Mengenal Alat Ukur Laboratorium Kimia
Jika Anda berkeliling memasuki sebuah kawasan laboratorium kimia, Anda akan menemukan aneka macam jenis alat ukur. Secara garis besar alat-alat pengukuran ini terbagi menjadi dua yakni alat ukur teknis dan alat ukur analitis.
Perbedaan utama terletak pada ketelitiannya. Yang bersifat teknis ketelitiannya lebih rendah dibanding yang bersifat analitis. Sebagai contoh adalah alat ukur massa yakni timbangan.
Di laboratorium kimia Anda akan menemukan sebentuk timbangan yang disebut dengan timbangan analitis. Ketelitiannya hingga mencapai nol koma gram dari zat yang diukur.
Sementara contoh timbangan teknis adalah timbangan yang biasa Anda temukan di laboratorium fisika. Zat yang ditimbang dalam ukuran yang besar sehingga tidak memerlukan sensitivitas alat yang tinggi.
Macam-Macam Alat Ukur Glass
Begitu juga jika Anda memperhatikan berbagai aneka peralatan glass yang ada di laboratorium kimia. Anda akan melihat angka-angka penunjuk ukuran yang tertera pada dinding alat glass. Peralatan glass merupakan alat ukur yang rata-rata digunakan untuk mengukur volume. Berikut beberapa macam peralatan glass yang berfungsi untuk mengukur volume:
1. Beaker Glass
Nama lain alat ini adalah gelas piala. Bentuknya mirip dengan gelas yang bagian ujungnya didesain dengan corong penuang. Pada dinding alat ukur jenis ini juga terdapat ukuran volume mililiter yang bervariasi jumlahnya. Ada yang 5mL, 10 mL, 20 mL dan seterusnya.
Fungsi utama dari alat ini untuk melarutkan zat atau sebagai wadah mereaksikan zat. Selain itu juga bisa digunakan untuk menampung dan mengukur volume larutan secara teknis.
2. Labu Ukur
Labu ukur disebut juga labu takar. Alat glass yang satu ini memiliki bentuk yang agak unik. Di bagian bawah berbentuk bulat menyerupai labu, sementara di bagian atas sedikit memanjang. Ukuran alat ini terletak pada bagian atasnya. Karena bentuknya yang lebih cenderung berat ke bawah, membawa alat ukur ini haruslah hati-hati, yakni dengan menyangga bagian bawah alat.
Fungsi utama alat ini adalah untuk pengenceran larutan. Larutan yang pekat diencerkan dengan akuades tepat mengikuti garis putih melingkar yang terletak di bagian leher alat. Ukuran labu ukur bervariasi, ada yang kecil, sedang dan besar mencapai 1000 mL.
3. Gelas Ukur
Bentuk alat ini memanjang dengan bagian ujungnya dibentuk seperti corong. Sesuai namanya alat ini berfungsi untuk mengukur volume larutan yang akan direaksikan. Pada bagian dinding alat ini terdapat variasi ukuran, 10 mL, 20 mL, 50 mL dan seterusnya.
4. Pipet Volume
Pipet volume merupakan pipet yang terbuat dari kaca kecil dan memanjang. Fungsinya untuk menyedot larutan dalam ukuran yang kecil. Untuk zat-zat yang tak berbahaya seperti akuades, penggunaannya bisa dihisap dengan mulut. Namun untuk zat-zat berbahaya digunakan karet penghisap.
5. Piknometer
Piknometer merupakan alat glass yang berfungsi untuk mengukur berat jenis suatu zat. Bentuknya cukup mungil dan rumit. Seperti botol kecil dilengkapi dengan tutup. Zat yang akan diukur berat jenisnya diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk larutan, selanjutnya dimasukkan ke dalam alat ukur ini. Meski ukurannya mungil, jangan salah, benda ini memiliki harga yang cukup mahal. Biasanya peralatan glass semakin mungil dan semakin rumit bentuknya, harganya pun akan semakin mahal.
6. Buret
Alat ini sebenarnya memiliki fungsi utama untuk proses titrasi. Bentuknya memanjang dan di bagian bawah didesain sedemikian rupa agar tetes larutan dapat terkendali mengalir pada saat proses titrasi. Pada dinding buret terdapat ukuran mililiter sebagai ukuran berapa volume larutan standar yang terpakai untuk proses titrasi.
Sudah lengkap semua informasi tentang alat ukur yang biasanya ada di Laboratorium Kimia. cukup banyak kan? Semoga bermanfaat.
| Beri rating untuk artikel di atas |








