logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Artikel Umum Macam-Macam Penyakit    Alergi Obat

Waspadai Alergi Obat

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Alergi adalah reaksi yang diberikan oleh tubuh karena adanya kontak langsung dengan bahan-bahan penyebab alergi (alergen). Alergen terdiri dari berbagai macam, di antaranya makanan; perubahan cuaca, seperti terlalu panas atau terlalu dingin; benang sari bunga; debu; serangga; bulu binatang; obat; hingga stres.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang paling ampuh untuk mengobati alergi. Obat yang ada pada umumnya hanya untuk mencegah atau mengurangi gejala yang timbul akibat alergi. Salah satu jenis alergi yang harus diwaspadai adalah alergi obat.

Alergi Obat

Pernahkah Anda mengalami gatal-gatal di seluruh bagian tubuh atau muntah-muntah setelah meminum obat tertentu? Mungkin Anda sedang mengalami alergi obat. Reaksi yang diberikan akibat alergi obat ini bermacam-macam, bisa ringan, bisa juga berat.

Jangka waktunya bisa sebentar, bisa juga sampai berhari-hari. Mungkin kita sulit membedakan antara alergi obat dan keracunan obat. Padahal, keduanya adalah hal yang sangat berbeda. Alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena mengonsumsi obat tersebut meski dalam dosis ringan.

Sementara itu, keracunan obat adalah reaksi yang diberikan oleh tubuh karena mengonsumsi obat melebihi dosis yang ditentukan atau obat tersebut sudah kedaluarsa.

Penyebab Alergi Obat

Alergi obat bisa muncul secara tiba-tiba meskipun sebelumnya belum pernah mengalami alergi tersebut. Misalnya, seseorang yang biasa meminum parasetamol. Pada suatu ketika, setelah meminum obat tersebut, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya pun bisa terjadi dengan lambat atau cepat.

Ada beberapa obat yang dianggap sering menimbulkan alergi, di antaranya antibiotik penisilin, sulfonamid, obat antipiretik (penurun panas), dan obat analgetik (penghilang rasa sakit). Selain jenis obatnya, metode pemberian obat memiliki kemungkinan menimbulkan alergi.

Metode yang kemungkinannya paling besar adalah metode suntik karena obat langsung dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dan langsung direspon oleh tubuh. Selain itu, metode lain yang juga berpengaruh adalah metode oral (minum langsung), topikal (oles atau semprot), dan obat tetes.

Gejala Alergi Obat

Setiap orang mungkin mengalami reaksi yang berbeda saat alergi obat, namun gejala umum yang terjadi biasanya seperti berikut ini.

  1. Mengalami gangguan pada kulit, misalnya gatal-gatal, biduran, eksim, atau bercak-bercak kemerahan pada kulit.
  2. Diare.
  3. Mengalami gangguan pernapasan, misalnya bersin, pilek, hidung tersumbat, atau sesak napas.
  4. Mengalami gangguan jantung hingga syok atau hipotensi (tekanan darah rendah).
  5. Jika sudah parah, bisa menimbulkan kematian.

Jika gejala-gejala alergi obat mulai Anda rasakan setelah meminum jenis obat tertentu, ada beberapa hal yang bisa diikuti. Yang pertama adalah, segera hentikan pemakaian obat tersebut. Jika alergi masih terasa, segera hubungi dokter untuk mengonsultasikan kemungkinan alergi yang Anda rasakan.

Jika ternyata itu memang alergi obat, biasanya, dokter akan memberikan obat antialergi. Misalnya, antihistamin atau kortikosteroid. Setelah itu, janganlah mengonsumsi obat itu lagi dan minta pada dokter untuk mengganti resepnya.

Mencegah Alergi Obat

Untuk mencegah terjadinya alergi obat, saat Anda berobat, sebaiknya beritahukan kepada dokter mengenai riwayat kesehatan keluarga Anda. Terutama, jika Anda atau orang terdekat pernah mengalami alergi obat. Selain itu, tuliskan nama obat yang pernah membuat Anda mengalami alergi obat.

Hindari konsumsi obat secara sembarangan, misalnya obat-obatan warung. Perhatikan kandungan yang ada di dalamnya, apakah ada bahan yang dapat membuat Anda menjadi alergi atau tidak. Jangan terlalu sering mengonsumsi obat jika Anda sedang sakit. Ikuti resep yang diberikan dokter serta patuhi petunjuk penggunaannya.

Jika Anda pernah mengalami alergi, sebaiknya, lakukan tes alergi seperti tes tusuk kulit (skin prick test), tes tempel (patch test), dan tes darah (blood test), untuk memastikan penyebab alergi yang Anda alami. Dengan menghindari pencetus alergi (alergen), Anda tentu akan terbebas dari alergi.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Penyebab Infeksi Amandel dam Pengobatannya
  • Kenali Lebih Dekat Penyakit Bawaan Air
  • Waspadai Alergi Bayi
  • Pentingnya Mengetahui Ciri-Ciri Penyakit Kista
  • Anemia Remaja Penyebab Hilangnya Satu Generasi
  • Mencegah Penyakit Tekanan Darah Tinggi
  • Cara Mengobati Keputihan pada Wanita
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA