logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Dokter

Alergi Makanan yang Menyebalkan


Memang sungguh menyebalkan ketika Anda sedang menikmati kelezatan suatu makanan favorit, tiba-tiba tubuh menjadi gatal-gatal. Jika sudah demikian, maka kegiatan makan akan langsung terhenti karena nafsu makan akan hilang secara tiba-tiba.

Itulah alergi terhadap makanan yang bisa dialami siapa saja. Alergi terhadap makanan bukanlah penyakit, tetapi merupakan reaksi tubuh yang berlebihan terhadap suatu zat yang terkandung di dalam makanan.

Alergi makanan bisa dialami oleh siapa baik itu bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan orang yang sudah lanjut usia. Mungkin saat anak-anak Anda mengalami alergi terhadap suatu makanan, tetapi seiring pertambahan usia, alergi bisa tiba-tiba menghilang.

Begitu juga sebaliknya, bisa saja saat beranjak dewasa Anda tiba-tiba mengalami alergi terhadap suatu makanan.

Berbagai Makanan Penyebab Alergi

Ada banyak bahan makanan yang bisa menyebabkan alergi. Untuk mengetahui alergi terhadap makanan apa yang dialami tidak mudah karena terkadang sulit memahami kandungan di dalam suatu makanan.

Namun secara umum, berikut ini adalah beberapa bahan makanan yang bisa menjadi pemicu terjadinya alergi:

  • Susu.

Kandungan protein susu atau yang sering disebut laktosa merupakan zat alergen yang bisa menyebabkan alergi. Alergi ini sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Saat Anda mengetahui bahwa si kecil alergi susu, maka produk-produk lain yang terbuat dari susu juga harus dihindari seperti keju dan es krim.

  • Telur.

Alergi ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Saat alergi terjadi, kulit merupakan sasaran yang diserang oleh zat-zat alergen. Perlu diketahui bahwa alergi telur tidak ada hubungannya dengan ayam. Bisa saja mereka yang alergi telur menyantap daging ayam tanpa masalah.

  • Kacang-kacangan.

Jenis kacang yang bisa menyebabkan alergi seperti kacang kenari, kacang mede dan kacang tanah.

  • Coklat.

Tidak berbeda dengan kacang, coklat berasal dari biji coklat yang mengandung zat alergen yang dapat memicu alergi.

  • Makanan laut.

Beberapa jenis makanan laut yang bisa menyebabkan alergi adalah ikan, cumi, kepiting, udang, lobster, dan lain-lain. Saat terjadi alergi, badan akan menjadi merah dan gatal-gatal.

  • Buah-buahan.

Buah-buahan mengandung vitamin yang penting bagi tubuh. Namun ada beberapa jenis buah yang bisa memicu terjadinya alergi, seperti jeruk, stroberi, tomat dan lain-lain.

Mekanisme Terjadinya Alergi Makanan

Alergi dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan merupakan reaksi tubug yang mengaanggap asing suatu zat dalam tubuh. Alergen yang terdapat pada makanan adalah komponen utama yang menyebabkan terjadinya alergi. Alergen ini berupa protein yang tidak rusak pada saat proses memasak. Alergen ini juga tidak rusak ketika berada di asam lambung, sehingga alergen ini bisa langsung masuk ke dalam tubuh dan masuk ke peredaran darah.

Masuknya alergen ke peredaan darah ini memudahkannya untuk mencapai organ yang akan menjadi targetnya untuk menimbulkan reaksi alergi. Mekanisme terjadinya alergi ini melibatkan sistem imun dan herediter yang menurun.

Alergi terhadap makanan merupakan reaksi hipersensitif yang merupakan reaksi alergi terhadap alergen makanan. Reaksi alergi pada makanan ini akan muncul setelah sebelumnya alergen tersebut masuk ke dalam tubuh. Pada saat pertama kali terkena alergi, alergen akan merangsang limfosit yang merupakan bagian dari darah putih untuk memproduksi antibodi (IgE) terhadap alergen tersebut.

Antibodi yang dihasilkan oleh sel darah putih ini akan melekat pada sel Mast yang merupakan sel pada jaringan tubuh manusia. Ketika orang tersebut mengonsumsi makanan yang sama kembali maka antibodi ini akan memberikan sinyal kepada sel Mast untuk melepaskan Histamin. Zat bernama histamin inilah yang menyebabkan terjadinya alergi tersebut.

Gejala dan Cara Menghindari Terjadinya Alergi

Tidak banyak orang yang mengetahui dengan pasti bagaimana gejala-gejala alergi itu datang dalam tubuh. Gejala-gejala alergi yang banyak diketahui pada umumnya hanya berupa gatal pada tubuh atau bercak-bercak merah. Namun, hal tersebut tidak bisa begitu saja disebut dengan alergi. Hal ini karena terdapat gejala tersebut serupa dengan gejala pada intoleransi makanan. Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala alergi pada makanan;

  • Nyeri pada bagian perut, diare, mual-mual, muntah-muntah,
  • Pingsan,
  • Ruam atau bintik-bintik merah karena gatal,
  • Pembengkakan di bawah kulit atau yang disebut dengan eksem,
  • Pembengkakan pada bibir, mata, wajah, lidah, dan tenggorokan,
  • Hidung tersumbat, dan
  • Dan gangguan pernapasan atau asma.

Gejala-gejala tersebut, dapat ditangani oleh diri kita sendiri. Menghindari merupakan jalan yang terbaik dalam mencegah timbulnya alergi. Jika memilih makanan pengganti, usahakan untuk berhati-hati untuk memilih makanan yang mengandung zat-zat yang tidak diperlukan dalam tubuh.

Jika sebelumnya kita pernah mengalamai reaksi alergi hebat, kenakan gelang atau kalung pemberi tanda. Benda semacam ini biasanya tersedia di apotik-apotik. Tanyakan juga pada dokter obat-obat darurat untuk mengantisipasi terjadinya alergi suatu saat. Tidak hanya itu, teknik-teknik pertolongan pertama merupakan hal yang wajib diketahui. Hal ini bisa membantu ketika alergi tiba-tiba menyerang.

Dengan pertolongan medis, alergi makanan dapat didiagnosa melalui proses bertahap yang mencakup lima langkah;

  • Riwayat alergi yang dialami. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kapan gejala itu muncul? makanan-makanan apa saja yang menimbulkan masalah? berapa jumlah makanan yang diperlukan hingga memicu gejala tersebut? dan apakah keluarga mempunyai riwayat alergi?.
  • Memiliki catatan harian makanan untuk melacak kebiasaan makan, gejala yang timbul, serta obat yang digunakan pada saat itu.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Beberapa pengujian, seperti tusuk kulit dengan menggunakan beberapa ekstrak makanan dan pemeriksaan darah untuk mengukur IgE. Kedua tes tersebut, tidak bisa menetapkan 100% alergi terhadap makanan. Pengujian tersebut lebih memberikan keterangan makanan apa saja yang memicu terjadinya alergi.
  • Diet pantang makanan tertentu merupakan test standar yang bisa dilakukan. Hal ini dikarenakan diet tersebut dapat mengarahkan gejala langsung pada makanan tertentu. Namun, test tersebut tidak bisa dilakukan jika penderita alergi dengan reaksi hebat.

Untuk reaksi alergi ringan terhadap makanan, dokter biasanya memberikan resep obat-obat antihistamin dan krim kulit. Hal ini bertujuan untuk mengurangi reaksi tubuh terhadap alergi tersebut.

Reaksi alergi hebat seperti anafilaksis atau asma akut merupakan reaksi serius yang harus ditangani oleh pihak medis. Hal ini dikarenakan reaksi akibat alergi tersebut bisa menyebabkan kematian. Reaksi semacam ini memang jarang sekali terjadi, tetapi tidak ada salahnya jika kita mengetahui reaksi tersebut secara mendetail.

Reaksi-reaksi alergi ini bisa dipicu oleh kekurangan gizi dan kondisi yang menekan sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang kemudian bisa menimbulkan reaksi alergi terhadap makanan tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan, cara mudah untuk menghindari terjadinya alergi terhadap makanan adalah menghindari makanan yang dapat memicu alergi.

Namun memang sulit mencari tahu makanan jenis apa yang bisa menyebabkan alergi. Cara yang termudah adalah dengan proses coba-coba. Saat Anda makan suatu jenis makanan dan tubuh mengalami alergi, catat makanan itu dan hindarilah.

Simpan daftar ini dan tambahkan jika memang ada bahan makanan lain yang bisa menyebabkan alergi.

Cara lain yang juga bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan pengujian alergi. Pengujian bisa dilakukan dengan menyuntikkan berbagai zat alergen pada permukaan kulit dan melihat reaksinya.

Cara lain untuk menguji alergi terhadap makanan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah. Sayangnya biaya pengujian alergi terhadap makanan sangat mahal karena dilakukan untuk tiap jenis bahan penyebabnya.

Jika alergi sudah terjadi, maka Anda bisa minum obat yang bisa meredakan alergi. Di apotik juga tersedia obat yang bisa Anda minum untuk mencegah terjadinya suatu alergi. Jadi saat Anda akan mengkonsumsi suatu makanan yang bisa memicu alergi, minumlah obat tersebut terlebih dahulu. Dengan demikian alergi makanan bisa dihindari.

Demikian pembahasan mengenai alergi terhadap makanan, semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Artikel Virus: HIV (Human Immunodeficiency Virus)
  • Beberapa Buku Karangan dokter Hembing
  • Ibnu Sina: Ahli Filsafat Kedokteran Islam
  • Tips Berobat Ke Dokter Syaraf
  • Bahaya Hidrokinon-Kulit Putih
  • Macam-Macam Golongan Darah
  • Ancaman Racun dalam Sebatang Rokok
  • Populernya Pekerjaan Dokter di Indonesia
  • Menimba Ilmu dari Jurnal Kedokteran
  • Mengenal Tipe Golongan Darah Manusia
  • Mengetahui Jenis dan Bahaya Bintik Putih Pada Bayi
  • Anatomi System Saraf
  • Struktur dan Ciri-ciri Virus
  • Mengupas Tuntas Buku Kapita Selekta Kedokteran
  • Kumpulan Virus - Parasit yang Mendiami Tubuh Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA