Api: Salah Satu Elemen Penting dalam Kehidupan

Bumi memiliki beberapa elemen terpenting. Salah satu yang terpenting adalah api. Kebudayaan dan sistem kepercayaan yang sudah ada sejak zaman pra-sejarah hingga modern tidak pernah lepas dari peranan penting elemen api ini. Secara tidak langsung, api juga memegang peranan penting dalam perkembangan peradaban manusia.
Api dan Masyarakat Yunani Kuno
Api beserta elemen lainnya, seperti angin, air, dan tanah atau bumi merupakan elemen kuno yang oleh sebagian masyarakat zaman dulu dianggap sebagai elemen penting pembentuk kehidupan manusia.
Pemahaman seperti itu rasanya juga tidak salah. Unsur utama yang ada di Bumi dan berfungsi sebagai penyeimbang kehidupan manusianya memang dipegang oleh keempat elemen tersebut.
Ungkapan yang mengatakan bahwa api adalah elemen penting dalam kehidupan manusia sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Menurut ilmu pengetahuan Yunani serta filsafat kunonya, api adalah satu dari keempat elemen klasik yang ada di bumi. Pentingnya api dalam kehidupan manusia oleh masyarakat Yunani kuno karena api dilambangkan sebagai energi, gairah dan ketegasan.
Keterikatan masyarakat Yunani kuno dengan api bukan tanpa sebab. Kedekatan masyarakat Yunani kuno terhadap api terdapat pada salah satu cerita mistos yang dimiliki oleh masyarakatnya. Cerita mitos mengenai Promotheus yang mencuri api dari Zeus.
Promotheus mencuri api juga bukan karena alasan. Ia mencuri api untuk membantu dan melindungi manusia yang tidak berdaya. Niat baik yang dilakukan Promotheus ternyata tidak mendapat tanggapan yang baik. Mencuri tetaplah sebuah kejahatan, apapun alasannya. Promotheus akhirnya mendapat hukuman dari Zeus akibat perbuatannya.
Hukuman yang dijatuhkan Zeus pada Promotheus adalah pengikatan Promotheus pada sebuah batu. Tubuh Promotheus yang diikat pada batu tersebut dibiarkan menjadi makanan burung Elang. Tubuh Promotheus yang sudah hancur menjadi kembali utuh, dan kemdian dimakan kembali oleh burung Elang. Kejadian itu terjadi hingga berulang-ulang.
Menurut masyarakat Yunani kuno, api adalah salah satu dari banyaknya archai yang diusulkan pre-socratis untuk mengurangi kosmos atau penggantinya. Kosmos adalah sebuah sistem yang harmonis dan tertib yang dikenal oleh masyarakat Yunani. Kosmos juga dikenal sebagai konsep dari kekacauan.
Selain Promotheus, Heraclitus juga menganggap api sebagai hal paling mendasar dari semua elemen yang ada. Heraclitus percaya bahwa api melahirkan elemen tiga penting lainnya. Heraclitus juga menganggap bahwa jiwa tercipta dari perpaduan air dan api. Dalam pembentukan jiwa, api memiliki peranan yang lebih mulia.
Api Sebagai Unsur Kehidupan
Di luar konteks peranan api yang dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan, api juga merupakan sebuah unsur yang ada di bumi. Sebuah unsur yang beroksidasi secara cepat dalam sebuah proses pembakaran kimiawi. Dalam proses pembakaran kimiawi, api menghasilkan cahaya dan energi panas.
Proses oksidasi adalah berubahnya suatu benda menjadi zat. Dalam proses pembakaran, benda yang dioksidasi oleh api akan berubah bentuk menjadi abu. Abu itulah yang kemudian disebut sebagai hasil proses oksidasi api.
Api memiliki energi yang kuat. Sebuah energi yang bertingkat dan bervariasi. Cahaya yang ditimbulkan api berbentuk panjang bergelombang. Biasanya memiliki spektrum acak yang kadang memiliki kecepatan dan susah untuk ditangkap oleh indera penglihatan manusia.
Cahaya yang dihasilkan oleh api bergantung pada bahan bakar yang dapat menghasilkan api. Bahan bakar juga berpengaruh terhadap peranan api bagi kehidupan. Misalnya, bahan bakar yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari, atau bahan bakar yang sengaja digunakan untuk menghancurkan barang-barang tertentu.






