logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Puisi    Sapardi Joko Damono    Analisis Puisi

Analisis Puisi Sapardi Djoko Damono

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Menganalisis puisi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan unsur-unsurnya. Unsur puisi meliputi unsur fisik dan unsur batin. Struktur fisik, meliputi: diksi (diction), pencitraan, kata konkret (the concentrate word), majas (figurative language), dan bunyi yang menghasilkan rima dan ritma (rhyme and rytem). Sedangkan struktur batin, meliputi: perasaan (feeling), tema (sense), nada (tone), amanat (atention).

Pemahaman terhadap unsur-unsur tersebut bukan saja akan bermanfaat untuk meng­analisis sebuah puisi, melainkan juga ketika kamu akan menulis puisi. Kesatuan dan kepaduan struktur tersebut dapat melahirkan karya puisi yang mempunyai  nilai seni dan nilai makna yang tinggi.

Berikut salah satu contoh analisis puisi dengan pendekatan unsur batin puisi. Adapun puisi yang akan dibahas berjudul ’Pada Suatu Hari Nanti’ karya Sapardi Djoko Damono.

PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti

jasadku tak akan ada lagi

tapi dalam bait-bait sajak ini

kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti

suaraku tak terdengar lagi

tapi di antara larik-larik sajak ini

kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti

impianku pun tak dikenal lagi

namun di sela-sela huruf sajak ini

kau takkan letih-letihnya kucari

                                                      1991

                              Karya Sapardi Djoko Damono

                              Sumber: Hujan Bulan Juni, 2003

Ada empat unsur hakikat puisi yang harus diperhati­kan. Keempat unsur tersebut adalah tema (sense), pera­saan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), dan amanat (intention). Keempat unsur itu menyatu dalam wujud penyampaian bahasa penyair.

Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan pe­nyair ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati pem­baca. Melalui pembacaan yang baik, kita sebagai pendengar dapat merasakan suasana perasaan ter­sebut.

Adapun sikap penyair kepada pembaca dalam puisinya di­sebut nada puisi. Jika nada merupakan sikap penyair terhadap pem­baca, maka suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah mem­baca puisi itu. Nada dan suasana puisi saling berhubungan. Nada duka yang diciptakan penyair dapat menum­buhkan suasana iba hati pem­baca. Begitu pula nada religius dapat menimbulkan suasana khu­syuk.

Suasana dan nada yang tergambar dalam puisi ”Pada Suatu Hari Nanti” tersebut adalah suasana khusyuk, sedih, namun menyiratkan sebuah optimisme.

Struktur selanjutnya adalah amanat atau pesan. Amanat biasanya tersirat di balik kata-kata yang disusun. Amanat berhubungan dengan makna karya sastra yang bersifat interpretatif, artinya setiap orang mempunyai penafsiran terhadap makna puisi yang berbeda-beda.

Adapun tema yang menjadi dasar puisi tersebut adalah perasaan cinta terhadap seseorang. Perasaan tersebut diungkapkan dengan pernyataan bahwa aku lirik tidak akan meninggalkan seseorang tersebut meskipun sudah meninggal dunia.

Amanat yang terkandung dalam puisi tersebut adalah penulis ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang terdekat, orang-orang yang selama ini dicintai dan mencintainya bahwa dirinya akan selalu ada meskipun secara jasad sudah tiada. Keberadaan dirinya akan selalu dirasakan melalui karya-karya puisi yang ditulisnya. Puisi-puisinyalah yang nantinya akan menemani setiap orang yang merindukannya.

Isi puisi ini mengingatkan saya pada puisi ”Aku” karya Chairil Anwar. Meskipun disajikan dalam suasana dan nada yang berbeda, tetapi tersirat pesan yang sama bahwa ”Aku ingin hidup seribu tahun lagi.” Keberadaan Chairil terus hidup sampai sekarang, sebab karya-karyanya tak pernah berhenti dibacakan dan dibicarakan.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kesederhanaan Puisi Sapardi Djoko
  • Antara Sapardi dan Sajak Basa Sunda
  • Ciri Khas Sajak Sapardi Djoko Damono
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA