Arti Cinta Pria dan Wanita
Ilustrasi arti cinta
Ketika disinggung soal arti cinta, setiap orang akan melahirkan jawaban berlainan dan kadang abstrak. Cinta adalah sesuatu yang sangat universal. Cinta tidak bisa dibatasi dalam satu definisi. Tidak ada patokan cinta adalah. Setiap individu memiliki persepsi berbeda tentang cinta. Sekalipun ada kesamaan jawaban, pasti terpatok pada 3 kata. Cinta itu saling, memberi, dan maaf.
Benarkah Cinta Itu Baik?
Walaupun setiap orang mempunyai definisi yang berbeda tetang cinta, tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian cinta sangat bergantung pada jenis kelamin, pengalaman hidup termasuk pengalaman dalam bercinta, latar belakang pendidikan, dan latar belakang sosial.
Kadang kala malah ada yang tidak percaya dengan cinta. Cinta dipandang sebagai sesuatu yang menyakitkan dan membuat sengsara. Mungkin cinta memberikan kebahagiaan tetapi kebahagiaan yang diberikan oleh cinta itu tak seberapa dibandingkan dengan kesengsaraan yang dipersembahkan oleh cinta. Pendapat ini tentu saja diberikan oleh orang-orang yang merasa cinta telah melumpuhkan hidupnya dan telah membuatnya masuk ke dalam sumur derita yang tak pernah ada hentinya.
Bisa mengerti mengapa ada yang berpendapat seperti itu sehingga menapikan cinta dan tak ingin menjalin cinta. Bahkan ada yang tak mau merasakan jatuh cinta sama sekali sehingga ketika merasa mulai jatuh cinta, ia akan selalu berusaha lari dan tak ingin terbawa oleh perasaannya sehingga ia tak harus berjibaku dengan cinta yang lebih banyak memberikan rasa sakit hati itu.
Kalau sudah seperti ini, jangankan berpikir untuk menikah, jatuh cinta saja sudah tak mau dan hatinya telah tertutup untuk cinta. Ada juga yang menikah bukan karena cinta tetapi karena merasa kasihan ingin menyelamatkan anak yatim. Tidak bisa juga 100 persen dipercaya ketika ada laki-laki yang melakukan hal ini. Tidak mungkin tidak ada yang dilihatnya dari wanita yang akan dinikahinya. Bagaimana ia harus memberikan nafkah batin kalau ia tak bisa merasakan keinginan bersama dengan istrinya.
Walaupun mungkin juga sang wanita rela dinikahi karena pertimbangan anak-anak, rasanya mungkin akan sulit juga diterima kalau dia tidak melihat bahwa laki-laki yang akan menikahinya itu memiliki seuatu yang mungkin membuatnya tertarik. Apalagi kalau pernikahan itu berlangsung tepat 3 bulan 10 hari atau setelah masa iddah suaminya yang meninggalkan dunia mendadak karena kecelakaan berakhir. Hanya dalam waktu yang sangat singkat mereka merajut kasih dalam masa berkabung. Hal ini sesuatu yang sangat dahsyat. Entah apa arti cinta bagi mereka. Tetapi yang pasti adalah bahwa mereka telah menjalani masa pendekatan ketika masa iddah itu belum berakhir.
Bagi orang lain yang melihatnya, mungkin ada yang berpendapat bahwa mungkin keduanya telah menjalin kasih sebelumnya. Mungkin juga ada yang berpendapat lebih baik begitu daripada mereka berzina. Mungkin ada juga yang memandang bahwa kalau memang telah jodoh, semua memang dimudahkan walaupun mungkin ada yang memandang keduanya kurang mempertimbangkan masalah tenggang rasa terhadap keluarga almarhum suaminya yang baru meninggal dengan tragis. Bisa jadi juga ternyata sebelum suaminya meninggal, hubungan si wanita dengan suaminya kurang harmonis sehingga ketika suaminya meninggal, ia langsung mau diajak menikah oleh laki-laki yang mungkin selama ini telah diincarnya.
Itu adalah rahasia keduanya. Rahasia Ilahi juga yang telah menjodohkan mereka dengan sangat cepatnya.
Ada juga pernikahan yang terjadi karena seorang wanita begitu mencintai seorang laki-laki beristri. Wanita yang berprinsip tak mau berpoligami itu rela menyesampingkan prinsipnya hanay karena seorang laki-laki yang dicintainya. Walaupun akhirnya mereka bercerai karena ternyata tak mudah hidup berpoligami dan ternyata mantan suaminya dinilainya bukan tipe laki-laki yang tegas, pengalaman tersebut cukup membuat sang wanita tahu bahwa lebih baik menikah dengan laki-laki lain yang bisa memberinya kebahagiaan yang lebih baik. Cinta tak harus dituruti. Cinta ada batasnya. Daripada saling menyakiti, sang wanita memilih mundur dari kisah cintanya yang tragis.
Tanpa banyak berpikir, sang wanita menemui seorang kyai yang dipercayanya dan mengajukan kriteria laki-laki yang diidamkannya. Dengan terperanjat sang kyai mengatakan bahwa bagaimana seorang janda meminta seorang laki-laki dengan kriteria yang sangat tinggi? Dengan santai sang wanita mengatakan bahwa dia meminta kepada Allah Swt secara langsung dengan perantara sang kyai.
Ajaibnya adalah hanya 4 bulan dari perceraiannya dengan laki-laki yang beristri itu, ia mendapatkan seorang duda yang juga mencari seorang istri dengan kriteria yang cukup tinggi dan ternyata masing-masing mereka memenuhi kriteria yang diharapkan. Mereka bertemu hanya seminggu dan berdiskusi serta membuat berbagai kesepakatan dan perjanjian bagaimana jalannya keluarga mereka nantinya walaupun belum ada benih cinta yang muncul. Mereka menikah dengan ikhlas dan karena ingin membina satu keluarga yang benar-benar diridhoi oleh Allah.
Singkat cerita keduanya menikah dengan pesta yang sederhana tetapi dihadiri oleh hampir seribu orang. Hal ini karena memang mereka mempunyai banyak sahabat dan kolega. Mereka berbulan madu ke Mekkah dan setelah itu mereka telah sibuk dengan semua urusannya tanpa mengesampingkan hubungan keduanya. Tidak sampai 3 bulan, rasa cinta itu hadir dan mereka tampak begitu mesra. Yang menyedihkan adalah bahwa mantan suami sang wanita datang dan menangis meminta wanita itu kembali.
Sang wanita tak lagi merasakan cinta kepada mantan suaminya yang tak melihat pengorbanan dan ketulusannya dalam mengabdi kepadanya. Sang suami menyesal dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai wanita itu. Sang wanita tak akan pernah percaya dengan laki-laki yang tak bisa tegas dalam hidupnya itu. Kini ia bahagia dengan laki-laki yang sangat sayang kepadanya dan mampu memberikan segala yang ia butuhkan baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat.
Itulah gambaran sekilas tentang arti cinta secara universal dan kisah cinta yang mungkin banyak bertebaran di sekeliling kita. Namun, tahukah Anda perbedaan arti cinta bagi pria dan bagi wanita? Kedua makhluk ini memiliki batasan berbeda dalam menilai cinta. Penasaran? Simak paparan berikut!
Arti Cinta Pria
Pria cenderung memiliki sifat yang menyenangi hal-hal fisik. Ketika bertemu dengan seseorang, dalam hal ini wanita, pria akan langsung memberikan penilaian tentang hal-hal fisik. Misalnya, kehalusan kulitnya, kelangsingan tubuhnya, kecantikan wajahnya, dan yang lebih penting adalah perihal isi bagian dada.
Bagi pria, wanita yang tampilan fisiknya menggoda secara langsung akan “merangsang” perasaan cintanya. Namun, hal itu tentu saja berpangkal pada keinginan nakal seorang pria. Yaitu, ingin menghabiskan malam dengan wanita, meskipun hal ini tidak berlaku bagi semua pria. Ya. Bagi pria, cinta adalah kesenangan duniawi.
Setelah menikah, pria masih tetap mementingkan seks dibanding urusan keharmonisan keluarga. Bagi pria, keharmonisan rumah tangga diukur dari keharmonisan ranjang. Saat-saat itulah, kadar cinta pria mulai berkurang. Terlebih, jika istri tidak mampu lagi memuaskannya.
Arti Cinta Wanita
Jika pria lebih mementingkan persoalan fisik, wanita menilai cinta sebaliknya. Wanita cenderung mencari sosok pria pemberi. Dalam arti, wanita mencari sosok pria yang mapan sehingga mampu mencukupi kehidupan keluarganya jika mereka berjodoh. Yang paling penting, wanita mencari pria yang mendominasi dan mampu menjadi pemimpin.
Intinya, wanita mencari pria yang dapat melindungi dirinya serta mencukupi kehidupannya. Setelah menikah, wanita lebih menginginkan hubungan yang harmonis dan intim dalam pernikahan dibanding mementingkan urusan ranjang.
Kadar Cinta Pria dan Wanita
Ya. Arti cinta pria dan wanita memang berbeda kadar dan tolok ukurnya. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa cinta pria seperti segitiga, sedangkan cinta wanita seperti segitiga terbalik. Artinya, semakin lama, cinta pria akan berkurang seperti segitiga yang ujungnya meruncing. Sementara cinta wanita, semakin lama akan semakin besar.
Wanita cenderung menjadi sosok yang lebih setia dibanding pria. Jika sudah mencintai seseorang, wanita akan terus mencintai orang itu. Pria adalah sosok yang paling gampang jatuh cinta. Pria mampu menyatakan jatuh cinta hanya dalam hitungan detik, sedangkan wanita sulit jatuh cinta. Namun, saat jatuh cinta, wanita akan sulit melupakan.
Meskipun terkesan sebagai sosok yang egois dan terlalu banyak berfantasi, saat putus cinta atau kehilangan orang yang dicintai, pria akan lebih merana dan menderita dibanding wanita.

