logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Kedokteran

Anatomi Fisiologi Sistem Integumen


Ilustrasi anatomi fisiologi sistem integumen

Apa itu anatomi fisiologi sistem integumen? Bagi orang awam, istilah ini boleh jadi cukup asing di telinga mereka. Memang, anatomi fisiologi sistem integumen merupakan bagain-bagian tubuh mahluk hidup yang hanya dipelajari secara mendalam oleh kajian ilmu yang berbasis kedokteran. Kalau pun ada kajian ilmu yang membahashal tersebut, itu hanya sebatas ulasan saja.

Namun, sebagai manusia yang melek akan ilmu, tidak ada salahnya jika kita mempelajari hal-hal penting semacam anatomi fisiologi sistem integumen ini. Setidaknya, bolehlah kita mengetahui materi ini sebagai salah satu pengetahuan umum yang mungkin akan berguna suatu saat nanti.

Seluruh tubuh mahluk hidup bagian luar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sebagai sistem integumen. Kita mengenalnya sebagai kulit. Namun, apa yang disebut anatomi fisiologi sistem integumen itu ternyata tidak hanya sebatas kulit.

Ada bagian-bagian lain yang termasuk ke dalam anatomi fisiologi sistem integumen ini. Seperti apakah anatomi fisiologi sistem integumen itu? Mari kita simak semuanya dalam uraian berikut ini!

Anatomi Fisiologi Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorinya, termasuk rambut, kuku, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).

Fungsi dari sistem integumen sendiri adalah melindungi struktur internal; mencegah masuknya kuman penyebab penyakit; mengatur suhu tubuh; melakukan proses ekskresi melalui keringat; melindungi bahaya sinar matahari; dan juga memproduksi vitamin D. Berikut ini adalah bagian-bagian dari anatomi fisiologi sistem integumen.

1. Anatomi Fisiologi Sistem Integumen - Kulit

a. Lapisan Kulit Epidermis

Epidermis sering kita sebut sebagai kulit luar. Kulit luar ini jika dikumpulkan akan menjadi organ terbesar dari tubuh. Luas permukaannya sendiri adalah sekitar 18 meter persegi. Epidermis memiliki beberapa lapisan yang mengandung empat jenis sel.

Jenis sel pertama disebut keratinosit (memproduksi keratin, yaitu protein yang memberikan kekuatan, fleksibilitas, dan anti-air); jenis sel kedua dinamakan melanosit (memproduksi melanin, yaitu pigmen gelap yang memberikan warna kulit); jenis sel ketiga disebut sel Merkel yang berkaitan dengan indra sentuhan); dan jenis sel keempat dinamakan sel Langerhans (membantu sistem kekebalan tubuh).

Sesuai dengan anatomi fisiologi sistem integumen, lapisan terdalam dariepidermis adalah lapisan basal. Lapisan ini merupakan lapisan sel tunggal yang menempati membran dasar (lapisan antara dermis dan epidermis). Lapisan berikutnya adalah lapisan stratum spinosum. Stratum spinosum terdiri atas sel-sel bergranul (sel kasar).

Setelah lapisan stratum spinosum dalam anatomi fisiologi sistem integumen bagian epidermis ini terdapat stratum granulosaum, yaitu lapisan yang juga bergranul dan lebih kasar. Setelahnya, terdapat stratum lucidum yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet.

Lapisan lucidum menurut anatomi fisiologi sistem integumen hanya ada di daerah yang sering digunakan seperti telapak tangan dan telapak kaki. Selain itu, dalam anatomi fisiologi sistem antegumen bagian epidermis ini juga masih terdapat lapisan paling luar dari epidermis yang disebut stratum corneum, yaitu lapisan sel-sel mati yang membuat kulit elastis dan berfungsi sebagai pelindung sel-sel dasar yang kering.

b. Lapisan Kulit Dermis

Masih membahas anatomi fisiologi sistem integumen bagian kulit, Lapisan kulit kedua dinamakan dermis. Dermis adalah lapisan kulit yang berada di bawah epidermis. Penyusun utama dari dermis adalah kolagen (protein penguat), serat retikuler (serat protein yang berfungsi sebagai penyokong), dan serat elastis (protein yang berperan dalam elastisitas kulit).

Jenis lapisan kulit dermis terdiri atas dua macam, yaitu lapisan papiler (lapisan jaringan ikat longgar) dan lapisan retikuler (lapisan jaringan ikat padat). Kedua lapisan ini sangat sulit untuk dibedakan. Di dalam lapisan kulit dermis terdapat:

  • kelenjar keringat (yang berfungsi sebagai penghasil keringat untuk pencegah kulit kering dan juga pengatur suhu tubuh);

  • kelenjar minyak (yang berfungsi dalam menghasilkan minyak yang berperan sebagai pelindung kulit dari kekeringan);

  • folikel rambut (bagian akar rambut yang merupakan tempat membelahnya sel-sel rambut);

  • hipodermis atau subkutan (bagian kulit yang paling bawah); dan

  • saraf-saraf penerima rangsang sentuhan (yang berfungsi sebagai sensor penerima rangsang sentuhan yang kemudian akan dikirimkan ke otak).

Di dalam dermis juga terdapat jaringan lemak yang merupakan tempat cadangan energi padat yang sewaktu-waktu digunakan tubuh untuk beraktivitas (ketika di dalam tubuh tidak ada glukosa).

2. Anatomi Fisiologi Sistem Integumen - Rambut dan Kuku

Anatomi fisiologi Sistem Integumen yang lainnya adalah rambut dan Kuku. Rambut dan kuku merupakan turunan dari kulit. Rambut terdiri atas medulla, korteks, dan juga kutikula. Medula letaknya berada di bagian tengah. Medula berisi keratin dan udara. Adapun korteks merupakan lapisan paling tebal rambut.

Lapisan inilah yang memiliki pigmen (zat warna) yang menentukan rambut berwarna hitam, coklat, merah, ataupun pirang. Sedangkan kutikula merupakan lapisan terluar rambut. Lapisan ini berupa sel-sel yang tumpang tindih seperti sisik. Akar rambut tertanam di bawah kulit (bagian dermis).

Dalam anatomi fisiologi sistem integumen, rambut mempunyai fungsi tertentu sesuai dengan letaknya. Misalnya saja alis yang menjaga keringat jatuh ke mata. Adapun rambut hidung berfungsi sebagai penyaring udara dari kotoran agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Begitu juga dengan rambut telinga. Sedangkan rambut di kepala berfungsi sebagai pelindung dari abrasi dan paparan sinar matahari.

Seperti rambut, kuku berkembang juga turunan dari kulit, tepatnya epidermis. Kuku merupakan sel-sel keras yang tersusun dari sel keratin yang ada di ujung jari tangan dan kaki. Fungsi dari kuku di antaranya adalah untuk menangkap objek, menggaruk, serta melindungi jari tangan dan kaki.

3. Anatomi Fisiologi Sistem Integumen - Kelenjar Keringat

Jaringan keringat beserta produknya, yakni keringat termasuk ke dalam bagian anatomi fisiologi sistem integumen. Berdasarkan fungsi dan komposisi keringat yang diproduksinya, setidaknya terdapat dua jeniskelenjar keringat, yakni kelenjar keringat ekrin dan kelenjar keringat apokrin

  • Kelenjar keringat ekrin merupakan kelenjar keringat yang berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh. Kelenjar ini tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Namun, lokasi terbanyak kelenjar ekrin biasanya terdapat di sekitar wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.Keringat yang dihasilkannya pun berupa air yang mengandung berbagai macam garam.

  • Kelenjar keringat apokrin berfungsi sebagai pemecah komponen organik dari keringat yang dihasilkan. Aktivitas ini dilakukan olehbakteri sehingga nantinya kelenjar ini akan menghasilkan bau tak sedap. Kelenjar keringat apokrin ini banyak terdapat di sekitar ketiak dan selangkangan atau sekitar alat kelamin. Kelenjar ini menghasilkan keringat yang berlemak.

4. Anatomi Fisiologi Sistem Integumen - Sisik

Sisik termasuk ke dalam salah satu anatomi fisiologi sistem integumen mahluk hidup. Hampir sama dengan kulit pada manusia, sisik juga berperan sebagai lapisan terluar dalam anatomi fisiologi sistem integumen binatang. Sisik merupakan lapisan pelindung yang keras, biasanya terdapat pada ikan, ular dan kaki ayam.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai anatomi fisiologi sistem integumen yang terdapat dalam mahluk hidup. Bagaimana, Anda tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut? Silakan masukipendidikan yang berhubungan dengan dunia kedokteran untuk mendapatkan ulasan mendalam tentang anatomi fisiologi sistem integumen ini.

Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami Anatomi Fisiologi Telinga - ANNEAHIRA.COM
  • Mengulas Anatomi, Sejarah Dan Klasifikasinya
  • Mengenal Bahaya dan Metode Pembuangan Sampah Medis
  • Sistem Medis: Sebuah Cara untuk Mencari Kesembuhan
  • Bahaya Limbah Medis Rumah Sakit
  • Kumpulan Informasi dalam Jurnal Kedokteran Gratis
  • Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan Pada Manusia
  • Selusin Istilah Medis untuk Obat-Obatan
  • Pentingnya Jaringan Saraf
  • Dokter Bedah Plastik, Solusi Tampil Cantik?
  • Penanganan Khusus bagi Limbah Medis
  • Mengenal Lebih dalam Golongan Darah pada Manusia
  • Percayakan Kesehatan Peliharaan pada Dokter Hewan
  • 7 Standar Kompetensi Dokter Indonesia
  • Anatomi Fisiologi Kulit Manusia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA