Mewujudkan Akuntasi Zakat Kredibel
Ilustrasi akuntansi zakat
Apa itu akuntansi Zakat? Ketika negeri ini didera kasus Gayus beredar suara untuk memilih zakat sebagai alternatif. Pajak yang gampang ditilep membuat penyetor pajak geram. Hasil jerih payah ternyata masuk kantong pribadi. Sedangkan Zakat selain dipandang lebih jujur tapi juga berdimensi islami. Namun pertanyaannya, benarkah pengelola zakat sudah kredibel?
Kini banyak bermunculan badan zakat pemerintah maupun swasta yang menghimpun dana masyarakat. Mereka berlomba lomba dalam kebaikan. Meski demikian model bagi bagi zakat secara individu masih sering dijumpai. Akibatnya ada yang fatal. Menelan korban yang tidak sedikit.
Pengelolaan zakat yang tidak berpusat pada satu titik menjadi bahan kritikan. Meski sekarang DPR sedang menggodok Undang-undang zakat tapi tidak menjamin hal itu terwujud.
Satu dari sekian banyak penyebab hal tersebut adalah akuntasi zakat yang belum kredibel. Pengeloaan zakat meskipun berlabel islami tidak membuat bayang bayang korup sirna. Sehingga pembenahan akuntasi zakat vital dilaksanakan.
ReportingReporting is marketing, kata Antonio Syafii. Praktisi perbankan islami ini menganjurkan para pengelola zakat untuk melaporkan aktivitasnya pada publik. Terutama ketika tengah kebanjiran dana dari umat. Namum, pengelola rumah zakat misalnya, mengaku diaudit oleh lembaga internasional. Sehingga bisa kredibel dan amanah.
Dompet dhuafa pun kurang lebih sama. Menyalurkan dana lewat pemberdayaan masyarakat. Semisal pendidikan gratis, beasiswa, rumah yatim, taman baca, dsb.
Zakat ialah modal sosial yang ampuh untuk memberantas kemiskinan. Sifat zakat yang kolektif juga akan meneguhkan rasa solidaritas sosial antarsesama. Dimensi islami tidak sekadar habluminallah. Melainkan juga habluminanas (sesama manusia). Terkadang manusia alpa untuk memanusiakan manusia. Zakat adalah cara bijak untuk mengatasi hal demikian.
Akuntasi ZakatBagaimana mewujudkan akuntansi zakat yang kredibel?
- Audit. Pengelola zakat harus bersedia diaudit oleh lembaga kredibel. Semisal audit yang mempunyai reputasi nasional atau internasional. Audit perlu untuk membuktikan transparansi dan pengelolaan yang profesional.
- Publikasi. Dana umat yang terkumpul hendaknya dipublikasi secara rutin. Melalui media massa atau situs internet. Publikasi akan meminimalisir sikap kecurigaan publik akan penggunaan dana umat.
- Akses. Pastikan umat bisa mengakses zakat yang telah diberikan. Ke mana aliran dana, berbentuk apa, siapa yang mendapat, dst. Semua itu harus bisa diakses. Secara mudah dan cepat.
- Pemberdayaan. Sebaiknya penggunaan uang zakat bersifat pemberdayaan ketimbang insidental. Semisal taman baca, beasiswa, rumah yatim, pendidikan gratis, dsb. Pemberdayaan juga akan membuat masyarakat mudah memantau aliran dana.

