logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    SMU

Antropologi Wajib Dipelajari Oleh Semua Orang


Ilustrasi antropologi

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek yang berhubungan dengan manusia, mulai dari aspek fisik hingga nonfisik. Antropologi juga merupakan salah satu bidang studi yang dipelajari di SMA bagi mereka yang mengambil konsentrasi ilmu sosial.

Itu sebabnya tak salah juga bila ada beberapa orang yang berpendapat bahwa antropologi hanya penting dipelajari oleh mereka yang mengambil konsentrasi ilmu sosial, sedangkan bagi yang mengambil konsentrasi ilmu eksak, antropologi dianggap tidak penting. Padahal, antropologi adalah ilmu yang penting untuk dipelajari oleh siapa pun dan dari golongan usia berapa pun. Bukankah berhubungan dengan manusia itu sebenarnya jauh lebih sulit daripada berhubungan dengan mesin atau angka?

Antropologi dan Toleransi

Apa hubungannya antara antropologi dengan toleransi antar sesama manusia? Tentu saja ada dan sangat erat kaitannya. Saat ini, keributan yang melibatkan suku, agama, bahkan negara bukanlah hal yang aneh lagi. Setiap saat, bila kita melihat tayangan televisi atau membaca surat kabar, pemandangan seperti pembantaian suku tertentu terhadap suku lainnya atau umat beragama tertentu terhadap umat beragama lainnya, adalah hal yang biasa.

Atau tak perlu jauh-jauh, lihat saja lingkungan sekitar, hanya karena perbedaan pendapat, dua orang tetangga bisa adu mulut hingga bermusuhan dan membawa-bawa nama suku dan agama. Padahal, tak ada satu agama mana pun dan ajaran leluhur dari suku mana pun yang menganjurkan untuk memusuhi agama atau suku yang berbeda. Namun, yang terjadi sebaliknya. Perbedaan tidak dianggap sebagai kekayaan, melainkan sesuatu yang mengancam dan harus dibumihanguskan.

Di lingkungan yang paling kecil dari tatanan masyarakat, yaitu keluarga, antropologi juga berperan penting. Suami dan istri yang berasal dari lingkungan yang berbeda bisa bersitegang hingga bercerai hanya karena masalah intonasi suara, misalnya. Ambil saja contoh sang istri berasal dari lingkungan yang dekat pantai sehingga sudah terbiasa dengan intonasi yang keras. Sebaliknya, sang suami berasal dari daerah gunung yang notabene terbiasa dengan intonasi lembut. Dua orang manusia berbeda karakter tersebut kemudian dipertemukan dalam lembaga pernikahan. Dua-duanya sama-sama baik, hanya berbeda karakter.

Sang istri hampir selalu menggunakan intonasi keras dan kasar, begitu pikir suami. Sebaliknya, sang suami dianggap seseorang yang berkepribadian sensitif dan terlalu lembut, begitu pikir istri. Bila kedua belah pihak tidak bisa saling mengerti, bukanlah hal yang tidak wajar bila perceraian akan terjadi. Coba semisal suami dan istri tersebut sama-sama saling memahami, tentu pertengkaran yang berujung perceraian tidak akan terjadi.

Lalu, apa hubungannya dengan antropologi? Tentu saja ada. Bukankah antropologi adalah ilmu yang mempelajari segala macam yang ada hubungannya dengan manusia. Setidaknya, seseorang yang sudah belajar atau pernah membaca buku-buku bertema antropologi akan lebih bisa mengerti dan memahami bahwa setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda. Pada akhirnya, orang tersebut akan lebih bisa bertoleransi.

Bagaimana Belajar Antropologi?

Teori Belajar

Belajar antropologi bisa melalui dua jalur, yaitu teori dan praktik. Yang paling bagus adalah dengan mengombinasikan kedua cara tersebut.
Belajar antropologi secara teori bisa dilakukan dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan kebudayaan antar suku dan negara. Masing-masing kebudayaan memiliki karakter dan alasan kenapa memiliki karakter seperti itu. Misalnya, Suku Jawa dan Sunda terkenal dengan kelembutannya, mengapa demikian? Pun dengan suku Sumatera yang terkenal dengan keuletan dan kerja kerasnya. Mengapa juga demikian? Langkah bijak kita adalah dengan mengambil sisi positif dari setiap karakter suku atau bangsa yang paling menonjol untuk kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak referensi kita akan semakin mudah menerima perbedaan.

Saat ini, banyak sekali buku-buku yang berkaitan dengan budaya. Buku travelling misalnya, bisa juga kita jadikan referensi untuk mengetahui karakter suku atau bangsa pada suatu tempat. Atau bisa dari buku masakan daerah, kita juga bisa mengambil kesimpulan secara umum bagaimana karakter dari daerah tersebut. Misalnya, bila makanan khas daerah tersebut pedas, itu artinya secara umum orang-orang di daerah tersebut memang berkarakter keras. Begitu pun sebaliknya.

Praktik

Cara belajar antropologi tak hanya teori, tapi juga praktik. Kita bisa mengamati dan mempelajari karakter setiap manusia dari lingkungan pergaulan kita. Bukan untuk kita salahkan atau jelekkan, namun sekadar sebagai bahan perenungan dan pembelajaran bahwa setiap manusia memang berbeda. Ketika kita berteman dengan karakter orang yang keras dan bila bicara terkesan ceplas-ceplos, kita tak bisa menyalahkannya begitu saja. Mungkin saja teman kita tersebut memang berasal dari lingkungan yang keras.

Pun ketika kita berteman dengan orang yang berkarakter lembut, kita tak serta merta terlalu berlebihan memujanya karena orang yang berkarakter lembut pun pasti juga punya kelemahan. Semakin banyak referensi praktik yang dimiliki, kita akan semakin sadar bahwa lagi-lagi kita memang berbeda.

Antropologi dan Kecerdasan Emosional

Di atas, sudah dituliskan bahwa lebih mudah bergaul dengan mesin dan angka daripada dengan manusia. Hal itu karena manusia memiliki hati yang bisa berubah setiap saat. Ilmu antropologi yang kita pelajari baik secara teori dan praktik akan membantu kita untuk meningkatkan kecerdasan emosional. Semakin sering emosi kita diaduk-aduk, maka semakin bijaklah kita, tentu bila kita menyikapinya dengan sikap positif.

Hal itu terbukti bahwa orang yang sering bergaul dengan orang lain yang berbeda karakter biasanya lebih bijak daripada orang yang hanya bergaul dengan orang-orang yang berkarakter sama dengan dirinya. Pun dengan orang-orang yang biasa bergaul dengan orang-orang yang dari beragam jenjang dan latar belakang, biasanya juga berwawasan lebih luas daripada orang-orang yang hanya bergaul dengan teman-teman dari jenjang yang sama.

Antropologi yang dipelajari secara tidak langsung juga akan membentuk karakterdan mental untuk percaya diri sekalipun berbeda dengan lingkungan. Mengapa harus minder ketika berbeda? Bukankah manusia memang dilahirkan untuk berbeda. Mengapa harus ikut-ikutan sesuatu yang berlawanan dengan hati kita, bukankah berbeda pun tidak ada masalah.

Asiknya Belajar Antropologi

Sebenarnya, belajar antropologi baik teori maupun praktik itu sangat menyenangkan. Kita akan selalu dibawa pada kondisi yang dinamis. Pengetahuan kita juga akan semakin luas terkait dengan ragam karakter dan budaya manusia. Belajar antropologi ibarat melakukan penjelajahan dan penelitian pada tempat-tempat yang berbeda.

Belajar Antropologi Sejak Dini

Belajarantropologi seharusnya tidak hanya dilakukan ketika dewasa atau ketika mengambil jurusan sosial, namun sebaiknya sejak dini. Bila sejak kecil seseorang sudah diajarkan akan perbedaan karakter, kebudayaan, dan latar belakang manusia, maka dia akan terbiasa dengan toleransi. Ketika sudah dewasa, dia juga akan terbiasa dengan heterogenitas sehingga tidak ada pemikiran untuk memusuhi yang berbeda apalagi sampai menghabisi.

Dengan belajar antropologi sejak dini, seorang manusia juga akan diajarkan untuk menjadi pribadi yang tangguh dengan karakter yang kuat dan tidak mudah terpengaruh. Sekali pun berada di lingkungan yang heterogen, tapi jiwanya tetap kuat serta prinsipnya tetap teguh.
Jadi, masihkah ada yang bilang belajar antropologi itu tidak penting?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sumber Dana Eksternal Beasiswa SMA
  • Berkenalan Dengan Asam Basa
  • Mengenal Kimia Dasar
  • Biologi SMA - Materi Pelajaran Baru untuk Siswa Kelas 10 SMA
  • Pembentukan Agregat Tanah
  • Makalah Tanah: Mengenal Jenis-jenis Tanah
  • Apakah Peran Tanah Adalah Vital?
  • Tanah Entisol, Tanah Muda di Daerah Cekungan
  • Booklet dan Kelulusan, Rekaman Indah Masa Remaja
  • Keunggulan dan Ketentuan Masuk Sekolah Kedinasan
  • Mengetahui Unsur Intrinsik Sastra
  • Tabel Periodik Kimia
  • Tanah Andisol - Tanah Subur Akibat Letusan Gunung - ANNEAHIRA.COM
  • Susunan Tanah dan Jenis-Jenis Tanah
  • Hitam Putih, Naskah Teater Remaja Banyak Dipilih
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA