Alien: Genre Film Scifi-thiller Paling Jenius

Sejak Alfred Hitchcock membawa situasi mencekam ke dalam film, lahirlah genre film thiller ke muka bumi. Film-film sukses Alfred Hitchcock di antaranyaThe Twillight Zone, Psycho, dan Rear Windows.
Rumus filmnya sederhana. Sesuatu yang jahat dan misterius datang membunuhi para korbannya di tengah kegelapan. Musuh tak akan pernah diketahui wujudnya hingga setengah film berjalan. Bulu kuduk penonton dibuat berdiri, sampai-sampai pergi ke toilet pun merasa takut.
Pada 1979, teror itu dibumbui dengan fiksi ilmiah. Lahirlah film Alien besutan sutradara Ridley Scott. Musuh manusia bukan hantu, bukan psikopat, dan juga bukan virus. Musuhnya adalah alien, alias makhluk luar angkasa.
Alien membunuh dan melakukan teror kepada tokoh-tokoh di dalam film. Yang akan membuat kesal dan gemas penonton selama 137 menit film berjalan adalah mengapa alien itu tidak bisa mati? Perjuangan gigih membinasakan alien itu membuat penonton panas dingin sepanjang film berlangsung. Sehingga, pantas saja film ini dibuat banyak sekali sekuelnya.
Ripley
Tokoh protagonis dalam film ini adalah Ellen Ripley, seorang ilmuwan yang tak gentar menghadapi teror. Ripley tidak rusuh seperti film yang lain. Walaupun upaya lolosnya dikejar alien yang membinasakan itu berbau untung-untungan. Pada akhirnya, Ripley bisa menjinakkan Alien. Dan, Ripley pun kembali terpakai di sekuel Alien selanjutnya.
Dari setiap sekuel, terlihat perubahan Ripley, yang sebanding dengan perubahan Sarah O Connor dalam franchise Terminator. Ripley yang ilmuwan cantik dan feminim, berubah menjadi ripley yang misterius dan jarang bicara juga lebih defensif. Bahkan, pada film Alien: Ressurection Ripley ia menjadi induk dari para alien.
Isi kepalanya sudah mirip dengan alien. Dingin, kejam, cepat, dan sedikit sekali menampakkan sisi emosional. Dalam setiap film, rumusnya masih yang itu-itu saja. Ripley-lah yang menghabisi para Alien. Sementara, pemeran yang lainnya bernasib buruk, yaitu dibunuhi.
Franchise Alien
Pada era 80-an, film bertema alien selalu sukses, baik dalam tema maupun konsep. Selain itu, para kritikus pun menyambut baik film-film dengan tema sejenis. Bahkan, mereka pernah mengganjar film bertema alien dengan piala Oscar.
Pada 1986, dibuatlah Aliens yang dibesut oleh sutradara paling berpengaruh di bumi, James Cameron. Konsepnya lebih sederhana. Alien yang susah mati itu berhadapan dengan sekelompok marinir dan pejuang, sehingga nilai aksinya lebih besar lagi. Tokoh Ripley kembali diundang berperan di dalamnya. Kali ini ditemani oleh sosok pria yang taktis, Charles Bishop Weyland, yang kelak menjadi kerangka penghubung dari setiap film alien.
Penerimaan penonton terhadap film Alien berbeda-beda. Bergantung pada kehebatan konsep dan naskahnya. Film bertema alien dikabarkan jatuh pamor pada 1997, yaitu di film Alien Ressurection. Padahal, pada film tersebut penonton bisa melihat sosok android cantik yang diperankan Winona Ryder. Kegagalan franchise terus berlanjut. Salah satunya dalam film bugdet rendah dan sutradara yang kurang terampil, Paul W. Anderson, dalam film Alien vs Predator (2004).
Walaupun kebanyakan gagal, franchise alien tetap dilanjutkan. Ternyata, orang masih ketagihan dengan kengerian yang pernah dibawakan oleh jenius semacam Riddle Scott dan James Cameron itu.






