logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Kota

Aneka Anyaman Tasikmalaya


Ilustrasi anyaman tasikmalaya

Tasikmalaya telah lama dikenal sebagai daerah penghasil barang-barang kerajinan tradisional. Salah satu produk khas yang menjadi andalan perajin Tasikmalaya adalah anyaman Tasikmalaya, baik yang berbahan dasar  bambu, mendong, eceng gondok, hingga lidi. Dari bahan-bahan sederhana tersebut bisa dibuat barang-barang cantik, seperti sandal, tas wanita, keranjang, pajangan, dan lain-lain. Tentu saja setelah mengalami polesan kreatif tangan-tangan trampil pengrajin yang tersebar hingga ke pelosok kampung itu, dibanding bahan dasarnya yang tidak seberapa menjadi mahal harganya. 

Tidak diketahui secara persis sejak kapan masyarakat Tasikmalaya memiliki kemampuan anyaman-menganyam hingga terkenal sebagai anyaman Tasikmalaya. Kemampuan menganyam itu sendiri diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang mereka, kemudian menyebar dan terus menyebar. Bisa jadi sejarah kapan anyaman ini dimulai menjadi tidak begitu penting, sekalipun anyaman Tasikmalaya ini kini telah tersebar hingga ke Amerika dan eropa dalam bentuk berbagai macam perabot dan aksesoris rumah tangga. 

Boleh jadi nenek moyangnya dulu menemukan dan menekuni kerajinan anyaman ini hanya untuk memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai, kemudian meningkat menjadi sumber penambah pendapatan. Tentu saja tidak pernah direncanakan bahwa tradisi anyaman Tasikmalaya ini akan sedemikian terkenal sampai ke mancanegara. Dengan demikian sejak awal tidak dipersiapkan mematenkan hak cipta dari tradisi anyaman Tasikmalaya. Kepandaian membuat anyaman Tasikmalaya menjadi miliki masyarakat Tasikmalaya itu sendiri tanpa seorang pun yang bisa mengklaim bahwa itu adalah hasil karyanya. 

Kreativitas Anyaman Tasikmalaya 

Kreativitas masyarakat Tasikmalaya dalam membuat anyaman yang kemudian dikenal sebagai anyaman Tasikmalaya, diperoleh secara turun-temurun. Artinya tidak ada sekolah yang secara khusus mendalami masalah anyaman dari berbagai macam bahan dasar ini. Kemampuan itu diperoleh secara turun-temurun, praktek sambil belajar sehingga akhirnya memperoleh kecakapan dalam hal anyaman-menganyam khas dari Tasikmalaya ini. Kemudian kreativitasnya itu sendiri tumbuh dan berkembang seiring dengan persinggungan baik dengan konsumen, sesama pengrajin di Tasikmalaya atau dengan sesama pengrajin anyaman dari daerah lain. 

Masuknya pemodal baik dari daerah asli Tasikmalaya maupun pemodal dari luar daerah untuk memasarkan dan mempromosikan anyaman Tasikmalaya ini, juga termasuk pihak yang mendorong untuk tumbuh dan berkembangnya model anyaman Tasikmalaya ini. Menyesuaikan dengan tuntutan pasar memang memicu pengrajin untuk selalu memunculkan model anyaman secara kreatif. 

Anyaman Tasikmalaya Dari Bambu

Tak ada rotan, bambu pun jadi. Barangkali itu yang menjadi prinsip para penganyam Tasikmalaya, mengingat bahan baku rotan sulit didapat di kawasan Jawa Barat. Mereka menggunakan lembaran-lembaran bambu yang halus sebagai media berkreasi dan menyulapnya menjadi barang-barang kebutuhan sehari-hari atau aksesoris. Tentu saja setelah disulap menjadi berbagai macam perabotan, harganya pun berkali lipat bila dibanding dengan harga bahan dasarnya.

Bahan baku bambu yang kuat tetapi fleksibel sangat tepat jika dianyam. Selain itu, harganya pun murah, sehingga benda kerajinan bambu tidak mahal seperti rotan.

Kegiatan menganyam bambu telah berkembang di beberapa daerah di Tasikmalaya, khususnya Rajapolah, sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu. Awalnya, masyarakat menganyam bambu untuk membuat peralatan dapur dan rumah tangga. Kini, produk anyaman bambu semakin bervariasi dan lebih banyak ditujukan untuk cinderamata. Alasan membuat barang cinderamata karena pasarnya lebih luas sehingga kemungkinan untuk laku sangat besar dengan harga yang lumayan bagus pula. 

Produk anyaman bambu halus yang diminati pembeli adalah sandal, tas wanita, beragam bentuk keranjang, kotak seserahan untuk lamaran, topi, wadah kosmetik, kursi, rak, hiasan dinding bertuliskan kaligrafi, dan sebagainya. Kipas bambu juga banyak dicari untuk dijadikan souvenir pesta pernikahan. Terdapat pula benda-benda anyaman yang menggabungkan bahan bambu dengan daun pandan.

Beberapa perajin anyaman di Rajapolah bahkan telah aktif di pasar ekspor. Mereka melayani pemesanan dari pembeli di negara-negara Timur Tengah, Korea, Jepang, Singapura, Malaysia, negara-negara Eropa, dan Amerika. Para pengusaha anyaman juga kerap menerima tamu-tamu asing dari luar negeri yang ingin meneliti produk yang mereka hasilkan. Persinggungan dengan orang asing dan pasar ekspor tersebut semakin memacu kreativitas warga Tasikmalaya terutama masyarakat Rajapolah untuk semakin mengasah kemampuan dan menciptakan berbagai macam barang kerajinan anyaman Tasikmalaya.

Anyaman Tasikmalaya Dari Mendong

Menurut kisah yang beredar di masyarakat Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya, tanaman mendong pertama kali dibawa ke Tasikmalaya oleh saudagar-saudagar kuda setempat dari Pulau Sumbawa. Memang, daerah Purbaratu sempat menjadi pusat kendaraan andong yang ditarik oleh kuda, sehingga para saudagar kuda sering bepergian ke Pulau Sumbawa untuk membeli kuda.

Para saudagar tersebut tertarik dengan topi-topi anyaman yang dipakai para peternak kuda di Sumbawa. Begitu mengetahui bahwa bahan baku topi-topi tersebut adalah mendong, mereka memutuskan membawa benih mendong untuk ditanam di Tasikmalaya.

Nama mendong muncul begitu saja karena benih-benih tersebut mereka bawa dalam gendongan selama perjalanan dari Sumbawa ke Tasikmalaya. Sesampainya di Purbaratu, bibit mendong ditanam. Setelah dipanen, tanaman mendong diserahkan kepada ahli tenun yang mengubahnya menjadi tikar. Bentuk tikar yang dibuat pada masa itu masih sederhana dan polos. Begitulah asal mula kerajinan anyaman mendong ditemukan.

Dalam perkembangannya, wujud tikar mendong mengalami banyak perbaikan, mulai dari penambahan motif hingga warna. Rumput-rumput mendong diwarnai dengan teknik celup sebelum dijalin menjadi anyaman. Rancangannya pun semakin bervariasi. Kini tikar-tikar mendong tersedia dalam bentuk yang bisa dilipat dan dijinjing sehingga lebih praktis bila dibawa bepergian. Motif anyamannyapun semakin bervariasi tidak selalu menggunakan pola yang telah baku. 

Perajin mendong Purbaratu pun berkolaborasi dengan penenun dari Majalaya, Kabu Bandung dan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya untuk menghasilkan anyaman-anyaman bermotif songket. Maka hasilnya pun sungguh menarik. Anyaman dari Mendong menggunakan motif songket sehingga semakin bervariasilah motif anyaman itu. 

Kreativitas perajin mendong terus bergerak menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Mereka membuat produk-produk anyaman lain seperti tas-tas cantik, sandal, keranjang, kotak serbaguna, dan sebagainya. Alhasil, semakin banyak peminat kerajinan yang melirik anyaman mendong, termasuk konsumen luar negeri. Aneka produk mendong kini telah diekspor ke negara-negara Eropa, Amerika, Inggris, Jepang, dan banyak lagi. Anyaman berbahan Mendong menjadi terkanal sebagai salah satu dari jenis anyaman Tasikmalaya. Berkah tersendiri bagi masyarakat gara-gara ada yang membawa benih rumput Mendong dari Sumbawa tersebut. 

Untuk memperoleh aneka benda anyaman mendong, anda bisa langsung mengunjungi sentra-sentra pembuatannya di Tasikmalaya, atau di gerai-gerai penjual barang kerajinan anyaman Tasikmalaya. Hanya saja kalau berbicara masalah harga, tentu saja ada perbedaan bila datang langsung ke pengrajinnya dibanding ke toko-toko souvenir atau gerai penjual anyaman Tasikmalaya tersebut. Beberapa pengrajin bahkan bisa membuat barang tertentu sesuai dengan model yang kita inginkan dan variasi anyaman yang lebih rumit. Namun untuk yang terakhir ini, harganya pun tidak murah. Namanya juga pesan langsung sehingga boleh jadi modelnya tidak terlalu banyak sehingga terkesan antik dan orsinil. 

Anyaman Tasikmalaya menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat terutama untuk warga Rajapolah dan Purbaratu. Dengan demikian semakin hari semakin terpacu untuk terus berkreasi, meningkatkan kualitas bahan dan model anyaman. Seperti telah disinggung di awal tadi, persinggungan dengan pasar baik pasar lokal maupun pasar ekspor, menjadi salah satu alasan kerajinan ini terus tumbuh dan berkembang. Pernah kerajianan anyaman Tasikmalaya ini mengalami kelesuan ketika pasar dipenuhi berbagai cinderamata berbahan plastik yang bentuknya elok dan harganya murah. Tapi kerajian anyaman Tasikmalaya ini berhasil keluarga dari ancaman itu kemudian bangkit kembali. 

 


Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Pesona Dibalik Peta Kota Bengkulu
  • Mengenal Ibu Kota Kalimantan Timur, Samarinda
  • Sibolga - Kota Pelabuhan Eksotis - ANNEAHIRA.COM
  • Mencari Arena Dugem Bandung yang Asyik
  • Sekilas Objek Wisata di Kota Sambas
  • Sejarah Jakarta dari Masa ke Masa
  • Kudus, Kampung Halamanku
  • Tasikmalaya, Potensi Pariwisata yang Eksotik
  • Keindahan Alam dan Produk dari Lumajang
  • Mal Botani Square di Bogor
  • Kota Kecil Berpengalaman Itu Bernama Lubuk Linggau - ANNEAHIRA.COM
  • London - Kota Penuh Sejarah
  • Wisata Asyik Murah Meriah di Kota Bandung
  • Jelajah Ambon dengan Peta Ambon
  • Ciawi Tasikmalaya, Potensi Alam dan Seni
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA