Buruknya Akibat Korupsi
Fakta yang terjadi akibat korupsi sungguh menyedihkan. Korupsi siapa sih yang tak kenal kata ini? Bahkan yang paling memalukan adalah bila korupsi disangkut pautkan dengan nama bangsa Indonesia. Yang hingga kini belum bisa tuntas mengatasi korupsi.
Ada aneka bentuk korupsi yang paling umum terjadi, antara lain :
- Kecurangan, penggelapan, penipuan, pemerasan
Korupsi jenis ini cenderung bersifat individu. Biasanya mereka yang berkesempatan melakukan hal ini adalah seorang pimpinan dari suatu lembaga atau instansi atau perusahaan yang dipimpinnya.
Bentuknya antara lain dengan menggunakan fasilitas kantor atau lembaga yang dipimpinnya untuk keperluan pribadi dan memperkaya diri sendiri. Seperti menggunakan mobil kantor untuk keperluan pribadi, memakai telepon kantor untuk urusan keluarga, dll. Atau melakukan mark up anggaran kantor atau melebihkannya sehingga sisa kelebihan itu bisa dikantongi sendiri.
- Nepotisme, kolusi, kroni
Ini adalah jenis-jenis korupsi yang banyak terdapat di negara sedang berkembang mau pun yang belum berkembang. - Sogok atau suap
Penyogokan atau penyuapan, adalah yang paling umum terjadi di masyarakat. sehingga hampir sulit dibedakan dengan korupsi. Penyuapan biasanya dilakukan dengan uang atau barang. Antara lain berbentuk hadiah seperti parcel, voucher, barang-barang mewah, beasiswa, dan lain-lain.
Sehingga bentuk penyuapan ini bisa lebih tersamar dan sulit untuk dikenali. Bahkan hampir dianggap hal yang biasa karena demikian luasnya ruang lingkup suap di dalam lini kehidupan masyarakat.
Sebab Orang Melakukan Korupsi
Karena koruptor tidak dilahirkan dari rahim ibunya tetapi muncul kemudian, maka ada sebab-sebab tertentu yang membuat orang melakukan tindakan korupsi, yaitu:
- Adanya nafsu atau ingin bisa hidup enak dan bermewah-mewahan
- Lemahnya peraturan yang ada sehingga dengan mudah bisa disiasati oleh para koruptor
- Kurang memiliki pemahaman terhadap nilai moral dan agama
- Lemahnya kontrol sosial dan budaya terhadap para koruptor. Misalnya maling ayam lebih cepat dihajar dan dihukum daripada koruptor yang berpenampilan mentereng.
- Memiliki kekuasaan politik
- Birokrasi yang panjang dan berliku
- Gaji yang tidak memadai
Akibat Korupsi
- Sangat berbahaya bagi segala aspek kehidupan manusia. Baik dari segi politik,sosial, budaya, ekonomi dan birokrasi
- Korupsi akan memunculkan rasa individualis yang tinggi, egoisme dan tiadanya ketulusan dalam suatu hubungan atau relasi.
- Korupsi menimbulkan perbedaan yang sangat menyolok antara si kaya dan si miskin
- Korupsi sangat berbahaya bagi standar moral di dalam masyarakat, saat mereka menganggap korupsi adalah suatu hal yang biasa. Terutama bagi pemahaman generasi muda.
Begitu besarnya bahaya korupsi bagi kehidupan manusia, sehingga semua orang harus ikut berperan aktif dalam memberantasnya. Pemerintah juga diharuskan tegas dalam menindak kasus korupsi dan menghukum para koruptor. Serta memberikan gaji yang layak buat para pegawai negeri sipil sehingga bisa meminimalisir terjadinya korupsi.
Demikian juga dengan para pembuat peraturan perundang-undangan di dalam gedung DPR/MPR. Inilah saatnya untuk membuat undang-undang antikorupsi yang efektif dan tepat sasaran.
Demikian pula dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga harus proaktif mengingatkan masyarakat tentang bahaya korupsi bagi masa depan bangsa. Juga media yang bisa ikut berperan dengan cara membentuk opini agar publik terpanggil untuk memerangi korupsi.
Dengan adanya sinergi dan komitmen yang solid dari setiap lapisan masyarakat, bukannya tidak mungkin negara ini akan bebas dari belitan korupsi. Sehingga Indonesia di masa depan akan terhindar dari kerusakan parah akibat korupsi.






