Mengenal Al-Qur’an dan Isinya

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui perantaraan malaikat Jibril. Al-Qur’an bukan diambil dari pecahan kata Qira’ah, tapi memang khusus nama bagi kalam Allah.
Ia sama seperti Injil dan Taurat. Ia terdiri 114 surat, 30 juz dan berjumlah 6666 ayat, serta turun selama 2 tahun 2 bulan 22 hari. Ayat-ayat al-Qur’an ada yang diturunkan saat Rasulullah berada di Mekah dan berada di Madinah.
Ayat yang pertama turun adalah surat al-‘Alaq ayat 1 hingga ayat 5. Tepatnya, saat Rasulullah SAW sedang bertahannus di gua Hira. Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk bagi manusia. Sebagaimana disitir di dalam surat al-Baqarah, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Kenapa Disebut Sebagai Petunjuk?
Al-Qur’an disebut sebagai pentujuk tak luput dari sejarah diturunkannya yang mengacu pada tiga tujuan pokok.
Ø Petunjuk akidah.
Ø Petunjuk mengenai akhlak
Ø Petunjuk mengenai syariat dan hukum.
Menurut Rasyid Ridha, jika melihat dari isi Al-Qur’an sendiri, maka ia disebut sebagai petunjuk karena menjelaskan sepuluh aspek:
- Keimanan kepada Allah, hari akhir dan balas atas kebaikan yang dilakukan orang yang beriman kepada-Nya.
- Kerasulan, kenabian serta tugas dan fungsinya
- Kehadiran Islam sebagai agama yang selaras dengan rasio, ilmu pengetauhan dan hari akhir
- Pembinaan umat manusia dalam satu kesatuan
- Keistimewaan Islam mengenai pembebanan (taklif) kewajiban kepada manusia, jasmani maupun rohani
- Menerangkan prinsip-prinsip politik dan bernegera
- Menata kehidupan material
- Menguraikan pedoman umum tentang perang dan cara-cara mempertahankan diri dari intervensi dan serangan musuh
- Mengatur hak-hak perempuan
- Memberi petunjuk tentang kemerdekaan hak.
Meski esensi atau isi kandungan al-Qur’an berbicara mengenai banyak hal dalam sisi kehidupan manusia, namun satu hal yang patut diingat bahwa al-Qur’an bukan sebuah kitab yang memuat segala hal dengan detail dalam praktik kehidupan umat manusia.
Nama-nama al-Qur’an
Di dalam kitab al-Itqan fil ‘Ulumil Qur’an disebutkan bahwa Al-Qur’an memiliki banyak nama sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an sendiri:
- Busyra (kabat gembira)
- ‘ilmu (ilmu pengetahuan)
- Al-‘Urwatul wutsqa (ikatan yang kuat)
- Haq (kebenaran)
- Hablullah (tali Allah)
- Bayanun linnas (keterangan bagi manusia)
- Munadi (penyeru)
- Nurun mubin (cahaya yang terang)
- Muhaimin (penyaksi)
- ‘adl (keadilan)
- Shiratun mustaqim (jalan yang lurus)
- Basha´ir (penjelasan)
- Kalamullah (kalam Allah)
- Hakim (yang bijaksana)
- Mau’izhah (nasehat)
- Hudan wa rahmah (petunjuk dan rahmat)
- ‘Arabiy (berbahasa arab)
- Huda (hidayah)
- Syifa (penawar)
- Qayyim (yang lurus)
- Wahyu (wahyu)
- Dzikrun mubarakun (Zikir yang diberkati)
- Al-Furqan (pembeda)
- Tanzil (yang diturunkan Allah)
- Ahsanul hadis (perkataan yang baik)
- Matsani (yang diulang-ulang)
- Mutasyabih (yang serupa)
- Ash-Shidqu (kebenaran)
- Basyarun wa nadzir (kabar gembira dan ancaman)
- ‘Azizun (yang mulia)
- Ruh (ruh)
- ‘Aliyun hakim (yang tinggi dan bijaksana)
- Kitabun mubin (kitab yang nyata)
- Hikmah (kebijaksanaan)
- Qur’anul karim (bacaan yang mulia)
- Amrullah (keputusan Allah)
- Tadzkirah (peringatan)
- ‘ajabun (yang mengherankan)
- Naba’un ‘azhim (berita agung)
- Shuhufun Mukarramah (lembaran yang dimuliakan)
- Marfu’atun muthahharah (yang ditinggikan dan disucikan)
- Majid (yang mulia)
- Qaulun fashlun (perkataan yang tegas)
Dengan nama-nama ini makin kuat dan jelas, bahwa isi Al-Qur’an memang berperan sebagai petunjuk bagi manusia. Dan, sangat bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat, bila manusia mau membaca dan mengamalkan isinya.






