logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Olah Raga    Ketangkasan    Anggar

Anggar

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Olah raga anggar sudah lama diminati oleh para pecinta olah raga. Selain sebagai olah raga, ada yang menyebut juga anggar sebagai seni budaya olah raga ketangkasan dengan senjata.

Pada olah raga anggar ditekankan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk, atau menangkis senjata lawan dengan menggunakan keterampilan dalam memafaatkan kelincahan tangan.

Kata anggar dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Perancis en garde, artinya dalam bahasa Indonesia yaitu bersiap. Kata en garde digunakan sebelum permainan anggar dimulai, untuk memberi perintah bersiap kepada pemain. Dalam bahasa Perancis, anggar disebut escrime.

Sejak zaman dahulu, anggar diajarkan di sekolah-sekolah di Eropa untuk melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam. Penggunaan anggar mirip dengan penggunaan pedang.

Pada zaman dahulu, pedang diciptakan untuk melindungi diri. Manusia menggunakan pedang dengan menggunakan kekuatan dan ketangkasan. Penggunaan anggar pun memerlukan kekuatan dan ketangkasan seperti halnya pedang.

Permainan Olahraga Anggar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anggar merupakan sebuah seni budaya olahraga yang melatih ketangkasan dengan senjata. Olahraga ini menekankan pada teknik kemampuan seseorang, seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan dengan menggunakan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan.

Dalam pengertian yang lebih spesifik, anggar diartikan sebagai salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah-sekolah Eropa pada zaman dahulu untuk melatih keahlian dalam mengunakan senjata tajam. Meskipun anggar ini termasuk ke dalam seni budaya olahraga, namun kesenian anggar ini akhirnya menjadi salah satu olahraga resmi di Olimpiade.

Dalam perlombaan olimpiade, anggar dimainkan dalam tiga nomor. Tiga nomor permainan anggar ini dibedakan berdasarkan senjata yang digunakan. berikut adalah nomor-nomor dalam permainan anggar;

  • Floret (foil)

Floret merupakan pedang yang berbentuk langsing, lentur, dan ringan. Ujung pedang ini datar dan berbentuk bulat, tumpul, serta berpegas. Jika pedang ini ditusukkan, beratnya bisa mencapai 500 gram. Pelindung tangan yang terdapat pada floret ini lebih kecil dibandingkan dengan Degen dan sabel. Ujung pedang ini bisa digunakan untuk menusuk, sedangkan bagian bawah pedang digunakan untuk menangkis dan menekan.

  • Sabel (sabre)

Sabel merupakan pedang yang berbentuk segitiga dan sudutnya dibuat tidak tajam. Bentuk sabel ini mirip dengan parang kecil, semakin ke atas maka bentuknya semakin pipih. Di bagian ujung sabel ini sengaja ditekuk agar pedang tidak meruncing dan melukai pemain. Pelindung penuh menutupi tangan dampai pangkal tangkai. Bagian atas pedang ini digunakan untuk memarang dan bagian bawahnya digunakan untuk menangkis. Sedangkan ujung pedang tersebut digunakan untuk menusuk lawan.

  • Degen (epee)

Degen merupaakn pedang yang berbentuk segitiga dan berparit. Pada pangkalnya, pedang dibuat lebih tebal dan bagian samping ke ujungnya dibuat kecil. Ujung pedang ini datar dan berpegas. Berat dari pedang yang satu ini sekitar 750 hingga 770 gram. Bagian bawah pedang digunakan untuk menangkis dan ujungnya digunakan untuk menusuk.

Ketiga jenis senjata dalam anggar tersebut dimainkan oleh pemain anggar dalam berbagai kejuaraan dan tentunya Olimpiade. Anggar dimainkan di arena seluas 14 x 15 meter. Setiap pemainnya dilengkapi dengan kabel dan kostum khusus.

Pemain anggar akan dihubungkan dengan sistem penilaian elektronik yang akan bereaksi jika terkena tusukan. Dalam setiap pertandingannya, permainan anggar menggunakan sistem eliminasi langsung. Sebuah tim dalam permainan anggar terdiri atas 3 pemain dan masing-masing akan berduel dengan anggota tim lawannya.

Permainan anggar biasanya dilakukan dalam ruangan tertutup, panjangnya 12 meter dan lebarnya mencapai 2 meter. Atap arena biasanya ditutupi oleh linolium atau gabus. Selain penutup ruangan, arena anggar juag dilengkapi dengan peralatan elektronik untuk mengetahui terjadinya poin.

Selain arena, hal yang penting dalam permainan anggar adalah pakaian pemain anggar. Pakaian dan peralatan pemain anggar biasanya terdiri atas beberapa perlengkapan, seperti jaket, sarung tangan, kabel badan, Eppe, celana, masker, dan plastron atau pelindung ketiak.

Masker dalam pakaian pemain anggar digunakan untuk melindungi daerah wajah. Baju jaket pemain anggar terbuat dari bahan yang kuat dan berwarna putih. Untuk pemain Epee atau Poil, baju pemain anggar harus terbuat dari metal.

Dalam permainannya, pemain anggar akan diperlombakan dalam beberapa kelas. Pemain anggar putri dan putra memilki kelas yang berbeda-beda. Untuk kelas anggar putra terdiri atas;

  • Eppe perorangan
  • Epee tim
  • Foil perorangan
  • Sabre perorangan
  • Sabre tim

Sedangkan untuk kelas anggar putri, terdiri atas sebagai berikut;

  • Eppe perorangan
  • Foil perorangan
  • Foil tim
  • Sabre perorangan
  • Sabre tim

Dalam setiap pertandingan anggar, pertandingan tersebut dipim[pin oleh seorang wasit. Wasit di pertandingan ini menentukan peraturan permainan dan berhak memberikan sanksi kepada para pemain yang tidak taat akan peraturan. Pada pelanggaran pertama, wasit biasanya akan mengeluarkan kartu kuning bagi pelanggar.

Kemudian, jika pelanggaran terjadi untuk kedua kalinya maka wasit akan mengeluarkan kartu merah. Selanjutnya, bagi pemain yang melanggar untuk ketiga kalinya maka pemain akan mendapatkan kartu hitam dari wasit yang artinya pemain di skor dari pertandingan tersebut.

Olahraga Anggar di Indonesia

Pertama kali anggar masuk ke Indonesia dimulai dari zaman penjajahan Belanda. Ketika itu, tentara Kerajaan belanda membawa serta olahraga anggar masuk ke Indonesia dengan dua macam tujuan. Tujuan pertama tentara membawa anggar ini adalah sebagai latihan untuk berkelahi dan tujuan keduanya adalah sebagai cabang olahraga.

Kemampuan bermain anggar bagi tentara Kerajaan Belanda yang dimaksudkan untuk berkelahi ini diwajibkan oleh pemerintahan kala itu. setiap tentara Hindia Belanda atau yang dikenal sebagai KNIL harus ahli dalam bertar8ng yang menggunakan kelewang atau pedang maupun sangkur. Sedangkan untuk permainan anggar sebagai salah satu cabang olahraga diperuntukkan untuk para bintara, perwira, dan juga mahasiswa yang kala itu masih dijajah oleh Belanda.

Tokoh-tokoh militer bangsa Indonesia yang mempunyai keahlian dalam bermain anggar pada saat itu di antaranya adalah Drh. Singgih, Soeparman, Maryono, Setu, Warsimin, Paimin Salekan, Atmo Soewirjo, J. Sengkey, Suratman, Mantiri, C. H. Kuron, Mangangantung, dan Soekarno.

Untuk dapat meningkatkan kemampuan bermain anggar maupun olahraga lainnya, KNIL mendirikan sekolah olahraga militer. Sekolah olahraga militer tersebut didirikan untuk mendidik para guru anggar, guru renang, dan guru olahraga lainnya. lembaga pendidikan militer olahraga ini didirikan di Bandung dan Magelang yang dibuak secara umum.

Setelah berkembang, olahraga anggar di Indonesia semakin berkembang. Bahkan, anggar di Indonesia menjadi salah satu cabang olahraga yang hingga saat ini masih banyak digemari. Beberapa putra Bangsa Indonesia sempat menorehkan prestasinya di SEA GAMES 2007 yang menyumbangkan satu medali perunggu.

Selain itu, putra putri Bangsa Indonesia juga berhasil meraih dua medali perak dari nomor anggar Floret perorangan putri atas nama Fabiola Tirza Paulany Ratu dan medali perak lainnya diraih oleh tim degen atau epee putri. Selebihnya, empat medali perunggu juga dihasilakn dari degen perorangan putra atas nama Agustinus Pieter Manuhutu, degen putri atas nama Isnawaty Sir Idar, dan dua tim floret putra dan putri.

Selain prestasi-prestasi yang diraih oleh putra dan putri Indonesia tersebut, Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) juga mengikutsertakan dua atlet nasional Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Anggar Kadet dan Junior 201o di Baku, Rusia. Kejuaraan dunai tersebut di selenggarakan pada 1 hingga 14 April 2010.

Untuk pembagian nomor-nomor anggar, PB IKASI memanggil Ima Safitri yang berasal dari Kalimantan Timur untuk bermain di nomor senjata sabel kadet. Dan untuk atket yang bermain di nomor anggar senjata floret putra kadet, PB IKASI memilih Aditya Baskara yang berasal dari DKI Jakarta.

Demikianlah pembahasan mengenai seni budaya olahraga anggar, semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Topik Terkait
Anggar
Berkuda
Bulu Tangkis
Klub
Pemain
Sepatu Roda

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA