logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Musik    Alat Musik    Alat Musik Karo

Gendang Karo, Alat Musik Karo

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kesenian khas Karo mengenal jenis ansambel musik Gendang Lima Sedalanen, yang memainkan secara perkusi lima alat musik Karo. Alat musik tersebut adalah: sarune (aerofon), kendang singanaki (membranofon), kendang singindungi (mebranofon), gung, dan gung penganak.

Nama “gendang lima” merujuk pada jumlah instrumen yang digunakan. Sebab, ada juga kesenian lain bernama Gendang Telu Sedalanen yang terdiri dari tiga insrumen musik, yakni kulcapi (melodi), keteng-keteng (ritmis), dan mangkuk mbentar (harmonis, tempo).

Sierjabaten

Gendang Lima Sedalanen dimainkan untuk mengiringi upacara-upacara adat semisal pernikahan,pesta panen, dan sebagainya. Pada saat semacam itu, Gendang Lima Sedalanen dimainkan oleh pemain-pemain musik yang berpakaian adat khusus. Dalam tradisi Karo, mereka disebut Sierjabaten atau penggual.

Sierjabaten memiliki posisi sosial tertentu karena fungsi mereka yang sangat vital bagi kesempurnaan upacara adat. Posisi sosial tersebut dipengaruhi oleh keahlian mereka dalam memainkan alat musik. Semakin tinggi keahliannya, semakin tinggi pula posisinya.

Uniknya, sierjabaten memiliki nama-nama sendiri semacam julukan, sesuai dengan keahlian mereka dalam memainkan alat musik tertentu. Misalnya, pemain sarune dijuluki pasarune, pemain gendang disebut penggual, dan pemain gung disebut simalu.

Jenis Alat Musik pada Kesenian Gendang Lima Sedalanen

Seperti dijelaskan di muka bahwa kesenian gendang lima sedalanen memainkan lima alat musik tradisional Karo secara bersama-sama. Kelima alat musik tersebut adalah:

1. Sarune.

Fungsi sarune adalah membawakan melodi lagu dalam ensambel gendang lima sedalanen. Sarune termasuk dalam jenis alat musik aerofon. Bentuknya seperti konis dan biasanya terbuat dari kayu mahoni.

Alat musik ini terlihat unik, terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut:

  • Anak sarune; terbuat dari daun kelapa dan pipa-pipa kecil diameter 1 milimeter dan panjangnya 3-4 milimeter.
  • Tongkeh sarune; terbuat dari timah yang berfungsi menghubungkan anak-anak sarune.
  • Ampang-ampang sarune; terbuat dari tulang, tempurung, atau perak, dengan bentuk melingkar berdiameter 3 cm dan ketebalan 2 milimeter, ditempatkan pada embulu sarune.
  • Batang sarune, adalah bagian berbentuk konis yang terbuat dari kayu dan memuat lubangnada. Terdapat delapan lubang nada pada batang sarune.
  • Gundal sarune, terbuat dari bahan yang sama dengan batang sarune. Bentuknya barel dan konis, diletakkan di bagian bawah batang sarune.

2. Gendang

Fungsi gendang untuk membawakan ritme lagu yang dinyanyikan, atau alat musik ritmis. Gendang yang digunakan dalam gendang lima sedalanen terdiri dari dua gendang, yakni gendang singanaki (anak) dan gendang singindung (induk). Kedua gendang ini tampak sama. Perbedaannya terletak pada ukurannya serta tambahan bagian gerantung pada gendang singanaki. Perbedaan tersebut menciptakan citra estetis musikal yang berbeda.

Badan gendang terbuat dari bambu dan diberi penutup dari kulit napuh (kancil) yang dipasang ke bingkai penampang gendang. Kulit itu diikat dengan tali dari serat nangka. Alat pemukulnya berupa stik yang terbuat dari kayu jeruk purut.

3. Gung

Gung termasuk dalam kelompok musik idiofon, dan berfungsi memberi sentuhan harmoni pada pergelaran gendang lima sedalanen. Alat musik ini terbuat dari logam, digantung seperti gong pada gamelan, dan dimainkan dengan cara dipukul. Logam yang digunakan untuk membuat gung biasanya tembaga. Bentuknya bundar dan memiliki pencu di bagian tengahnya. Pemukul gong terbuat dari kayu yang dilapisi karet.

Ada dua gung yang digunakan dalam pertunjukan gendang lima sedalanen, yaitu gung dan penganak gung. Penganak gung bentuknya lebih kecil dari gung.

Demikianlah sekilas tentang gendang lima sedalanen yang dewasa ini semakin jarang dipertunjukkan. Kesenian ini mengalami nasib seperti kebanyakan kesenian tradisional lain yang mulai tergerus zaman. Adalah bijak bagi pewaris kebudayaan ini untuk menjaganya tetap lestari.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Flea, Pemain Bass Gitar yang Nyentrik
  • Main Drum, Tidak Sekadar Main Pukul
  • Jenis-Jenis Alat Musik
  • Belajar Main Drum Dimulai dari Ketukan
  • Suguhan Budaya di Saung Angklung Mang Udjo
  • Angklung, Warisan Indonesia yang Mendunia
  • 10 Pemain Bass Terbaik di Dunia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA