Anemia Remaja Penyebab Hilangnya Satu Generasi
"Anemia Remaja Penyebab Hilangnya Satu Generasi." Judul yang lebay. Terlalu berlebihan. Tunggu dulu! Anemia bukanlah penyakit yang bisa diremehkan. Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi dan implikasi terhadap kehidupan remaja dalam tingkatan yang sangat serius. Bila ini terjadi pada hampir semua remaja, bukankah sama saja dengan kehilangan satu generasi?
Anemia adalah penyakit kekurangan darah yang akan membuat penderitanya merasa lemah, lesu, letih, lelah, dan tak berdaya. Kepala pusing, badan melayang-layang, dan otak sulit mencerna informasi. Bawaan ingin tidur dan merasa lemas terus-terusan.
Tidak jarang pada bagian tubuh tertentu terdapat bercak biru seperti lebam. Pandangan berkunang-kunang. Belajar pun pasti sudah tak mampu maksimal. Bila terus berlanjut, bisa saja menyebabkan mudah tertular penyakit lain. Dengan kondisi tubuh yang tidak fit, virus mudah masuk.
Virus influenza dan virus-virus lainnya akan berbondong-bondong mendatangi tubuh. Lalu, makan obat. Antibiotik yang semakin menumpuk membuat tubuh kebal dan fungsi ginjal berkurang. Implikasinya tidak hanya berhenti di situ. Setelah anemia, leukimia bisa saja daftar tunggu berikutnya.
Apa Penyebab Anemia Remaja?
1. Rendahnya Pengetahuan Isu dan Ilmu Kesehatan
Rendahnya pengetahuan para remaja terhadap isu kesehatan dan ilmu kesehatan. Bagi mereka, kesehatan bukanlah hal utama yang harus menjadi perhatian. Masih merasa muda sehingga tidak harus menjaga kesehatan.
2. Ngemil di Depan TV dan Komputer
Gaya hidup yang lebih sering duduk lama di depan TV dan komputer sambil ngemil makanan kaya kalori dan tinggi lemak, tetapi minim gizi dan nutrisi yang sangat dibutuhkan para remaja.
3. Benci Sayur dan Makanan Berserat
Tidak paham makanan mana yang seharusnya dimakan dan mana yang seharusnya dikurangi. Miskin ilmu gizi.
4. Tidak Berolah Raga
Tidak berolah raga dengan teratur mengakibatkan glukosa atau gula darah tidak terpakai dengan sempurna sehingga menyebabkan rasa lelah yang berlarut-larut.
5. Mengurangi Porsi Makan
Keinginan untuk memiliki tubuh seperti peragawati dan para bintang sehingga tidak mau makan banyak. Bila hal ini terus berlanjut, bisa menyebabkan menderita anorexia nervosa, bulimia, dan penyakit ‘mental disorder’ lainnya.
6. Minimnya Sosialisasi Gizi Khusus Remaja
Masalah ini bisa diatasi bila sejak kecil para orang tua dan orang-orang dewasa di sekitar remaja memberikan contoh hidup sehat dan memberikan pengetahuan memadai mengenai nutrisi dan ilmu gizi lainnya.
Sulit memang, namun tetap harus dicoba. Hal ini demi menjaga keberlangsungan kehidupan remaja yang sehat dan bermanfaat bagi kelanjutan generasi yang unggul.
Bila penyebab anemia itu karena bawaan lahir, ceritanya berbeda. Namun, sekali lagi, anemia bukanlah penyakit sederhana. Penanganannya membutuhkan waktu lama dan kontrol yang ketat sehingga wajah anemia cepat pergi dan berganti wajah cerah ceria.






