logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Penyimpangan Sosial

Akibat Pergaulan Bebas


Ilustrasi akibat pergaulan bebas

Pergaulan bebas? Hmm.. jika saja ditanggapi dengan cara positif tentunya hal ini akan sangat mengasyikkan. Kita bisa berteman dengan semua manusia yang dikehendaki. Namun sayang, frasa pergaulan bebas telah memiliki arti tersendiri yang cenderung negatif dan kotor. Pergaulan bebas layaknya tembok berlin yang telah dihancurkan. Tak ada lagi batas. Semua serba bebas.

 

Para penganut pergaulan bebas cenderung tidak lagi menghormati norma yang berlaku. Akibat pergaulan bebas yang buruk pun seakan sengaja mereka tabrak. Mereka menganggap saat ini adalah era mereka. Era untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan tanpa adanya pengekangan dari pihak manapun. Sungguh sebuah pemikiran yang salah besar.

 

Awal Kemunculan Pergaulan Bebas

 

Tidaklah salah jika ekspansi Amerika Serikat ke berbagai negara di dunia dituding sebagai awal dari menyebarnya pemahaman salah tentang pergaulan bebas. Tidak terkecuali di Indonesia, segala hal yang berbau kebarat-baratan pasti mengacu kepada negara adikuasa ini. Bagaimana tidak, mulai dari tontonan hingga makanan, Amerika Serikat cukup memegang kendali di tanah air.

 

Berawal dari makanan dan tontonan-tontonan Amerika Serikat yang dengan cepat tersebar di tanah air inilah pergaulan bebas sedikit demi sedikit mulai mengikis

pertahanan norma ketimuran masyarakat Indonesia. Belum pernah mencoba KFC atau Mc Donald seseorang langsung dikatakan ‘gak gaul’, pacaran hanya bergandengan tangan, langsung dikatakan ‘kolot’, dan banyak lagi nada-nada “syahdu” lainnya.

 

Faktor Lain

 

Sebenarnya makanan dan tontonan hanyalah faktor kecil yang dibesar-besarkan. Masih banyak faktor lain yang sebenarnya memegang peranan terbesar dalam mengikis budaya ketimuran dan terciptanya pergaulan bebas. Salah satu yang paling utama tentu saja semakin kurangnya pemahaman agama yang diikuti oleh lemahnya pemahaman terhadap akibat pegaulan bebas tersebut.

 

a. Lemahnya Pemahaman Agama

Agama adalah pengendali. Agama adalah petunjuk. Seseorang yang memiliki sedikit pamahaman tentang agama akan sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif apapun, termasuk doktrin pergaulan bebas yang disebarkan melalui budaya barat. Agama tdak lagi menjadi pegangan bagi mereka.

 

Dengan demikian apapun yang mereka lakukan akan selamanya mereka anggap benar. Dosa bukan lagi sesuatu yang dikhawatirkan oleh mereka. Apalagi ocehan orangtua. Tak akan ada lagi yang mampu mengingatkan mereka, sebelum akhirnya mereka merasakan dampak dan akibat pergaulan bebas tersebut

 

b. Akibat Pergaulan Bebas

Sebagian besar dampak atau akibat pergaulan bebas itu dirasakan oleh remaja dan kelompok usia produktif lainnya. Mangapa? Di usianya tersebut, remaja memang sedang mencari jati diri dan ingin mencoba melakukan hal-hal yang dianggap baru.

 

Merokok, narkoba, free sex, dan lainnya. Memang, awalnya mereka hanya coba-coba, namun sayang hal tersebut justru akan membuat seseorang yang pernah melakukannya menjadi kecanduan.

 

Semakin banyaknya remaja dan kalangan usia produktif yang mengidap penyakit Aids, meninggal dunia karena over dosis, dan mengidap penyakit-penyakit kronis lainnya adalah beberapa bukti dari dahsyatnya akibat pergaulan bebas ini. Ya, akibat pergaulan bebas  ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga mematikan.

 

Meminimalisir Pergaulan Bebas

 

Saat ini, untuk meminimalisir pergaulan bebas di kalangan remaja bukan hanya tanggung jawab agama, melainkan tanggung jawab bersama, terutama pemerintah, orang tua dan lingkungan terdekat. Pemerintah harus bisa membatasi dan memfilter dengan serius terhadap segala sesuatu yang datang dari budaya barat.

 

Selain itu, orangtua juga jangan terlalu cuek dengan pergaulan anak-anaknya. Lalu, lingkungan terdekatnya, dalam hal ini sekolah, harus mulai memberikan pemahaman mengenai bahaya dari pergaulan bebas dengan cara memberikan pendidikan seks secara wajar. Semakin mereka mengenal resiko dan bahayanya akan semakin punya pilihan untuk menghindarinya, tidak lagi terjebak dalam pusaran pergaulan yang membayakan kehidupan mereka sendiri.

 

Pendidikan akhlak yang baik yang mestinya bisa diberikan kepada anak-anak sejak di sekolah. Dalam hal ini peran pendidikan yang masih timpang adalah unsur pemberat masalah dampak pergaulan yang tidak memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan para kawula muda. Kegiatan sekolah yang hanya mengejar nilai tanpa penanaman nilai moral yang memadai semakin menjerumuskan anak-anak kita pada kondisi moral yang sangat memprihatinkan.

 

Kekerasan yang yang terjadi belakangan di berbagai institusi pendidikan adalah akibat pergaulan yang mereka peroleh, utamanya bergaul dengan tontonan yang memicu kenekatan untuk tega bertindak tana peduli terhadap akibat yang diderita orang lain. Membuat perimbangan dengan pendidikan moral yang lebih banyak adalah tuntutan yang mendesak. Semoga kita semua segera menyadari akan kebutuhan ini, dan masa depan generasi kita dapat diselamatkan dengannya.

 

Ancaman Pergaulan Tanpa Batas di Dunia Maya

 

Pembatasan pergaulan memang bukan sesuatu yang mendidik. Semua orang berhak mendapatkan kebebasan bergaul, dan pertumbuhan seseorang juga ditentukan oleh luasnya pergaulan yang mereka akses. Namun pergaulan yang tanpa batas tidak bisa berlaku untuk semua orang, terlebih bagi mereka yang masih muda dan tidak cukup memiliki kewaspadaan diri terhadap pengaruh pergaulan yang mungkin dapat membahayakannya.

 

Sekarang ini pengertian bergaul tidak hanya sebatas bersentuhan dan bercakap-cakap dalam komunikasi langsung karena, sejak maraknya penggunaan internet pergaulan semua orang menjadi semakin mudah dan banyak fasilitasnya. Kalau sebelumnya pergaulan terikat pada batasan fisik maka, sekarang pergaulan sudah tidak lagi dibatasi dengan batasan itu. Kebebasan berinteraksi telah menerjang batasan ruang sekatan wilayah fisik.

 

Dengan adanya jejaring sosial di internet, kita semua tahu bahwa, siapa saja dapat bergaul dengan siapa saja dan dimana saja, kapan saja. Sedangkan pergaulan yang dimaksutkan sudah bukan sekedar komunikasi lisan dan tulisan semata karena, fitur jejaring sosial telah terjalinnya komunikasi lewat gambar maupun video. Terasa bahwa, untuk menjalin hubungan antar tempat yang tidak terbatas itu sudah tidak ada lagi yang kurang, semuanya bisa terjadi.

 

Apa yang bisa dilakukan oleh seseorang di depan komputer atau handphone adalah hampir apapun yang bisa dilakukan di dunia nyata. Saling tukar wajah untuk bisa saling menonton penampilan masing-masing, saling berbagi dalam hal apa saja bisa dilakukan. Lalu dimana seorang akan membatasi keluarganya dari ancaman bahaya pergaulan bila nyatanya batas itu telah bubar, dan kebebasan menjadi pesta semua orang kapan saja dimana saja.

 

Tips Proteksi dari Dalam Untuk Mencegah Dampak Negatif Pergaulan

 

Pilihan kita yang lebih bijak sekarang ini bukan lagi membatasi pergaulan yang semakin sulit untuk dibatasi, tetapi membuat benteng yang kuat di dalam diri anak-anak kita.

Biarlah mereka mengakses informasi apapun agar, mereka tetap bisa beradaptasi dengan kemajuan dunia yang terus erkembang cepat. Bahaya apapun tidak kan

membahayakan mereka, seperti virus yang tidak membayakan orang yang sehat. Bagi orang yang staminanya baik dan daya imunnya tinggi, sekalipun virus ada didekat mereka tidak akan membayakannya.

 

Seperti itulah kalau dianalogikakan, membuat proteksi di dalam diri mereka sendiri akan jauh lebih bijak dan lebih mungkin dilakukan untuk era seperti sekarang ini. Tips berikut dapat dilakukan untuk menjaga agar dampak negatif pegaulan tidak membahayakan putra putri kesayangan kita.

 

  • Jangan berharap untuk membatasi karena tips berikut lebih menekankan pada penguatan prinsip yang bersifat mental dalam diri anak. Maka yang perlu dilakukan adalah memberikan pendidikan yang cukup pada mereka tentang prinsip-prinsip kebaikan dan nilai-nilai luhur untuk membentuk karakter positif.
  • Tanamkan dalam jiwa si anak bahwa, kehidupan memang berisi hal baik dan buruk. Mereka harus benar-benar mengerti akan hal ini. Tunjukkan bahaya keburukan dan dukunglah supaya mereka menghindarinya. Berikan contoh-contoh yang tidak menyenangkan akan dampak negatif itu, sampai mereka menolaknya dalam alam bawah sadarnya.
  • Caranya dengan menegaskan prinsip bahwa yang namanya dosa itu akan mengakibatkan kejadian buruk yang kan dialaminya suatu hari kelak, walaupun mereka sedang tidak menyadarinya. Dan berikan ketegasan prinsip bahwa, kebaikan apapun yang kita lakukan akan memudah kan hidup kita dan akan membuat kita mendapatkan kesenangan, kapan saja walaupun kita tidak menyadarinya. Prinsipnya akibat itu akan terjadi baik dalam pikiran sadar maupun tidak sadar.
  • Untuk menegaskan akan adanya pengaruh tak sadar itu, anak harus ditunjukkan pada kejadian-kejadian yang bersifat kebetulan. Misalnya nasib buruk yang menimpa sesorang yang mereka kenal, katakan bahwa itu adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Demikian dengan orang-orang beruntung yang mereka kenal, katakan padanya itulah akibat dari perbuatan baiknya sendiri juga. Jadikan si anak mulai memahami hukum sebab akibat seperti ini, insyaallah akan timbul pertimbangan dari dalam pikiran mereka sendiri akibat dari segala sesuatu.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kasus Penyimpangan Sosial
  • Berbagai Bentuk Penyimpangan Sosial dan Contohnya
  • Penyimpangan Sosial Di Indonesia
  • Contoh Penyimpangan Sosial yang Harus Diperangi
  • Fenomena Prostitusi Transgender di Taman Lawang
  • Bentuk Bentuk Penyimpangan Sosial Remaja
  • Contoh Perilaku Menyimpang Positif dalam Kehidupan
  • Sejarah Ahmadiyah dan Bukti Pelanggaran HAM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA