Berburu Anyaman Nusantara
Ilustrasi anyaman nusantara
Berbagai ragam seni kerajinan tangan, menjadi kekayaan tak ternilai dari bumi nusantara ini. Kreativitas terus bermunculan seiring perkembangan jaman. Memang ada yang bisa bertahan, bahkan melesat maju sehingga meraup keuntungan. Namun ada pula yang terseok-seok sehingga untuk mencoba tetap bertahan saja sulit. Untuk kondisi terakhir ini bila bukan karena berjiwa besar dan memiliki semangat pengabdian kepada leluhur yang mewariskan keterampilan tangan tadi, tentu saja sudah banyak yang gulung tikar dan mencoba beralih profesi.
Salah satu yang sebenarnya menjadi daya tarik dan nilai jual dari beragam kerajian tangan adalah keunikan produknya. Sehingga semestinya sekalipun telah bersinggungan dengan teknologi, kerajinan tangan tetap mempertahankan sisi keunikannya ini. Tanpa mempertahankan keunikannya ini, maka seni kerajinan tangan akan kalah bersaing dengan produk kontemporer. Kesadaran bahwa anyaman nusantara memiliki keunikan tersendiri yang senantiasa dicari para pemburunya, seharusnya dijadikan patokan ketika mengusung kreativitas dan pemanfaatan teknologi.
Pada akhirnya ketika berharap bahwa produk seni kerajinan tangan akan diterima pasar, mau tidak mau harus mengikuti selera pasar. Dalam arti membaca selera konsumen terhadap kerajianan tangan tersebut. Bila nilai keunikan yang menjadi pertimbangan seseorang membeli produk kerajinan tangan, maka nilai keunikan itulah yang dijual. Bila konsumen mencari harga murah misalnya, mau tidak mau produk kerajinan tangan tersebut harus lebih bersahabat dengan harga. Memang demikianlah hukum dagang yang berlaku di mana pun juga.
Bahan Baku Sederhana
Dilihat dari bahan bakunya, anyaman nusantara ini dapat terbuat dari rotan, bambu, maupun dedaunan. Bahkan, limbah plastik pun dapat dianyam menjadi dompet maupun tas yang indah nan murah. Tak sedikit dari kaum hawa yang terlihat percaya diri ketika menenteng tas belanjanya yang terbuat dari anyaman plastik bekas tersebut. Tentu hal ini akan menjadi peluang yang baik untuk siapa saja yang terlibat dalam produksi seni kerajinan tangan. Soal bahan baku baik yang berasal dari alam maupun dari limbah, di negara kita memang tidak akan kehabisan bahan. Namun semua bahan baku tersebut tidak akan mampu dijual, bila tidak mampu memberi sentuhan seni pada kerajinan tangan tersebut baik unsur unik, pemilihan model maupun sentuhan seni dalam proses finishingnya. Apalagi bila ternyata produk kerajinan tangan tersebut hanya diproduksi secara terbatas, sebenarnya akan mampu mengangkat harga jual yang tinggi bila produk kerajinan tangan tersebut benar-benar unik dan menarik.
Anyaman nusantara tak sekadar kerajinan tangan semata, melainkan pula sebuah seni merajut yang hasilnya bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga. Setiap produknya memamerkan keindahan tersendiri yang menarik untuk dipelajari. Faktor-faktor inilah yang harus senantiasa menjadi patron bagi siapa saja yang terlibat dalam produksi seni kerajinan tangan tersebut.
Siapa bilang daun pandan hanya bermanfaat untuk mengharumkan makanan. Dengan kelihaian pengrajinnya, daun pandan pun dapat dianyam menjadi alas kaki. Anda akan disuguhkan dengan modelnya yang bermacam-macam. Sepatu dan sandal semacam ini begitu ringan dipakai dan ringan di kantong. Keunikan semacam ini dengan tetap memperhatikan proses produksinya yang sempurna, niscaya akan memiliki nilai jual yang baik. Jangan sebaliknya berhasil mengedepankan nilai keunikan tapi tidak dibarengi dengan proses produksi yang baik, pada akhirnya hanya akan menjadi barang dagangan murahan. Di sinilah perlunya kesinambungan antara seniman atau pengrajin dengan tenaga pemasar yang bertindak sekaligus menjadi pengawas quality control. Tanpa dibarengi dengan kontrol produksi yang sempurna, khawatir kreativitas seniman atau pengrajin yang luar biasa tersebut tidak akan mendapat penghargaan yang sepadan berupa harga murah.
Peluang Usaha
Siapa pun berpeluang untuk berbisnis anyaman nusantara ini, bahkan Anda bisa membuatnya sendiri. Eceng gondok yang biasa Anda temui di danau, bisa dijadikan peluang usaha dengan menganyamnya menjadi handicraft yang mempesona. Setelah dikeringkan, eceng gondok ini dapat diolah menjadi keranjang, tatakan gelas, bahan baku tas wanita, tikar, nampan dan lain sebagainya. Produk-produk yang bernilai pakai tersebut tentu saja akan menjadi daya tarik dan menyaingi hegemoni bahan plastik, kuningan maupun kaca yang diproduksi secara pabrikan. Produk-produk hasil pabrik tersebut memang diproduksi secara masal, memasuki pasar secara masif, sehingga bila tidak berhasil mengedepankan kreativitas dan sisi keunikannya, maka seni kerajinan tangan akan kalah bersaing.
Selain berbahan baku rotan, kini industri furnitur pun menjadikan eceng gondok sebagai bahan pendukung industrinya. Tanaman lain seperti daun lontar, pelepah pisang, rumput, dan tumbuhan pakis pun dapat disulap menjadi perabotan dapur atau sekadar penghias ruangan Anda agar terkesan etnik.
Tak ada salahnya jika Anda lebih memilih lampu hias yang terbuat dari rotan. Selain memangkas pengeluaran, keunikan pun memamerkan pesonanya. Tentu saja karena lampu hias yang terbuat dari rotan termasuk tidak pasaran, sehingga akan semakin menambah nilai kelangkaan dari produk ini. Soal keindahannya akan mampu bersaing dibanding dengan lampu hias yang terbuat dari logam dan sejenisnya. Begitu pun soal harga, dibanding dengan lampu hias berbahan logam, masih mampu bersaing.
Tidak bisa dipungkiri bila anyaman nusantara tak pernah sepi dari perburuan. Masyarakat selalu dibuat penasaran untuk menaklukan dunia bisnis melalui usaha anyaman ini atau untuk sekadar mengkoleksi misalnya.
Kawasan Rajapolah, Tasikmalaya merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi para pecinta anyaman nusantara. Di tempat ini bisa diperoleh berbagai macam jenis anyaman nusantara, berbagai model dan berbagai bahan dasar. Tinggal Anda menyesuaikannya dengan keadaan keuangan sendiri.
Tahapan Produksi
Bagaimana cara membuatnya? Peralatan yang digunakan pun sederhana seperti pisau penipis, tang, pisau pemotong, penjepit bundar. Tahapan dalam pembuatan kerajinan dari tanaman berserat itu melalui proses pengeringan, penipisan, serta merajut bahan baku menjadi wujud benda. Tentu saja diperlukan kemampuan dasar untuk menduplikasi berbagai barang keperluan ke dalam bentuk seni anyaman. Tanpa kepandaian tersebut tentu saja barang-barang yang dihasilkan menjadi kurang memiliki nilai pakainya.
Bahan penunjang lainnya seperti benang jahit, kancing, batok kelapa, kain, lem, zat pewarna atau pengkilap, resleting, pernis, tambang, dan karton. Hampir semua pengrajin menggunakan bahan-bahan ini. Mereka menganyamnya menjadi tiga pola. Anyaman datar, yaitu anyaman yang dibuat mendatar, lebar, dan pipih. Misalnya dinding rumah tradisional, tikar, pembatas ruangan dan barang hias lainnya.
Kedua, yaitu anyaman tiga dimensi. Anyaman dengan pola seperti ini tidak lagi bernuansa tradisional, namun efek seninya lebih ditekankan. Contohnya sandal, lampu lampion, kursi, tas, serta wadah.
Kemudian ada yang dinamakan makrame. Dalam makrame ini, para pengrajin mengandalkan keahlian tangannya dalam proses simpul-menyimpul, yang dibantu alat pengait seperti jarum. Teknik ini dapat menciptakan pola tertentu dan membentuk sambungan yang indah. Benda yang dihasilkan pun tak kalah unik, seperti taplak meja, keset kaki, dan suvenir lainnya. Dengan berbagai barang bernilai pakai yang dihasilkan dari anyaman ini, mampu bersaing dengan barang sejenis yang berbahan baku tanah, plastik maupun logam.

