Anak-Anak
Apa yang pertama Anda pikirkan ketika mendengar kata anak-anak? Sebagian besar orang akan memikirkan tentang tumbuh kembang anak ketika mendengar kata tersebut. Tumbuh kembang anak menjadi suatu prioritas bagi semua orangtua di dunia.
Tumbuh kembang anak pada umumnya berlangsung dengan unik. Hal ini dikarenakan setiap organ tubuh anak mempunyai pola pertumbuhan yang berbeda-beda dengan kecepatan yang tidak sama pada setiap tahapan usianya. Seperti dalam proses pertumbuhan fisik anak, pertumbuhan fisik anak pada umumnya berlangsung cepat pada 6 tahun pertama. Hal ini kemudian terus berlanjut pada masa pra-remaja, dan akan mengalami percepatan pertumbuhan kedua pada usia remaja 12 hingga 14 tahun.
Hal ini berbeda dengan pertumbuhan otaknya, pertumbuhan otak anak akan berlangsung paling cepat dibandingkan dengan organ lain pada tubuh anak. Otak tumbuh dengan sangat cepat pada usia dini, terutama di bawah usia 6 tahun. Setelah tumbuh kembang otak anak berlangsung sangat cepat, pertumbuhan otak anak tumbuh lebih lambat sampai seumur hidup anak.
Tumbuh kembang anak tentu saja tidak dapat dibiarkan begitu saja. Ada beberapa hal yang dapat menunjang pengoptimalan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah dengan nutrisi.
Nutrisi memegang peranan penting untuk tumbuh kembang anak. Hal ini dikarenakan nutrisi dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan semua organ penting pada anak. Nutrisi ini dapat menunjang pertumbuhan anak, seperti pertumbuhan organ reproduksi, pertumbuhan fisik, dan pertumbuhan otak anak.
Selama proses tumbuh kembang terjadi, nutrisi juga sangat berperan untuk membangun daya tahan tubuh anak, sehingga anak tidak mudah sakit. Karena hal tersebut tentunya dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Pemenuhan nutrisi pada anak harus betul-betul diperhatikan, terutama pada anak di usia dini. Pemenuhan nutrisi anak di usia dini ini sangat lah penting dan dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan fisik anak.
Pertumbuhan Otak pada Anak
Banyak orang tidak memahami bagaimana otak anak tumbuh. Pertumbuhan otak anak dimulai sejak dini, bahkan ketika anak masih di dalam kandungan. Pertumbuhan otak di masa ini diawali dengan terbentuknya cikal-bakal otak berupa lempengan sejak ibu hamil 18 hari.
Pertumbuhan otak anak ini memang menjadi awal pertumbuhan anak setelah terbentuknya organ pertama yaitu jantung dalam kandungan. Ketika kehamilan ibu mencapai 18 hari, otak yang berupa lempengan kecil sudah mulai terbentuk. Setelah itu, ketika kehamilan ibu mencapai 4 hingga 6 bulan, sel-sel otak janin merupakan sel yang paling banyak diproduksi. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya.
Setelah lahir, tumbuh kembang otak anak akan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tidak hanya sel-selnya yang berkembang melainkan peningkatan berat otak pun terus berlanjut.
Peningkatan berat otak anak akan berlangsung dengan pesat pada 6 tahun pertama setelah anak lahir, hal ini sama dengan perkembangan otak anak. Akan tetapi hal tersebut bukan disebabkan oleh jumlah sel-sel otak yang terus bertambah, melainkan disebabkan oleh jaringan penghubung antar sel-sel otak ke semua organ tubuh.
Umumnya, berat otak anak saat lahir sekitar 25% dari berat otak dewasa. Kemudian terus tumbuh hingga pada usia 6 tahun berat otak anak mencapai 95% dari berat orang dewasa. Perkembangan berat otak anak dan juga sel-sel penghubung ini ditentukan oleh nutrisi.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, nutrisi memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk juga perkembangan otak anak. Selain nutrisi, penentu pertumbuhan dan perkembangan otak ini juga terletak pada stimulasi pada anak. Bagi orangtua, hal ini menjadi suatu hal yang harus diperhatikan dan diketahui dengan jelas, agar perkembangan otak anak akan lebih berkembang dengan pemenuhan nutrisi yang baik pada anak.
Nutrisi akan menghubungkan sel-sel dalam otak melalui jaringan penghubung yang dinamakan sinaps. Jumlah sinaps yang terbentuk menentukan kecepatan proses berpikir anak. Sinaps dalam otak ini akan terus bertambah dan berkembang ketika anak mendapatkan pengetahuan baru atau pengalaman sensoris. Pemberian stimulasi pada anak usia dini akan menentukan sinaps otak yang makin banyak dan makin kuat terbentuk dan sinaps otak yang akan mati untuk selamanya.
Dua unsur pembentuk jaringan otak anak yaitu nutrisi dan stimulasi ini merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang otak anak. Nutrisi merupakan penentu jumlah sel-sel otak anak. Semakin banyak sel otak yang terbentuk, semakin cerdas pola pikir anak dalam masa perkembangannya. Sedangkan stimulasi merupakan pembentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa nutrisi dan stimulasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kekurangan salah satu dari dua hal tersebut akan memengaruhi bentuk sempurna atau tidaknya otak anak.
Dengan nutrisi dan stimulasi yang diberikan, otak anak akan berkembang dan tumbuh secara cepat. Bahkan, pada usia dini, otak anak disebut-sebut sangat baik untuk pemberian pengetahuan baru bagi anak. Perkembangan yang baik ini disebut masa emas bagi anak. Masa emas dalam hidup anak ini dinamakan juga sebagai periode kritis.
Pada masa emas atau periode kritis ini, proses tumbuh kembang otak anak terjadi sangat pesat, sekitar 95% kemampuan otak anak diasah di usia tersebut. Setelah periode kritis itu berakhir, pertumbuhan dan perkembangan otak anak akan melambat sesuai dengan usianya.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa masa emas anak atau periode kritis anak ini sangat memerlukan perhatian ekstra dalam pemberian nutrisi dan stimulasinya. Jika masa emas ini dilewati dengan kekurangan nutrisi dan stimulasi, hal tersebut dapat berdampak negatif dalam jangka panjang. Kekurangan nutrisi dan stimulasi pada masa emas ini bahkan dapat berdampak permanen dan sulit untuk disembuhkan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perkembangan otak anak yang baik atau masa emas anak-anak sudah dimulai sejak dalam kandungan hingga mencapai 6 tahun. Pada masa ini, otak anak telah tumbuh sekitar 95%.
Puncak masa emas ini terjadi pada saat usia anak menginjak 2 tahun, sehingga sangat lah penting untuk memenuhi nutrisi dan stimulasi yang optimal pada periode tersebut. Setelah periode ini terlewatkan maka otak akan tumbuh melambat dan tidak pernah bisa tumbuh cepat kembali.
Dampak utama jangka panjang apabila otak anak tidak mendapatkan nutrisi dan stimulasi yang cukup adalah adanya gangguan fungsi kognitif atau anak tidak dapat berkembang menjadi anak yang cerdas seperti yang banyak diharapkan orangtua.
Kebutuhan Dasar Anak
Kebutuhan dasar anak merupakan suatu kebutuhan yang mampu menunjang tumbuh kembang sang anak. Kebutuhan dasar anak ini tidak hanya meliputi soal gizi, nutrisi, stimulasi, sekolah, dan lain sebagainya. Walau pun kebutuhan-kebutuhan tadi sangat penting, ada beberapa kebutuhan yang paling mendasar untuk menunjang tumbuh kembang anak, di antaranya adalah sebagai berikut;
- Kebutuhan fisik-biomedis. Kebutuhan fisik-biomedis ini meliputi gizi, perawatan dasar, sandang, papan, dan rekreasi untuk anak.
- Kebutuhan emosi atau kasih sayang. Kebutuhan ini dapat berupa penciptaan ikatan yang erat dan kepercayaan yang biasanya dibangun dalam lingkungan keluarga inti.
- Kebutuhan akan stimulasi mental. Kebutuhan ini merupakan asal-muasal dari proses belajar. Selain itu, kebutuhan dasar stimulasi ini juga turut mengembangkan proses mental psikososial anak, seperti kecerdasan, keterampilan, agama, moral, dan lain sebagainya.
Pemenuhan kebutuhan dasar ini merupakan suatu tanggungjawab orangtua yang harus dipenuhi dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menunjang tumbuh kembang anak di berbagai aspek.
Demikian lah pembahasan mengenai tumbuh kembang anak yang dapat disampaikan. Semoga pembahasan dalam artikel ini, dapat menambah dan juga mendorong orangtua untuk lebih mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan baik.

