Angin Bahorok, Angin Lokal yang Meresahkan
Ilustrasi angin bahorok
Angin adalah udara yang bergerak karena adanya perbedaan tekanan udara. Arah aliran angin dari tempat bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari wilayah yang suhunya rendah ke wilayah yang suhunya tinggi.Selain itu, angin juga bisa ditimbulkan oleh rotasi bumi.
Udara yang memuai karena dipanaskan akan menjadi lebih ringan sehingga terjadi penurunan tekanan udara, sedangkan udara dingin yang berada di sekitarnya akan mengalir ke tempat yang bertekanan rendah.
Penyebab Timbulnya Angin
Angin bisa timbul karena berbagai hal dan penyebab. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya angin.
- Letak wilayah. Wilayah yang berada dekat dengan khatulistiwa kecepatan anginnya lebih cepat daripada yang jauh dari khatulistiwa.
- Tinggi tempat. Adanya pengaruh gaya gesekan di muka bumi yang dapat menghambat laju udara mempengaruhi cepat lambatnya angin bertiup. Semakin tinggi suatu tempat, angin yang bertiup semakin kencang. Gaya gesekan di tempat-tempat yang tinggi seperti gunung, pohon, dan permukaan bumi lainnya terbilang kecil.
- Waktu. Angin bergerak lebih cepat pada siang hari.
- Gradien barometis. Penghitungan perbedaan tekanan udara yang dihitung berdasarkan tekanan dan jarak wilayah.
Jenis-jenis Angin
Jenis angin pun bermacam-macam dilihat dari berbagai hal dan penyebab.berikut adalah jenis-jenis angin yang bisa Anda ketahui.
1. Angin Laut
Angin laut merupakan angin yang bertiup dari arah laut ke darat. Angin jenis ini biasanya terjadi pada waktu siang hari, berkisar antara pukul 9 pagi sampai dengan pukul 4 sore. Angin laut biasanya terjadi di sekitar pesisir pantai yang juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk pulang dari berlayar dan menangkap ikan di laut.
Angin jenis ini terjadi pada siang hari karena kapasitas panas yang lebih besar di lautan dibandingkan dengan kapasitas panas yang terdapat di daratan. Hal ini juga disebabkan oleh sinar matahari yang lebih cepat memanasi darat dibandingkan air laut.
Saat suhu permukaan daratan meningkat di siang hari, maka udara di atas permukaan darat juga akan meningkat karena adanya konduksi. Tekanan udara di atas daratan tersebut akan menjadi lebih rendah akibat panas.
Sementara itu, tekanan udara yang terdapat di lautan cenderung lebih tinggi sehingga muncullah gradien tekanan udara dari lautan ke daratan.hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya angin laut yang kekuatannya sebanding dengan perbedaan suhu antara daratan dan lautan.
Akan tetapi, akan terjadi hambatan yang menyebabkan tidak terjadinya angin laut apabila terjadi angin lepas pantai dengan kecepatan lebih kencang dari 8 km/jam.
2. Angin Darat
Angin darat merupakan angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut. Angin jenis ini terjadi pada saat malam hari, yakni antara pukul 8 malam sampai pukul 6 pagi di wilayah pesisir pantai.
Angin jenis ini biasanya dimanfaatkan oleh para nelayan untuk pergi berlayar mencari ikan dengan menggunakan perahu sederhana yang hanya mengandalkan tenaga angin.
Angin jenis ini terjadi karena pada malam hari daratan akan menjadi lebih dingin dibandingkan dengan lautan karena kapasitas panas tanah lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas panas pada air.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang berlawanan antara udara di atas lautan dengan di daratan sehingga angin laut perlahan hilang dan berganti menjadi angin darat.
3. Angin lembah
Angin lembah merupakan angin yang bertiup dari arah lembah ke puncak gunung. Angin jenis ini biasanya terjadi pada waktu siang hari, yakni saat udara di pegunungan lebih rendah daripada di lembah.
5. Angin gunung
Angin gunung merupakan angin yang bertiup dari arah puncak gunung ke arah lembah gunung. Angin jenis ini biasanya terjadi pada waktu malam hari karena tekanan udara di lembah lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara di pegunungan.
6. Angin Fohn
Angin fohn biasa disebut angin jatuh, yakni angin yang terjadi setelah hujan orografis. Angin jenis ini bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda.
Angin jenis ini terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik ke pegunungan dengan tinggi lebih dari 200 meter, lalu turun ke sisi pegunungan lainnya. Angin ini bersifat kering karena uap air sudah dibuang pada saat hujan orografis sehingga angin yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering.
Karena sifatnya yang panas, angin ini juga berakibat merusak dan menimbulkan korban. Misalnya saja, tanaman yang terkena angin ini akan mati dan manusia pun akan mengalami penurunan daya tahan tubuh akibat terkena serangan angin tersebut.
7. Angin Munsoon
Angin munsoon merupakan angin yang berhembus secara periodik dengan pola yang berlawanan dan berganti arah secara berlawanan antar periodenya (sekitar setengah tahun).
Jenis angin munsoon ini biasanya bertiup angin darat yang kering pada setengah tahun pertama, lalu disusul dengan jenis angin laut yang basah pada setengah tahun berikutnya.
Hal ini juga disebabkan oleh adanya tekanan udara yang silih berganti antara setengah tahun pertama ke setengah tahun kedua, yakni pergantian posisi matahari pada belahan langit selatan yang memberi pemanasan matahari lebih banyak terhadap wilayah benua Australia.
Di Indonesia sendiri, angin ini adalah angin musim Timur Laut yang terdapat di bagian bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Angin yang melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia tersebut banyak membawa uap air sehingga terjadilah musim penghujan di Indonesia.
Selain itu, ada juga angin musim timur di bagian bumi selatan dan angin barat daya di belahan bumi utara yang menyebabkan angin tidak membawa uap air yang banyak sehingga terjadilah musim kemarau di Indonesia.
Di antara dua musim tersebut ada yang dinamakan dengan musim pancaroba, yakni musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Pada saat pancaroba, udara akan terasa panas, arah angin tidak teratur dan sekali-sekali terjadi hujan secara tiba-tiba, singkat, dan lebat.
Dari sekian banyak jenis angin lokal yang bertiup di Indonesia, angin Fohn-lah yang pernah memporakporandakan sebagian wilayah Indonesia.
Angin Bahorok
Ada juga angin Bahorok, yaitu nama jenis angin Fohn yang bertiup di Deli, Serdang. Angin puting beliung ini bersifat panas dan kering, datangnya setelah hujan deras disertai angin. Angin ini mampu merusakkan apa saja di sekitarnya.
Pada 4 September 2009 lalu, angin Bahorok kembali menyerbu wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Ratusan rumah hancur setelah diterjang angin puting beliung itu. Kerusakan parah menimpa rumah-rumah berdinding kayu.
Ciri-ciri angin bahorok adalah sebelumnya hujan deras disertai angin datang tiba-tiba tanpa mendung terlebih dahulu, suhu di sekitar agak panas dan kering. Tidak ada indikasi waktu kapan angin bahorok ini bertiup. Wilayah Deli merupakan salah satu yang paling sering dilanda angin Bahorok.
Dari semua kerugian yang bisa ditimbulkan angin, masih ada hal positif yang bisa dimanfaatkan. Merujuk pada Hukum Newton III, yaitu jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama tapi dengan arah yang berlawanan. Hukum ini diterapkan dalam udara yang bergerak pada balon udara.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa segala jenis angin memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri bagi makhluk hidup, terutama bagi manusia. Oleh sebab itu, perlu pengetahuan lebih dalam untuk bisa mengetahui jenis angin untuk bisa menghadapinya saat angin tersebut memberikan kerugian terhadap manusia.

