logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Arsitektur

Seni Arsitektur Romawi


Ilustrasi arsitektur romawi

Sama halnya dengan bangsa Yunani, bangsa Romawi menyembah banyak dewa, polytheis. Dewa tertingginya adalah Yupiter yang didampingi oleh permaisurinya, Yuno. Sebagai bangsa penakluk, orang Yunani menyebut dirinya Putra Mars (Dewa Perang) dan Justita (Dewi Keadilan). Kebudayaan Romawi menyumbangkan banyak ilmu dan pengetahuan. Beberapa di antaranya adalah dalam bidang arsitektur bangunan. Penemuan dalam bidang teknik arsitektur bangunan ini termasuk canggih yang tidak ditemukan atau dipergunakan bangsa lain yang semasa dengannya.

Arsitektur romawi dalam membuat bangunan menggunakan teknik yang belum dikenal oleh bangsa Yunani dan masih digunakan oleh bangsa-bangsa sesudahnya, termasuk di zaman sekarang, yaitu teknik cor beton. Bisa dibayangkan bagaimana teknik ini digunakan pada saat bangsa lain masih menggunakan tumpukan batu atau batu bata dengan menggunakan semacam aci sebagai perekatnya. Seni bangunan yang didirikan oleh bangsa Romawi tidak hanya berfungsi sebagai bangunan peribadatan keagamaan, tetapi sebagai bangunan yang bersifat keduniawian. Sampai sekarang bangunan-bangunan kuno hasil kreativitas bangsa Romawi ini masih bisa dilihat, berdiri kokoh laksana bangunan yang dibuat setelah abad 20.

Kuil

Kuil adalah bangunan yang didirikan untuk memuja dewa-dewa. Gaya arsitekturnya adalah gaya Yunani, Doria, Ionia, dan Korintia. Namun, dikembangkan lagi oleh bangsa Romawi. Dengan demikian dalam bangunan kuil ini terdapat perbedaan antara kuil Romawi dan Yunani. Perbedaan yang paling mendasar diantara keduanya adalah sebagai berikut :

  • Kuil Romawi pilarnya hanya terdapat di depan bangunan. Tentu saja untuk bisa membangun kuil seperti ini diperlukan teknik yang tidak dipergunakan saat itu. Dengan teknik cor beton itulah bangsa Romawi berhasil membangun sebuah kuil yang hanya menggunakan pilar yang berada di depan bangunan.
  • Disesuaikan dengan kul Vesta (kuil bundar).
  • Lantainya tinggi dan terdapat tangga pada bagian depannya. Tangga di bagian depan ini juga memerlukan penahan pada bagian atasnya yang tak sembarang orang bisa membuatnya, kecuali dengan menggunakan tangga yang terbuat kayu dengan cara dirangkai. Penggunaan tangga di bagian depan kuil ini juga merupakan keberhasilan arsitektur Romawi, yang pada saat sama bangsa Yunani sendiri tidak menggunakan model kuil seperti ini. 
  • Galur tiang kadang dibuat dan kadang tidak.
  • Pada langit-langit, digunakan cella (cekung).

Istana dan Rumah Bangsawan

Peninggalan yang ditemukan hanya dalam bentuk gambar, sedangkan bangunannya tidak ditemukan. Peninggalan rumah ditemukan di bekas Kota Herculaneum dan Pompeji. Bentuk arsitekturnya terdiri dari ruang muka yang luas dan dikelilingi kamar-kamar. Di tengah ruangan, terdapat implivium, yaitu kolam tempat menampung air hujan yang di atasnya terbuka.

Inilah salah satu bentuk bangunan dengan ruang terbuka yang banyak diadopsi bangunan pusat perbelanjaan di jaman sekarang ini. Dengan ruang terbuka di tengahnya ditambah  bangunan kolam, tentu saja masalah sirkulasi udara tidak akan jadi masalah. Selain itu dengan bentuk bangunan seperti ini, masing-masing orang bisa saling memperhatikan dari kamar masing-masing, sehingga merupakan sistem keamanan yang baik untuk melindungan para bangsawan saat itu.

Basilika

Basilika adalah bangunan besar dengan bangunan berbentuk tapal kuda yang berfungsi sebagai pengadilan atau pasar. Terdapat ruangan yang digunakan untuk galeri sebagai tempat pameran lukisan.

Dari bentuk bangunan seperti tapal kuda ini juga sebenarnya merupakan konsep canggih, terutama dalam hal menjaga keamanan yang hanya keluar dan masuk dari satu pintu. Konsep bangunan seperti tapal kuda ini sebenarnya yang diadopsi oleh bangunan perumahan modern yaitu komplek cluster. Bisa dibayangkan bagaimana canggihnya para ahli bangunan pada jaman Romawi tersebut, yang justru ide-ide masih tetap dipergunakan atau setidaknya masih mengilhami para arsitektur jaman modern sekarang ini.

Teater

Bagunan teater Romawi dibangun dengan cara Yunani. Bedanya, teater Romawi tidak dibangun di atas lereng bukit. Dengan demikian tempat penonton yang berundak dibangun dengan landasan beton.

Bentuk teater Romawi yang tidak dibangun di lereng bukit tersebut mengharuskan para arsiteknya memutar otak agar bangunan bisa menyediakan tempat penonon berundak dengan panggung sebagai pusat perhatian. Bentuk teater yang dibangun jaman Romawi ini masih diadopsi oleh beberapa teater di Jerman dan Italia.

Amphi Teater

Amphi teater digunakan untuk pertunjukan para gladiator. Terdapat ruangan bawah tanah. Tempat duduk amphi teater berbentuk lingkaran. Ini juga menunjukkan bagaimana kepintaran para ahli bangunan jaman Romawi tersebut, yang bisa membangun ruang bawah tanah, sementara di atasnya dipergunakan sebagai arena adu kekuatan para ksatria melawan banteng. Tak didapat keterangan sebenarnya dulu dipergunakan untuk apa ruangan di bawah tanah tersebut. Apakah semacam tempat rahasia untuk melakukan perjudian atau tempat melarikan para gladiator ketika mendapat kecelakaan misalnya.

Forum Romanum

Forum romanum adalah ruang yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya masyarakat Roma untuk mengambil keputusan. Ini semacam alun-alun pada jaman kerajaan di nusantara.

Triumphal Arch (Gerbang Kemenangan)

Adalah monumen untuk memperingati kemenangan pahlawan yang gugur di medan perang.

Makam

Makam rakyat ditandai dengan nisan-nisan kotak di dinding sebagai tempat penyimpanan abu. Deretan nisan tersebut dinamakan culumbrium.

Circus Maximus

Circus Maximus adalah tempat untuk pacuan kuda yang dibagi oleh tembok rendah (spina) dan dihiasi dengan relif lomba.

Thermen

Thermen adalah tempat pemandian umum. Di ruangan bawah tanahnya dibuat ruangan untuk menyalakan api yang digunakan untuk memanaskan air. Di dalam thermen, terdapat kolam, kamar mandi, ruang istirahat, ruang untuk memijat, ruang diskusi. Sebuah konsep bangunan modern bahkan paling canggih dibanding bangunan yang terdapat di bangsa lain saat itu. Bayangkan saja bangunan ini merupakan pemandian raksasa yang bisa dibuatkan air panas dengan cara menyalakan api di bagian bawah bangunan tersebut. Barangkali untuk memanaskan air kolam tersebut diperlukan ribuan kubik kayu seperti yang dipergunakan kapal  Titanic.

Limes

Limes adalah benteng pertahanan. Yang terkenal adalah Lemes Hadrianus yang dibuat oleh Kaisar Hadrianus. Bentuk bangunannya sendiri berupa benteng kokoh yang melingkar dengan satu pusat pengintai musuh di bagian atasnya. Bangunan ini merupakan bangunan yang sangat vital karena merupakan gerbang pertama untuk menjaga agar kota atau istana para bangsawan tidak dimasukki musuh. Tentu saja dibutuhkan sebuah bangunan yang kokoh dan kuat, sehingga sulit dirobohkan musuh.

Demikianlah bangunan hasil karya para arsitek zaman Romawi, yang sekali lagi telah jauh melampaui zamannya. Tentu saja hal ini bisa terjadi sebagai salah satu bukti penguasaan teknologi bangunan saat itu. Tanpa pengetahuan yang baik tentang konsep membuat konstruksi bangunan, tentu saja tidak akan mampu menghasilkan bangunan yang canggih dan tetap kokoh. Sebuah langkah spektakuler yang berhasil dilakukan oleh bangsa Romawi, yang masyarakatnya gemar berperang, sehingga faktor keamanan selalu menjadi masalah krusial yang harus ditempatkan pada berbagai jenis bangunan, termasuk bangunan tempat menggelar hiburan seperti teater.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Arsitektur Hemat Energi Ala Ridwan Kamil
  • Gaya Arsitektur Eropa - Megah dan Bernilai Historis Tinggi
  • Mendesain Bangunan Kantor yang Baik dan Nyaman
  • Arsitektur Postmodern Penentang Arsitektur Modern
  • Mengenal Chichen Itza, Bangunan Lama Peninggalan Bangsa Maya
  • Arsitektur Kontemporer: Konsep Hunian Modern
  • Arsitektur Rumah Kayu Daerah di Indonesia
  • Arsitektur Interior Ala Apartel
  • Arsitektur Rumah Jepang: Gaya Arsitektur Minimalis dan Sederhana
  • Lanraad: Bangunan Belanda di Bandung
  • Arsitektur Rumah Mungil
  • Arsitektur Dekonstruksi: Gabungan Seni dan Filosofi
  • Arsitektur Kolonial di Kawasan Kambang Iwak dan Jalan Merdeka Palembang
  • Arsitektur Rumah Modern di Perumahan Sekitar Palembang
  • Gaya Arsitektur Post Modern
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA