Waspadai Gejala Alergi dan Asma
Ilustrasi alergi
Setiap memakan udang baik direbus, goreng maupun dibakar, Rina selalu saja ada keluhan mulai dari kulit wajahnya yang memerah, gatal-gatal di hampir sekujur tubuhnya sampai dengan merasakan sesak nafas. Dokter mengatakan dia alergi terhadap makanan laut. Kemudian dokter memberikan obat anti alergi. Selang beberapa saat kemudian setelah meminum obat anti alergi tersebut, Rina sudah kembali normal. Merah-merah di wajahnya berangsur pulih dan akhirnya kembali normal.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan alergi itu ? Apakah alergi merupakan sejenis penyakit yang bisa menyerang semua orang ? Dalam beberapa rujukan, yang dimaksud dengan alergi adalah suatu kondisi dimana seseorang mempunyai kepekaan yang berlebihan terhadap sesuatu, yang secara normal seharusnya tidak berbahaya. Dalam kasus Rina di atas, ia memiliki kepekaan yang berlebihan terhadap udang dan makanan laut pada umumnya. Padahal udang dan makanan laut pada umumnya, tidak berbahaya bagi orang kebanyakan. Sejauh ini makanan atau hal-hal yang dapat memicu seseorang yang menderita alergi sehingga berbahaya bagi penderita alergi antara lain udang, debu, perhiasaan imitasi dan lain-lain. Tubuh akan bereaksi berlebihan jika bertemu dengan pemicu alergi tersebut.
Namun demikian seseorang yang alergi terhadap debu, belum tentu alergi dengan makanan laut. Demikian pula sebaliknya yang alergi terhadap makanan laut tidak secara otomatis akan alergi terhadap udara. Hanya saja secara umum pemicu alergi seperti tadi berlaku bagi orang yang sensitif atau penderita alergi.
Bila dalam illustrasi di atas Rina yang alergi terhadap makanan laut menunjukkan gejala wajah yang memerah dan sesak nafas, secara umum memang demikianlah keadaannya apabila seseorang menderita alergi. Namun sebenarnya ada beberapa gejala lain ketika seseorang menderita alergi, baik gejala gabungan maupun gejala tunggal. Secara umum gejala alergi yang sering dialami oleh penderita alergi antara lain :
- Kulit terasa gatal, merah-merah, bentol atau bengkak.
- Hidung berair dan bersin-bersin.
- Sesak nafas.
- Mual, muntah dan diare.
Dalam bahasa awam, penderita alergi sering dianggap sebagai orang yang pilih-pilih. Dikatakan demikian karena seorang penderita alergi tidak bisa makan dan minum sembarangan, terutama yang dapat memicu timbulnya alergi. Dengan demikian seorang penderita alergi akan selalu berhadapan dengan kondisi seperti :
- Tidak bisa makan sembarangan. Makanan laut yang lezat bagi sebagian besar orang, seperti udang, lobster, cumi-cumi, tiram, kepiting, justru menjadi makanan yang dihindari bagi penderita alergi.
- Tidak bisa kena debu atau berada di ruangan yang berdebu atau yang berasap rokok. Ruangan yang secara sepintas terlihat bersih dan bagi orang kebanyakan tidak terasa pengap, lembab dan berdebu, bagi penderita alergi
- Tidak bisa memakai perhiasaan imitasi, harus memakai perhiasan emas.
Asma
Asma adalah alergi yang menyerang saluran pernafasan. Reaksi yang dilakukan oleh saluran pernafasan terhadap pemicu asma adalah:
- Dada terasa sakit karena terjadi pengencangan otot saluran pernafasan.
- Memproduksi lendir lebih banyak, sehingga saluran pernafasan tidak hanya berisi udara tapi juga berisi lendir.
Dengan demikian penderita asma akan merasa kesulitan bernafas ketika terpapar pemicu asma, sebagai akibat saluran pernafasan yang mengencang sehingga rongga pernafasan menyempit, dan pada saat yang sama saluran pernafasan juga berisi lendir yang diproduksi secara berlebihan. Para ahli medis akan memberi dua macam obat kepada penderita asma apabila kambuh. Kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mengurangi produksi lendir dan memperlancar saluran pernapasan.
Ada anggapan bahwa penyakit asma akan sulit disembuhkan mengingat penderita sangat sensitif terutama terhadap hal-hal yang memicu kambuhnya asma. Padahal apabila diselesaikan dengan benar, penyakit asma bukan tidak bisa disembuhkan. Penanganan terhadap asma yang benar adalah mengembalikan kepada kondisi kenapa seseorang bisa demikian sensitif terhadap hal-hal pemicu asma. Dengan demikian memberikan obat dan penatalaksanaan terhadap penyakit ini pun berangkat dari hal-hal tersebut.
Gejala Asma
- Batuk lebih dari seminggu, karena berusaha mengeluarkan lendir di saluran pernafasan. Menghadapi kondisi ini seorang ahli kesehatan akan memberikan obat baik tablet maupun obat hisap, yang bisa mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan.
- Dada terasa sesak dan nafas pendek-pendek, karena paru-paru mulai kekurangan oksigen. Pada beberapa ahli pengobatan tradisional, mengatasi hal ini adalah memberikan rangsangan berupa pijitan dan usapan agar saluran pernapasan kembali normal sehingga penderita bisa menghirup dan mengeluarkan oksigen melalui pernapasan secara normal. Dua jari dewasa di bawah titik ketiak ke arah pinggang merupakan titik rangsangan yang bisa membantu penderita asma bernapas lebih lega. Caranya adalah dengan ditekan pelan-pelan, kemudian meningkat semakin kencang. Pada saat yang sama penderita dipandu agar mengambil dan mengeluarkan napas secara teratur ketika dilakukan pijatan tersebut.
- Nafas berbunyi, karena udara yang keluar-masuk ke paru-paru harus bergesekan dengan lendir di saluran pernafasan.Bunyi ngik-ngik merupakan ciri khas yang terdengar apabila seorang penderita asma sedang kambuh.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya alergi dan asma:
- Mempunyai orang tua yang menderita alergi dan asma. Karena alergi dan asma disebabkan oleh faktor genetik (keturunan). Bila tidak langsung diturunkan, penyakit asma juga akan diwariskan selang satu generasi. Misalnya apabila ada orang tua yang menderita asma tapi tidak ada satu pun anaknya yang menderita penyakit yang sama, kemungkinan besar penyakit asma tersebut akan diturunkan kepada cucu-cucunya.
- Tinggal di daerah yang penuh debu dan polusi asap kendaraan bermotor.
- Ventilasi yang buruk sehingga sulit mendapatkan udara segar.
- Tinggal di rumah yang lembab, karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup.
- Memelihara hewan berbulu di rumah, misalnya kucing, anjing, kelinci dan burung.
- Bekerja di pabrik yang mengolah zat kimia.
- Bekerja sebagai peneliti yang berurusan dengan air seni atau kotoran binatang percobaan.
Tindakan Pencegahan
Untuk mencegah munculnya gejala alergi dan asma, sebaiknya melakukan hal-hal berikut ini :
- Cuci sarung bantal dan seprei seminggu sekali untuk menghindari menempelnya debu atau kotoran. Menjaga kebersihan pakaian dan ruangan merupakan salah satu cara agar mengurangi kekambuhan bagi penderita asma atau alergi.
- Bersihkan karpet setiap hari dengan vacuum cleaner. Jangan hanya membersihkannya dengan sapu lidi. Pada intinya hal ini agar tidak ada debu yang menempel dan tersembunyi, sehingga bisa menimbulkan penderita alergi atau asma mengalami kekambuhan.
- Jangan izinkan orang merokok di dalam rumah. Asap rokok memang menjadi salah satu pemicu munculnya kekambuhan bagi penderita asma dan alergi.
- Hindari makanan yang berasal dari laut. Penderita alergi dan juga asma memang sering kambuh ketika mengkonsumsi makanan laut.
- Jangan memelihara binatang berbulu di rumah.
- Jangan memakai perhiasan imitasi.
- Gunakan pakaian hangat ketika cuaca dingin.

