Anggrek Hitam, Anggrek Indonesia yang Makin Langka
Ilustrasi anggrek indonesia
Kekayaan alam Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, negara luar pun mengakuinya. Begitu pun, kekayaan flora Indonesia, termasuk anggrek. Begitu banyak macam anggrek Indonesia. Beberapa macam digolongkan menjadi anggrek yang harus dilindungi karena jumlahnya mulai berkurang. Dari bermacam-macam jenis anggrek yang dilindungi, anggrek hitam termasuk di dalamnya.
Anggrek dengan nama latin orchidaceae adalah salah satu suku tanaman berbunga yang memiliki anggota jenis paling banyak. Jenis tanaman tersebut tersebar luas di berbagai daerah tropis basah sampai daerah sirkumpolar. Namun, kebanyakan jenis tanaman tersebut bisa tumbuh di wilayah tropis.
Mayoritas anggota kelas tanaman ini hidup sebagai epifit, terutama tanaman anggrek yang berasal dari daerah tropis. Sementara itu, anggrek yang hidup di daerah beriklim sedang biasanya hidup di dalam tanah dengan membentuk umbi sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin.
Anggrek memiliki organ yang cenderung tebal dan berdaging sehingga membuatnya bisa tahan terhadap tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit bisa hidup dari udara lembab dan embun. Jenis anggrek yang terkenal di masyarakat Indonesia adalah anggrek hias dengan kelopak bunga yang berwarna-warni.
Anggrek Hitam Maskot Provinsi Kaltim
Namun, Anda juga perlu tahu anggrek Indonesia yang cukup langka didengar oleh masyarakat Indonesia sendiri. Jenis anggrek ini adalah anggrek hitam, yakni salah satu spesies tanaman anggrek yang hanya tumbuh di Pulau Kalimantan. Oleh karena itulah tanaman tersebut sering disebut sebagai maskot Kalimantan Timur.
Tanaman yang sudah mengalami penurunan populasi ini bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit sebab menurut perkiraan, tanaman anggrek jenis ini banyak berada di tangan kolektor anggrek.
Anggrek hitam memiliki nama latin Coelogyne pandurata. Anggrek yang terancam punah ini tumbuh di Kalimantan Timur (Kaltim) dan menjadi maskot flora di provinsi tersebut. Meski pertumbuhan anggrek hitam lebih banyak berada di Kaltim, tumbuhan ini tumbuh juga di Sumatera, Mindanao, Pulau Luzon, dan Pulau Samar di Filipina.
Meski namanya anggrek hitam, bukan berarti warnanya juga hitam. Anggrek hitam disebut demikian karena memiliki lidah berwarna hitam dengan sedikit garis-garis hijau dan berbulu. Daunnya hijau lonjong, sedangkan buahnya berbentuk jorong. Namun, tidak semua bunganya akan berubah menjadi buah.
Bunga tanaman ini juga memiliki wangi yang cukup harum dan biasanya bermekaran pada bulan Maret sampai bulan Juni. Anggrek hitam ini termasuk ke dalam golongan simpodial yang memiliki bentuk bulb yang membengkak di bagian bawah, serta memiliki daun yang terjulur di bagian atas. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun yang secara sepintas mirip seperti daun tunas kelapa muda.
Menumpang Pohon Lain
Anggrek merupakan tumbuhan yang hidupnya menumpang di pohon lain. Begitupun, anggrek hitam. Bunga yang disebut black orchid dalam bahasa Inggris ini tumbuh menempel di pohon-pohon tua yang ada di dekat pantai, di dekat sungai di hutan basah, atau di daerah rawa dataran rendah yang cukup panas.
Anggrek berkembang biak dengan biji. Biasanya, bunga ini akan mekar pada bulan Maret hingga Juni. Yang membedakan anggrek hitam dengan anggrek lainnya adalah baunya yang semerbak. Anggrek hitam termasuk golongan simpodial, tumbuhan yang pertumbuhan batangnya terbatas. Bila pertumbuhan batang berhenti, akan tumbuh tunas baru.
Tanaman Anggrek yang Semakin Langka
Anggrek hitam termasuk tanaman hias bernilai tinggi. Tidak heran jika banyak kolektor anggrek yang memburunya. Ini berpengaruh pula terhadap populasi anggrek hitam di habitat aslinya. Pengambilan anggrek hitam langsung dari habitat aslinya mengurangi jumlah tumbuhan tersebut. Di Kaltim, khususnya di hutan-hutan yang menjadi habitat anggrek hitam (atau Kersik Luway dalam bahasa Kalimantan), masyarakat Dayak ikut melestarikan flora langka tersebut dengan tidak mengambil semua anggrek dari pohon tua.
Kelangkaan anggrek hitam juga disebabkan oleh berkurangnya hutan-hutan di Kalimantan. Alih fungsi hutan menjadi lahan permukiman atau industri membuat habitat asli flora langka berkurang atau bahkan benar-benar punah. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk melindungi jenis-jenis anggrek yang terancam punah, termasuk anggrek hitam.
Peraturan Pemerintah Tentang Perlindungan Tanaman Anggrek
Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 mengenai perlindungan anggrek menyebutkan jenis-jenis anggrek yang harus dilindungi. Dalam peraturan tersebut, dijelaskan pula bahwa penangkar anggrek dapat memperjualbelikan hasil anggrek penangkarannya apabila memiliki surat izin penangkaran. Oleh karena itu, pengoleksi anggrek harus memastikan terlebih dahulu apakah anggrek yang dibeli merupakan anggrek yang diperoleh secara ilegal atau memiliki izin resmi.
Upaya tersebut memang dapat melindungi kepunahan anggrek hitam. Namun, kesadaran dan kepedulian masyarakat juga sangat diperlukan. Nilai jual anggrek hitam yang terbilang tinggi, cirinya yang unik, serta perawatan yang mudah, membuat tumbuhan ini akan terus diminati. Apabila anggrek hitam terus diburu tanpa diperhatikan kelestariannya, upaya perlindungan yang dilakukan akan percuma. Oleh karena itu, tidak hanya anggrek hitam, jenis anggrek lain perlu diperhatikan cara pelestariannya.
Perawatan Tanaman Anggrek
Tanaman anggrek merupakan tanaman yang indah dan dikagumi banyak orang. Oleh sebab itu, jangan heran bila harganya bisa sampai jutaan rupiah. Beberapa langkah yang benar dalam merawat tanaman anggrek sangat dibutuhkan agar tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik. Langkah-langkah perawatan tanaman anggrek tersebut adalah sebagai berikut.
1. Sesuaikan Cahaya Matahari
Beraneka ragam jenis anggrek memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terhadap intensitas cahayanya. Oleh karena itu, dibutuhkan cara yang tepat untuk bisa menyesuaikan cahaya matahari yang masuk dengan intensitas cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut.
Tanaman anggrek biasanya hidup di dalam hutan dan menempel pada pohon lain yang rindang. Intensitas matahari yang biasanya dibutuhkan tanaman anggrek adalah 20 sampai 60%. Sementara itu, untuk naungan anggrek bisa dugunakan paranet dengan ketebalan yang juga disesuaikan dengan kebutuhan jenis anggrek yang ditanam. Hindarilah sinar matahari yang berlebihan karena hal tersebut akan membuat daun anggrek menjadi berwarna kuning seperti terbakar.
2. Teknik Penyiraman yang Benar
Penyiraman dipengaruhi pula oleh mendia tanam yang digunakan pada tanaman anggrek. Besar kecilnya tanaman, temperatur lingkungan, kelembaban, aliran udara, dan jenis pot yang digunakan pun memengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut.
Penyiraman yang benar adalah dengan menyemprotkan langsung air pada bagian akar. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar air langsung diserap oleh akar tanaman. Gunakanlah sprayer pada saat menyiram agar tidak merusak media tanam, bunga, dan daun anggrek tersebut.
Hindari menyiram tanaman dengan air yang terlalu banyak karena air yang menggenang di dalam pot bisa menyebabkan akar tanaman menjadi busuk dan membuat tanaman tersbeut mati. Begitu juga dengan frekuensi penyiraman yang mesti disesuaikan dengan jenis tanaman anggrek.
Anggrek hitam biasanya lebih tahan terhadap udara yang kering sehingga penyiraman bisa dilakukan 1 atau dua kali dalam sehari. Berbeda dengan jenis anggrek monopodial yang harus disiram 2 sampai 3 kali dalam sehari. Penyiraman yang baik bisa dilakukan di waktu pagi, yakni sekitar jam 7 sampai jam 9 pagi dan pada sore hari sekitar jam 3 sampai jam 5 sore.
3. Proses Pemupukan
Fase pertumbuhan anggrek adalah hal yang penting dalam proses pemupukan. Fase vegetatif dan generatif merupakan dua jenis fase pertumbuhan anggrek tersebut. Fase vegetatif adalah periode pertumbuhan tanaman dengan penyemaian hingga tanaman tumbuh menjadi anggrek muda. Sementara itu, fase generatif adalah fase di mana anggrek sudah tumbuh dewasa dan siap untuk berbunga.
Pada fase vegetatif, pupuk yang dibutuhkan untuk proses pembelahan sel adalah pupuk yang kaya akan unsur N, yakni pupuk dengan bahan utama penyusun protein. Pupuk tersebut menjadikan pertumbuhan tanaman anggrek lebih cepat.
Sementara itu, pada fase generatif, pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk dengan unsur P yang dominan, yakni zat yang berfunhsi merangsang proses pembentukan bunga. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan vitamin dan hormon pertumbuhan pada tanaman.
Waktu yang tepat untuk melakukan pemupukan adalah pada pagi hari, sekitar pukul 8 sampai 10 dan pada sore hari sekitar pukul 3 sampai 5 sore, yakni saat mulut daun sedang terbuka sehingga proses penyerapan makanan lebih cepat berlangsung.
Pemupukan yang baik adalah pemupukan yang dilakukan lewat daun karena daun memiliki daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan daya serap akar. Hindari pemberian pupuk secara langsung karena pupuk yang diserap adalah pupuk yang terbawa bersama air, sedangkan sisanya hanya akan menjadi endapan yang berpotensi menimbulkan penyakit pada tumbuhan.
4. Penggantian pot
Penggantian pot adalah proses penanaman ulang dari pot yang kecil ke tempat yang lebih besar agar tanaman yang membesar tetap bisa ditampung dengan baik. Pot harus diganti pada saat pot sudah dipadati oleh tunas baru dan tidak cukup menampung perakarannya, media tanam sudah ditumbuhi banyak lumut, dan media tanam sudah hancur dan lapuk.
5. Lokasi, suhu, dan kelembaban
Tanaman anggrek akan tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi dengan suhu udara antara 15 sampai 35 derajat celcius, dengan sirkulasi udara yang baik, serta memiliki kelembaban udara antara 65 sampai 70%.

