Angin Barat dan Ancaman bagi Nelayan
Ilustrasi angin barat
Apa itu angin barat? Dan apa dampaknya bagi nelayan khususnya, serta masyarakat sekitar wilayah perairan pada umumnya?
Definisi Angin Barat
Menjelaskan terminologi angin barat, sebaiknya diketahui terlebih dahulu definisi baku apa yang dimaksud dengan angin. Dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam yang mulai diajarkan di sekolah dasar, angin didefinisikan sebagai udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, atau bergerak dari daerah yang suhu udaranya rendah ke arah daerah yang suhu udaranya tinggi. Prinsip dasarnya, udara yang bergerak ini muncul sebagai akibat adanya perbedaan tekanan atau bisa pula karena rotasi bumi.
Jadi secara sederhana, maka definisi angin itu sendiri adalah udara yang bergerak. Dan tiga hal penting yang mempengaruhi pergerakan angin adalah: arah angin, kekuatan dan kecepatan angin itu sendiri.
Lalu apa yang dimaksud dengan angin barat?
Angin ini termasuk ke dalam salah satu jenis angin musim. Angin jenis ini terjadi akibat sebagian udara di daerah maksimum subtropis utara dan selatan mengalir ke daerah sedang di utara dan selatan. Di bumi bagian selatan, angin barat bisa bertiup sangat kencang, yang oleh kalangan pelaut dinamakan roaring forties.
Angin dari barat ini juga sangat mempengaruhi terutama pada daerah-daerah di belahan bumi bagian selatan.
Jenis-jenis Angin Yang Bermanfaat
Kalau ada angin barat, tentu ada angin timur. Berbeda dengan angin barat, angin timur ini bertiup dari daerah kutub utara dan selatan ke daerah minimum subpolar atau daerah yang berada pada 60 derajat lintang utara dan 60 derajat lintang selatan. Angin timur bersumber dari daerah bertekanan udara maksimum yang terdapat di daerah kutub utara dan kutub selatan. Angin timur ini terasa dingin karena bersumber dari daerah kutub.
Selain angin barat dan angin timur, yang termasuk ke dalam angin musim adalah angin passat, angin anti-passat, dan angin muson.
Angin passat adalah angin yang bertiup dari daerah subtropis menuju daerah khatulistiwa, dan bertiup sepanjang tahun. Sebaliknya angin yang bertiup dari khatulistiwa ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropis, dinamakan angin anti-passat.
Angin muson berhembus secara teratur setiap 3 bulan sekali, dan diantara periode yang satu arahnya akan berlawanan setiap setengah tahun. Pergerakan angin muson ini yang menjadi penyebab musim penghujan di belahan bumi Indonesia.
Selain dikenal 5 macam angin musim, ada juga yang dinamakan dengan angin lokal. Ada tiga jenis angin lokal yaitu :
- Angin laut dan angin darat,
- Angin gunung dan angin lembah,
- Angin jatuh (angin kering dan panas).
Angin darat adalah udara yang bergerak di malam hari dari darat ke laut, karena pada malam hari tekanan maksimum terjadi di darat sementara tekanan minimun terjadi di laut. Sebaliknya pada siang hari, angin bertiup dari laut ke darat karena pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas.
Hampir sama dengan angin laut dan angin darat, angin lembah dan angin gunung juga sifatnya lokal karena hanya terjadi pada lembah dan gunung saja.
Pada siang hari udara yang berada di daerah lembah lebih cepat panas akibat terkurung, dibanding dengan udara yang berada di puncak gunung yang lebih terbuka
Dengan demikian, angin bergerak dari lembah ke puncak gunung yang disebut angin lembah. Demikian sebaliknya yang terjadi pada malam hari, udara di puncak gunung lebih cepat dingin sehingga menyebabkan angin bergerak dari puncak gunung menuju lembah yang kemudian dinamakan sebagai angin gunung.
Selanjutnya dikenal juga adanya angin jatuh. Yang bersifat kering dan panas. Biasa disebut dengan Fohn. Fohn adalah angin jatuh yang kering dan panas yang bertiup di lereng pegunungan Alpine. Jenis angin ini di Indonesia contohnya, angin Bahorok (Deli), angin Gending (Pasuruan), angin Brubu (Makasar) dan angin Kumbang (Cirebon).
Penyebab kering dan panasnya angin jatuh ini adalah karena pada saat perjalanan naik banyak kehilangan uap air yang dikandungnya, sehingga perlu proses pendinginan udara. Yang disebut dengan proses adiabatic kering. Sehingga menghasilkan udara yang telah kering saat sampai di puncak gunung.
Sebaliknya pada saat turun melalui sisi lainnya, maka udara yang turun per 100 m suhunya akan naik 1°C, sehingga udara akan semakin panas pada saat semakin turun. Maka dinamanakn angin turun yang kering. Termasuk jenis angin ini adalah angin Wambrau, Bahorok, Gending, Kumbang, Brubu, Wambrau di Indonesia. Dan angin Chinook, Fohn, serta Sirocco di pantai barat Italia.
Bahkan saking keringnya maka angin Chinook sering mendapat julukan sebagai si pemakan salju. Yang menyebabkan salju di daerah tersebut menjadi meleleh mendadak saking kering dan panasnya angin yang lewat.
Jadi apabila dirangkum dalam catatan sederhana, maka angin laut adalah angin yang berbalikan arah sifatnya dengan angin darat. Sedangkan angin lembah adalah angin yang berbalikan arah sifatnya dengan angin gunung. Sedangkan angin jatuh merupakan kebalikan dari angin naik.
Fenomena Angin Barat
Apabila di awal telah disinggung mengenai definisi dari angin Barat. Maka fenomena dari angin Barat ini sendiri sungguh sangat dahsyat. Di mana beberapa akibat dan fenomena alam banyak terjadi pada saat angin Barat ini bertiup.
Beberapa hal yang menjadi fenomena dari angin Barat adalah, bahwa angin ini bertiup sangat kencang. Membawa lapisan udara dingin, dan juga memiliki laju kecepatan yang cukup tinggi. Dengan pembawaan yang cukup membahayakan bagi daerah-daerah yang dilaluinya.
Angin Barat ini juga berpotensi menimbulkan bencana alam. Antara lain, banjir, badai, penimbul tanah longsor, di sebagian daerah pertanian cukup merusak tanah pertanian hingga gagal panen, dan sebagainya.
Umumnya angin ini memiliki kecepatan antara 5 hingga 30 knot. Yang bertiup dari arah barat hingga mencapai timur laut, menyapu seluruh permukaan daerah yang dilewati. Biasanya membawa potensi hujan ringan, dan sapuan angin yang sangat kencang. Tidak membahayakan secara umum, namun berdampak merugikan hasil panen. Karena tiupan kencangnya, menyebabkan bulir tanaman padi yang belum bernas menjadi berguguran sebelum waktu panen tiba.
Angin ini memiliki ketinggian hingga mencapai empat meter.
Manfaat Angin Barat
Meski secara umum bahwa angin ini terlihat nampak merugikan, namun secara umum juga dianggap memiliki beberapa manfaat.
Manfaat nyata dari angin Barat ini adalah membawa musim hujan bagi daerah yang dilewatinya.
Dan biasanya angin ini bertiup pada bulan-bulan Desember, Januari serta Februari. Karena ciri dari angin ini adalah membawa musim hujan, maka orang sering menyebutnya pula sebagai angin basah. Karena sifatnya yang membawa awan berat dan basah sebagai sumber titik-titik air hujan.
Beberapa manfaat dari angin barat ini adalah, memberi cukup kesejukan pada daerah yang dilewati, kadang sebagai penanda musim tanam pada beberapa tanaman, dan juga dianggap pertanda sedang banyak ikan di sungai ataupun di laut.

