Angin Bahorok, Angin Lokal yang Meresahkan
Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara. Arah aliran angin dari tempat bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari wilayah yang suhunya rendah ke wilayah yang suhunya tinggi. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya angin.
- Letak wilayah. Wilayah yang berada dekat dengan khatulistiwa kecepatan anginnya lebih cepat daripada yang jauh dari khatulistiwa.
- Tinggi tempat. Adanya pengaruh gaya gesekan di muka bumi yang dapat menghambat laju udara mempengaruhi cepat lambatnya angin bertiup. Semakin tinggi suatu tempat, angin yang bertiup semakin kencang. Gaya gesekan di tempat-tempat yang tinggi seperti gunung, pohon, dan permukaan bumi lainnya terbilang kecil.
- Waktu. Angin bergerak lebih cepat pada siang hari.
- Gradien barometis. Penghitungan perbedaan tekanan udara yang dihitung berdasarkan tekanan dan jarak wilayah.
Beberapa jenis angin yang perlu Anda ketahui diantaranya sebagai berikut.
- Angin Laut; angin yang bertiup dari laut ke darat, terjadi pada siang hari. Angin ini banyak dimanfaatkan nelayan pulang sehabis menangkap ikan.
- Angin Darat; angin yang bertiup dari darat ke laut, terjadi pada malam hari. Angin ini juga dimanfaatkan nelayan untuk mencari ikan menggunakan perahu sederhana.
- Angin Fohn; angin yang terjadi setelah hujan orografis berakhir. Angin ini jatuh dari puncak gunung yang bersifat panas dan kering. Angin ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan matinya tanaman dan menurunnya daya tahan tubuh manusia yang kemudian rentan terhadap penyakit.
- Angin Musim Barat; angin yang bertiup dari Benua Asia ke Benua Australia dengan curah yang tinggi di Indonesia bagian barat.
- Angin Musim Timur; angin yang bertiup dari Benua Australia ke Benua Asia dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi.
Dari sekian banyak jenis angin lokal yang bertiup di Indonesia, angin Fohn-lah yang pernah memporakporandakan sebagian wilayah Indonesia.
Ada juga angin Bahorok, yaitu nama jenis angin Fohn yang bertiup di Deli, Serdang. Angin puting beliung ini bersifat panas dan kering, datangnya setelah hujan deras disertai angin. Angin ini mampu merusakkan apa saja di sekitarnya.
Pada 4 September 2009 lalu, angin Bahorok kembali menyerbu wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Ratusan rumah hancur setelah diterjang angin puting beliung itu. Kerusakan parah menimpa rumah-rumah berdinding kayu.
Ciri-ciri angin bahorok adalah sebelumnya hujan deras disertai angin datang tiba-tiba tanpa mendung terlebih dahulu, suhu di sekitar agak panas dan kering. Tidak ada indikasi waktu kapan angin bahorok ini bertiup. Wilayah Deli merupakan salah satu yang paling sering dilanda angin Bahorok.
Dari semua kerugian yang bisa ditimbulkan angin, masih ada hal positif yang bisa dimanfaatkan. Merujuk pada Hukum Newton III, yaitu jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama tapi dengan arah yang berlawanan. Hukum ini diterapkan dalam udara yang bergerak pada balon udara.






