Bertanam Apel India (Phutsa)
Apa yang ada di pikiran Anda begitu pertama kali mendengar kata 'India'? Pasti Anda akan berkata tarian dan musiknya yang khas, seperti yang biasa Anda saksikan di film-film Bollywood. Ternyata, India juga memiliki kekhasan lain yang mungkin belum Anda ketahui, yaitu phutsa. Phutsa adalah jenis apel khas India atau apel india.
Tanaman ini merupakan tanaman survivor karena kemampuannya bertahan hidup dalam kondisi seburuk apapun. Meskipun dalam kondisi terpotong-potong atau mungkin hanya memiliki satu akar, tanaman ini tetap bisa bertahan hidup.
Buah ini sekilas mirip buah tomat yang belum masak dan berwarna hijau. Apel ini berukuran kecil, diameternya berkisar 5 cm. Rasanya manis dan warna daging buahnya putih. Rasa manis ini yang membuat phutsa disukai karena tidak memiliki rasa masam, seperti jenis apel pada umumnya.
Untuk mendapatkan buah ini di Indonesia, tergolong sulit. Oleh karena itu, harganya juga melonjak tinggi. Jika Anda memiliki tanamannya, mungkin Anda bisa mendapatkan satu potnya seharga Rp100.000,00 atau lebih.
Padahal, jika gemar berkebun, Anda bisa menanam pohon ini di kebun Anda karena kondisi alam di Indonesia sangat cocok untuk tanaman ini. Tanaman ini pun bisa tumbuh kapan saja, tidak bergantung musim.
Cara Bertanam Phutsa
Berikut ini merupakan cara bertanam apel india atau phutsa.
- Tanaman phutsa cenderung menyukai lingkungan kering. Sebaiknya, Anda menyiapkan media tanam yang kering. Seperti, campuran sekam bakar, sekam mentah, tanah merah, dan pupuk kandang. Komposisinya adalah 1:1:1:1.
- Gantilah media tanamnya setiap tahun sekali agar tumbuh optimal.
- Meski jenis tanaman ini cenderung menyukai media kering, bukan berarti Anda tidak perlu sering menyiramnya. Anda tetap harus melakukan penyiraman 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.
- Jika ingin tanaman ini lekas berbuah, Anda bisa melakukan pemangkasan. Namun, seminggu sebelum dilakukan pemangkasan, beri pupuk NPK seimbang dengan komposisi 16:16:16. Selang satu bulan, phutsa akan mulai berbunga. Selang 3 bulan setelah pemangkasan, phutsa akan mulai berbuah. Lakukan pemangkasan secara rutin untuk merangsang tumbuhnya tunas dan bunga yang baru.
Menghindari Hama
Hama yang biasa menyerang phutsa adalah lalat buah (Bactrocera sp), penyebab buah menjadi busuk dan kemudian jatuh berguguran. Agar terhindar dari hama ini, bungkus dengan plastik yang diberi lubang pada buah yang masih berukuran sebesar kelereng.
Selain itu, hama kutu putih dan penggerek batang juga sering menyerang phutsa. Semprotkan pestisida untuk membasmi kedua jenis hama ini. Jika kondisi tanaman sudah parah, sebaiknya, potong dan musnahkan daun yang sudah terserang hama.






