Alergi Kulit Pada Bayi

Alergi kulit pada bayi merupakan kejadian biasa, tapi tak bisa ditangani dengan cara biasa. Dampak dari alergi kulit ini dapat merambat ke mana-mana. Penyebabnya akibat kondisi cuaca, udara, dan kelembaban yang tidak stabil di Indonesia. Sehingga bukan hanya alergi, tapi dapat memunculkan berbagai penyakit lainnya.
Banyak implikasi dan dampak dari alergi kulit pada bayi. Bayi akan menjadi rewel. Rasa gatal yang luar biasa akan membuat bayi tidak bisa tidur. Terganggunya pola tidur bayi akan menyebabkan pertumbuhan bayi yang tidak sempurna. Tidak hanya pada pertumbuhan tubuh, namun berpengaruh juga terhadap otak bayi yang harusnya berkembang ketika sang bayi sedang tidur.
Bayi yang rewel akan membuat orang tua bayi menjadi stres, capek dan bingung. Sehingga tensi darah biasanya menjadi cepat naik.
Begitu pula denga kinerja orang tua di kantor. Ibu yang menjadi wanita karir mungkin bisa mendapatkan cuti, atau ijin. Namun, tidak berlaku bagi sang ayah. Sehingga rasa kantuk karena kurang tidur akan membuat konsentrasi sang ayah menurun. Kondisi emosional yang tidak stabil ini akan mempengaruhi kondisi anggota keluarga yang lain juga. Misalnya kakak dari bayi, kondisi mental psikologis ibu dan bapak yang sedang tidak bagus membuat sang kakak tidak mendapatkan perhatian penuh seperti biasanya.
Penyebab dan Penanganan Alergi Kulit pada Bayi
Salah satu penyebab alergi kulit pada bayi adalah faktor makanan. Bayi yang masih minum ASI sering kali mendapatkan dampak tidak langsung dari makanan yang dimakan oleh ibunya. Penanganannya mudah saja. Ibu bayi harus mengkonsumsi makanan yang dapat meredakan alergi kulit tersebut. Misalnya, minum rebusan daun pepaya. Rasa pahit yang ada didaun pepaya dapat membersihkan hati. Kalau hati bersih, racun di dalam tubuh hilang. Alergi kulit tersebut disebabkan oleh darah kotor. Untuk mengurangi rasa gatal pada kulit bayi, berikan saja salep yang didapat dari resep dokter kulit. Untuk penanggulangan alergi kulit ini sebaiknya langsung berhubungan dengan dokter spesialis.
Faktor kedua yang dapat menjadi faktor pencetus alergi kulit adalah faktor keturunan. Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah alergi pada kulit sudah menjadi masalah nasional. Hampir semua penduduk Indonesia mempunyai masalah dengan kulitnya. Sekali lagi, ini karena faktor kelembaban, cuaca, dan iklim Indonesia yang memberi kesempatan sangat tinggi kepada unsur pencetus alergi kulit, untuk berkembang dengan subur. Penanganannya adalah dengan cara tes alergi dan mengikuti terapi yang disarankan oleh dokter.
Alergi kulit juga bisa terjadi karena tubuh bayi bersinggungan dengan air mandi dan pakaian yang kurang higenis, dan debu rumah yang terhirup atau tersentuh kulit bayi yang masih sangat sensitif. Penanganannya adalah dengan cara merebus air mandi bayi sampai mendidih. Mencuci pakaian bayi secara terpisah dengan pakaian keluarga lainnya. Jauhkan bayi dari sumber debu.
Susu formula bisa menjadi sumber pencetus alergi kulit pada bayi. Oleh karena itu, ASI sangat penting diberikan kepada bayi. Selain murah meriah, ASI adalah makanan sempurna yang paling baik untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif juga dapat meningkatkan imun pada tubuh bayi, sehingga bayi akan kebal terhadap berbagai macam penyakit termasuk alergi kulit.
Jangan asal menaburkan bedak atau menggunakan salep sembarangan ke tubuh bayi yang terkena alergi kulit. Bedak atau salep tersebut dapat menambah parah alergi kulit bayi. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Jalan terbaik lainnya adalah sang ibu minum jamu khusus untuk membersihkan hati dan meningkatkan imun tubuh.
| Beri rating untuk artikel di atas |








