dari berbagai agama akan hidup berdampingan jika benar-benar memahami konsep akhlak yang terpuji dengan hubungan sosial, tidak memandang suku, ras, dan agama.
Kini, kita juga mengetahui bagaimana kehidupan yang indah dengan akhlak terpuji melalui buku-buku spiritual yang banyak memberikan motivasi. Meski tak memiliki nuansa agama yang begitu kuat, buku-buku tersebut memberika manfaat yang besar untuk kehidupan manusia. Dengan lebih banyak sumber dan pengetahuan yang kita tahu, kita akan semakin memahami apa itu akhlak terpuji yang bisa jadi selama ini hanya berada di angan-angan.
Dengan demikian, pengertian dan teori akhlak yang baik dalam kehidupan yang selama ini hanya menjadi hiasan di buku-buku pelajaran, buku-buku agama, buku spiritual, dan buku sosial akan menjadi suatu pedoman yang pelaksanaannya benar-benar nyata dalam kehidupan. Mulai dari perilaku sehari-hari yang biasa anda lakukan, bisa menjadi gaya hidup anda sehari-hari yang menyenangkan. Karena, akhlak terpuji akan membiasakan hidup anda dalam kedamaian, ketenangan, dan kenyamanan.
Belajar Memiliki Akhlak Terpuji
Selain dengan memahami akhlak yang baik melalui membaca, mendengarkan, dan memahami, anda juga harus melihat secara langsung gaya hidup akhlak terpuji. Namun, pertama anda harus menjawab pertanyaan. Apakah Anda memiliki teman berakhlak terpuji? Jika sudah ada, simpan dalam hati anda dan ingatlah namanya. Namun, jika anda belum menemukannya segera cari karena hal ini sangat penting untuk pembentukan akhlak anda.
Belajar dengan meniru adalah pembelajaran pertama manusia. Seorang bayi belajar dengan menirukan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Bayi bisa belajar berjalan karena melihat orang berjalan. Mempelajari akhlak kurang lebih sama. Kita akan mudah belajar dengan memiliki contoh teladan yang biasa kita lihat sehari-hari. Tentu, apa yang kita contoh adalah akhlak terpujinya, bukan hal lain yang tidak berkaitan.
Contoh yang dicerminkan oleh teladan yang kita pilih menjadi salah satu figur perilaku yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita. Asalkan, dilakukan dengan cara kita sendiri, dengan cara yang kita sanggupi. Misalnya, figur yang menjadi tauladan anda adalah orang yang suka menolong terhadap sesame, anda bisa mencontohnya dengan melakukan hal yang sama namun dengan cara anda sendiri dan sesuai dengan batas kemampuan anda.
Dalam agama islam, tauladan terbaik adalah Nabi Muhammad. Semua kata-kata yang keluar dari Rasulullah dicatat menjadi hadis. Bahkan, saat beliau diam pun, dicatat menjadi hadis. Namun, kita bukanlah seorang nabi. Kita memerlukan pembelajaran untuk bisa memiliki kebijaksanaan, kecerdasan, sifat adil, dan sifat-sifat terpuji lainnya, untuk bisa mengendalikan perbuatan kita agar selalu terpuji. Agama lainpun memiliki tauladan dalam kehidupan yang bisa menjadi panutan dalam kehidupan.
Akhlak juga berkaitan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Akhlak terpuji di tempat A berbeda dengan tempat B, walau beberapa di antaranya memiliki persamaan. Dalam konsep agama, pengertian tentang akhlak terpuji bersifat universal, tapi selain itu anda juga harus memperhatikan pengertian dan konsep akhlak terpuji dalam lingkup sosial. Bahkan, akhlak juga berkaitan langsung dengan hukum negara yang mengatur kehidupan manusia.
Akhlak Terpuji - Hikmah dan Perenungan Benar Salah dalam Berperilaku
Kebanyakan orang menjadi dewasa melalui proses perenungan. Ini membuat pembelajaran menuju dewasa menjadi lebih cepat. Misalnya, seperti berikut ini:
- bahwa perbuatan jahat itu salah, dengan alasan apapun perbuatan itu dilakukan, dan kepada siapa pun kejahatan itu dilakukan;
- kekerasan itu tidak pernah menyelesaikan masalah, bahkan akan mengundang masalah baru;
- kemarahan itu harus dicegah karena banyak menghasilkan perbuatan yang bodoh dan irasional. Marah merupakan perilaku yang wajar, namun juga harus disampaikan dengan cara yang wajar dan bijaksana.
- melanggar privasi orang lain itu tidak boleh karena kita tidak akan mau hal yang sama terjadi pada kita;
- mengambil milik orang lain itu dilarang karena di dunia berlaku hukum hak dan kewajiban, kita hanya berhak atas hasil kerja kita dan tidak atas hasil kerja orang lain;
- kejujuran ada di atas semua hal karena kebohongan dan penipuan merupakan sumber dari segala kejahatan; dan
- mengikuti hawa nafsu bukanlah suatu hal yang baik, kita harus memiliki kendali dalam setiap perbuatan.
Poin-poin hasil perenungan tersebut bisa diambil dari hikmah kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita belajar dari keberuntungan dan ketidakberuntungan dalam hidup di dalam suatu masyarakat sosial. Namun, yang lebih penting lagi, bagaimana kita belajar dari diri kita sendiri, dari setiap peristiwa yang kita alami ataupun dialami orang lain. Kita tidak perlu mengalami kesialan sebelum mengambil suatu pelajaran, bukan?
Akan lebih baik membuat postulat dan hukum pribadi dari akhlak terpuji yang kita buat sendiri, dari hasil perenungan kita, dan kemudian kita berlakukan sendiri, atau bersama teman-teman, dibanding menghadapi berbagai peristiwa buruk yang mungkin terjadi bila kita tidak berbuat baik dan tidak memiliki akhlak terpuji.

