logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Tauhid

Berserah Diri Hanya kepada Allah Swt.


Ilustrasi allah swt

Tak ada cinta sepenuh hati yang pantas kita berikan kepada selain Allah Swt. karena Dia adalah cinta sejati kita. Cinta kepada Allah Swt. adalah cinta yang tidak mungkin memberikan rasa sakit, luka, dan air mata. Justru sebaliknya, cinta yang membawa kebahagiaan hakiki.

Ketika manusia melupakan Allah Swt, Dzat yang menciptakannya, maka yang terjadi adalah kekosongan jiwa. Bisa jadi kita bahagia namun tetap saja kebahagiaan yang kita rasakan tidak akan sempurna bila kita tidak dekat dengan-Nya.

Allah Swt sebagai Tempat Muara Semua Hati

Masih di antara kita yang suka lupa dengan kebesaran Allah Swt. Seorang wanita muda merasa begitu kecewa setelah ditipu oleh kekasih hatinya. Padahal dia sudah memberikan segalanya. Seorang suami tega melakukan korupsi untuk membahagiakan istri yang memiliki permintaan bermacam-macam. Seorang anak tega berbuat curang agar bisa mendapatkan nilai yang bagus. Seorang suami tega berbuat dzalim kepada istrinya karena merasa dia memiliki segalanya, padahal semua adalah milik Allah Swt.

Seorang istri tega berselingkuh karena menganggap sang suami sudah tak bisa lagi memenuhi kewajibannya sebagai suami. Dan tentu masih banyak contoh lain yang sering kita lihat di sekitar kita, yang bisa menjauhkan dengan rahmat Allah Swt. Hal-hal seperti itu terjadi ketika seorang hamba tak lagi mengenal Tuhannya Allah Swt. Dan beberapa hal yang membuat seorang hamba lupa dengan Allah Swt di antaranya adalah sebagai berikut.

Sombong, Membuat Lupa pada Allah Swt

Allah Swt., sangat membenci makhluk-Nya yang sombong. Setan dan iblis terusir dari surga karena sikapnya yang sombong. Ketika Allah Swt menyuruh semua makhluk-Nya untuk bersujud kepada Adam, semua menuruti perintah Allah Swt. Hanya iblis yang tidak mau patuh. Iblis merasa dia lebih mulia daripada Adam. Iblis terbuat dari api sedangkan Adam hanya berasal dari tanah.

Sungguh, sikap sombong tersebut lah yang membuat iblis jauh dari Allah Swt dan terusir dari surga. Sudah jelas bahwa sikap sombong membuat makhluk jauh dari sang pencipta Allah Swt. Padahal tak ada hal apa pun yang bisa untuk disombongkan karena semuanya bukan milik manusia atau makhluk mana pun di muka bumi ini.

Kecantikan, kekayaan, kecerdasan, kekuasaan, dan ketampanan semua akan sirna. Semua itu juga pemberian Allah. Maka, masih pantaskah seorang makhluk bersikap sombong menyombongkan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.

Munafik, Menjauhkan Diri dari Allah Swt

Sikap munafik juga akan menjauhkan kita dari Allah Swt. Bagaimana mungkin kita berkata suka dengan A padahal hati kita benci dengan A. Sesungguhnya sikap munafik sama saja dengan membohongi diri sendiri. Dan bila kita sebagai manusia saja tidak suka dibohongi bagaimana dengan Sang Pencipta kita yaitu Allah Swt? Namun demikian, bukan berarti kita bisa berbicara sesuka hati dengan alasan "saya bukan orang munafik jadi apa yang saya katakan adalah kejujuran hati saya".

Hanya dengan alasan tidak mau disebut orang munafik kemudian kita bisa berbicara sesuka hati. Tentu saja tidak. Rasulullah sendiri bahkan telah menyuruh umatnya untuk berbicara yang baik, "berbicaralah yang baik atau diam!".Jadi, bicara baik dan lembut belum tentu orang munafik. Pun sebaliknya, berbicara kasar dan sesuka hati juga belum tentu tidak munafik. Sesungguhnya, kita diperintahkan untuk berucap yang sebaik-baiknya yang tentu saja ucapan baik tersebut sesuai dengan hati kita, dan bukan sebaliknya. Selebihnya hanya Allah Swt lah yang paling tahu akan mahkluk-Nya.

Riya, Menjauhkan Diri dari Allah Swt

Riya adalah membangga-banggakan kebaikan yang kita lakukan. Sikap tersebut sama saja dengan sombong. Sedangkan Allah Swt yang menciptakan dunia beserta isinya lengkap ini saja tidak berbuat riya. Nabi Muhammad sang manusia pilihan dengan segala kelebihan dan kebaikan yang dimilikinya tak pernah berbuat riya.

Lalu, siapa kita? Sikap riya hanya akan menghapuskan pahala dan amal dari kebaikan yang kita lakukan. Ibarat membangun istana pasir di pinggir pantai yang hilang dalam sekejap hanya karena terpaan ombak. Begitulah sikap riya bisa menjauhkan kita dari Allah Swt dan menghancurkan sendi-sendi keimanan kita.

Mengingat Allah Swt Setiap Saat

Rahasia terbesar agar kita terbebas dari "siksaan" berupa nafsu duniawi yang bisa membutakan mata hati kita adalah dengan mencintai Allah Swt sepenuhnya. Kita begitu mudah menyerahkan segalanya tanpa berpikir panjang kepada orang yang kita cintai, padahal belum tentu orang tersebut selamanya membuat kita senang. Namun, banyak di antara kita yang begitu sulit menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah Swt, padahal kita bisa hidup seperti sekarang ini dan menikmati segala macam fasilitas yang kebanyakan gratis adalah karena Allah Swt.

Hal sederhana yang terasa sangat mudah diucapkan namun begitu susah untuk dilakukan adalah menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Secara matematis mungkin terlihat sangat simpel. Ya, hanya terdiri dari dua variabel untuk patuh kepada Allah Swt. Namun dalam praktiknya kita akan menemui banyak variabel yang bisa membelokkan jalan kita untuk mendapatkan ridho-Nya.

Bila kita mencintai seseorang, kita akan mengingatnya setiap saat. Makan teringat orang yang kita sukai. Belajar, bekerja, tidur, dan bahkan sedang marah, apa pun, semua kegiatan yang kita lakukan selalu ada "dia" di dalam pikiran kita.

Dengan mengingat orang yang kita cintai, perasaan kita akan semakin kuat kepadanya. Pun dengan Sang Pencipta, bila kita mengingat-Nya setiap saat, tentu perasaan kita akan semakin kuat kepada Allah Swt. Dan ketika perasaan kita begitu kuat kepada-Nya, kita tidak akan pernah takut akan apa pun selain kepada Allah Swt.

Mengingat Allah Swt setiap saat hakikatnya akan membuat kita terhindar dari dua sikap, yaitu rendah diri dan tinggi hati. Ketika kita berhadapan dengan seseorang atau sekelompok orang yang di mata kita jauh lebih tinggi, kita tidak akan minder karena kita sangat percaya dan yakin bahwa kita dan mereka sama di mata Allah Swt.

Pun ketika kita berhadapan dengan seseorang atau sekelompok orang yang di mata kita biasa-biasa saja, kita juga tidak akan tinggi hati atau mentang-mentang, karena kita selalu yakin di atas langit masih ada langit. Sikap tersebut akan membantu kita terhindar dari pribadi yang ekstrim, terlalu optimis atau pesimis.

Mengingat Allah Swt sebagai pintu masuk kebahagiaan dunia akhirat. Apalah arti sukses secara materi bila tidak memiliki ketenangan hati. Bila memang materi adalah segala-galanya, mengapa banyak artis Korea yang mati bunuh diri? Mengapa banyak pasangan suami istri yang bercerai padahal dari segi ekonomi mereka sudah mapan? Dan mengapa banyak orang yang korupsi padahal sudah kaya?

Hal tersebut membuktikan bahwa kesuksesan materi tanpa diimbangi dengan kebersihan hati tidak akan berarti apa-apa. Untuk dapat membuat hati tenang, maka kita harus banyak-banyak mengingat Allah Swt. Cara tersebut akan membuat kita senantiasa ingat bahwa Allah Swt adalah penguasa dan penentu segalanya.

Kita bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa karena semuanya adalah ciptaan Allah Swt dan akan kembali pada-Nya. Mengingat Allah Swt akan membuat hati tidak goyah ketika dihadapkan dengan banyak pilihan, tidak kecewa ketika kenyataan tak sesuai harapan, tidak takut ketika badai datang menghadang, dan tidak terlalu senang ketika kegembiraan datang. Masih beranikah kita lupa pada Allah Swt?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memiliki Prasangka Baik Setiap Hari
  • Yakin Akan Kekuasaan Allah
  • Tiga Kunci Karakteristik Agama Islam
  • Tanda-tanda Kiamat Besar yang Perlu Diketahui
  • Ilmu Hati - Membersihkan Hati dan Menajamkan Mata Batin
  • Pergeseran Akhlak Manusia di Era Modern
  • Contoh Naskah Pidato Agama Islam
  • Materi Akhlak Bagi Pribadi Mulia
  • Mengenal Sifat-Sifat Allah SWT
  • Tentang Kisah Qorun
  • Misteri Kehidupan Setelah Mati
  • Tatto - Sudut Pandang Agama dan Budaya
  • Sang Ahli, Konsultasi Agama Islam Yang Tepat
  • Konsultasi Agama: 30 Menit Mengenal Islam
  • Agama Islam Adalah Agama Humanis
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA