Artikel Bahaya Narkoba : Lindungi Semua!
Ilustrasi artikel bahaya narkoba
Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya mengatasi dan menanggulangi masalah narkoba adalah kuatnya mafia yang bermain di belakangnya. Narkoba atau narkotika dan obat-obat terlarang merupakan bisnis dengan keuntungan yang sangat besar. Bahkan jaringan bisnis ini telah menjangkau lintas negara. Akibatnya, banyaknya artikel bahaya narkoba seakan tak membawa efek apapun.
Oleh karena itu, salah satu bentuk penanganan yang harus terus dan selalu dilakukan adalah dengan melindungi masyarakat untuk tidak mendekat atau didekati narkoba.
Artikel Bahaya Narkoba – Perjuangan Tiada Henti
Pengenalan terhadap dampak narkotik, psikotropik, dan zat adiktif atau napza harus terus disebarluaskan. Begitu juga dampak penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya harus selalu dikampanyekan tanpa henti. Artikel bahaya narkoba harus terus dibuat walaupun banyak yang akan merasa bosan membacanya. Bila perlu diadakan lomba penulisan artikel bahaya narkoba baik untuk tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama maupun untuk tingkat sekolah menengah atas.
Semua langkah itu dimaksudkan untuk menghentikan dan bukan lagi menghambat penyebaran narkoba di semua lini. Memang berat karena narkoba ini begitu menggiurkan dan seolah-olah dianggap sebagai salah satu jalan keluar bagi orang-orang yang merasa galau dan merasa hidupnya begitu bermasalah.
Padahal kesusahan hidup yang dialaminya belum seberapa dan tidak ada seujung kaki penderitaan yang dialami oleh wanita-wanita Afghanistan yang tertindas. Penderitaan mereka juga belum seberapa dibandingkan dengan kesengsaraan para wanita yang berada di zona pertikaian. Mereka diperkosa berkali-kali. Para laki-laki bejad seakan tak pernah membiarkan wanita-wanita itu berjalan dengan kaki rapat. Mereka lalu akan diperkosa lagi dan lagi hingga sang wanita mati kelelahan jiwa dan raga.
Para pemakai narkoba itu terkadang hanyalah orang-orang putus asa akibat cinta lalu menyalahkan orang lain yang tidak peduli dengan dirinya. Padahal ketika dia mengambil narkoba sebagai temannya, itulah tanda bahwa dirinya sendiri pun tak peduli lagi dengan masa depan dan kehidupan akhiratnya. Bagaimana bisa mendapatkan kasih sayang orang lain kalau diri sendiri tak mampu menghargai apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Kesusahan tak seberapa seperti ini yang membuat narkoba menjadi teman? Sungguh jiwa-jiwa seperti ini membutuhkan pertolongan segera.
Artikel bahaya narkoba bisa juga menyoroti fenomena para generasi muda maupun tua yang mudah sekali galau karena permasalahan sepele. Mereka harus diberi pelajaran dan diberi wawasan betapa hidup mereka sangat beruntung. Mereka seharusnya mengetahui bahwa masih banyak jalan untuk mencari ketenangan jiwa dan bukan lewat narkoba. Harga narkoba yang cukup mahal itu adalah satu bukti kalau narkoba itu bukan barang untuk orang miskin. Harga selangit itu seharusnya membuat orang tidak bersentuhan dengan narkoba. Seharusnya mereka berpikir bahwa uang untuk membeli narkoba akan lebih baik diberikan kepada panti asuhan.
Bimbingan dan Penyuluhan Melalui Artikel Bahaya Narkoba
Agar pemasyarakatan mengenai bahaya narkoba ini terus diketahui oleh khalayak ramai, artikel bahaya narkoba harus dituliskan dengan melihat berbagai dampak dan efek dari narkota. Artikel bahaya narkoba itu bisa juga berisi kisah dan kenestapaan para pengguna narkoba, cara menghindari narkoba, dan cara tak terjebak oleh ajakan orang-orang tak berhati nurani yang berusaha mencari mangsa. Orang-orang yang berusaha mencari mangsa itu sam saja dengan iblis yang mencari teman sebanyak-banyaknya di neraka.
Hanya orang-orang lemah imanlah yang akan tergiur menjadi penjilat kaki para penyebar dan penjual narkoba. Artikel bahaya narkoba bisa menyoroti tentang betapa rendahnya harga diri orang yang telah menyantap narkoba. Betapa para pengkomsumsi narkoba itu dengan sangat terpaksa kehilangan harga diri dan tidak bisa dipercaya. Dengan cara menunjukkan betapa sakitnay kehilangan harga diri setalh diketahui menjadi pecandu narkoba, diharapkan bahwa calon-calon penyentuh narkoba akan berpikir dua kali untuk berurusan dnegan hal-hal yang berhubungan dengan narkoba.
Godaan pasti akan selalu datang terutama bagi yang mempunyai uang dan sangat mudah mendapatkan uang. Mudahnya mendapatkan uang inilah yang terkadang membuat banyak orang lupa diri dan terjerumus ke dalam lubang kebobrokan narkoba. Sama seperti kisah monyet dan angin. Saat angin ribut, angin tornado, angin kencang meniup si monyet yangs edang berada di atas pohon kepla, sang monyet bisa bertahan dan penuh kewaspadaan. Tetapi apa yang terjadi ketika ada angin sepoi-sepoi datang? Sang monyet terlena dan terjatuh.
Begitulah gambaran orang-orang yang diberi kenikmatan dan kemudahan rezeki tetapi tak bisa memanfaatkan rezeki itu semaksimal mungkin. Mereka terlena oleh dunia dan masuk ke dalam lingkungan dunia yang begitu melenakan jiwa sehingga narkoba pun akhirnya menjadi sahabat setia. Artikel bahaya narkoba bisa saja membuat kisah-kisah para pejabat yang terpaksa lengser dari posisinya karena narkoba. Lihatlah keluarga dan sahabat pejabat itu sebelum dan sesudah ia mengkomsumsi narkoba. Samakah pandangan orang terhadap diri sang mantan pejabat?
Lihatlah juga bagaimana sang pejabat menghabiskan waktunya di penjara atau bagaimana dia menjalani hidupnya setelah keluar dari penjara. Kalau pun ia menjadi kembali baik dan bertaubat serta menjalani kehidupan yang bersih lagi, maka kisah itu bisa menjadi kisah yang cukup inspiratif. Kisah-kisah seperti ini sangat penting disebarkan lewat artikel bahaya narkoba. Bagaimana pun para pembaca butuh diberi pencerahan. Gaya penulisan yang santai tetapi penuh informasi yang bermakna memang akan lebih mudah dicerna.
Artikel bahaya narkoba itu juga bisa berupa dampak yang dirasakan oleh para anak yang orangtuanya menjadi tersangka dalam kasus narkoba. Tak perlu menuliskan secara detail lengkap dengan nama dan alamat serta jenis kelamin sang anak. Cukup memberikan gambaran betapa diawal-awal tertangkapnya orangtuanya telah menjadikan hidupnya seperti berada di dalam neraka. Gambarkanlah betapa depresi menghinggapi dan keputusasaan hampir saja membunuhnya. Bahkan ia pun ingin mengecap narkoba.
Kisah seorang artis yang tertangkap basah membawa narkoba dan masuk penjara lalu tidak berselang lama, anaknya pun masuk penjara karena menjual narkoba, bisa menjadi contoh bagaimana anak bisa mengikuti jejak orangtua yang menjadi penjual narkoba.
Isi Artikel Bahaya Narkoba - Efek Biaya Sosial
Sejak tahun 2000, kecenderungan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat dan meluas. Begitu juga dengan perkembangan jumlah pemakai narkoba selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pemakai narkoba di Indoensia tak kurang dari 3 juta jiwa. Setiap tahunnya jumlah pemakai ini memperlihatkan kecenderungan selalu meningkat.
Sedangkan konsumsi narkoba di Indonesia setiap tahunnya mencapai sekitar 10 hingga 15 trilyun rupiah. Jumlah ini diperoleh dari biaya yang dikeluarkan sebagai pemakai yang mencapai antara Rp 1,5 juta hingga Rp 7,5 juta perorang. Ini tentu angka yang tidak kecil untuk sebuah bisnis. Apalagi bila pemakai itu adalah pemuda dan remaja yang belum mempunyai pekerjaan, efeknya pada meningkatkan jumlah kriminalitas yang ditimbulkannya.
Dampak sosial ini diantaranya berupa pencurian, perampokan, dan berbagai jenis kriminalitas lainnya yang didorong atau dimotivasi akibat ketergantungan obat-obat berbahaya tersebut.
Biaya sosial akibat penyalahgunaan narkoba ini, sekali lagi berdasarkan catatan BNN, diperkirakan mencapai tak kurang dari Rp 4 trilyun. Ini merupakan salah satu artikel bahaya narkoba yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak.
Isi Artikel Bahaya Narkoba – Para Target Narkoba
Salah satu sasaran yang sering dijadikan target peredaran narkoba adalah para artis. Sebagai figur publik dan tokoh idola bagi para remaja dan anak-anak, perilaku para artis yang lebih sering memperlihatkan gaya hidup mewah dan begitu bebas akan memberikan efek psikologis bagi para remaja dan anak-anak yang mengidolakannya.
Apalagi bila artis menganggap pemakaian narkoba sebagai gaya hidup modern tentu justru akan makin memudahkan remaja untuk terpengaruh.
Efek domino dari perilaku artis yang banyak menjadi pemakai narkoba sebenarnya cukup berbahaya. Apalagi bila gaya hidup artis seperti ini menjadi kebiasaan dan dianggap lumrah, maka remaja dan anak-anak yang mengidolakan para artis juga akan terpengaruh. Artis sebagai pemakai narkoba mestinya menjadi artikel bahaya narkoba yang harus mendapatkan perhatian serius.
Pembentukan persepsi melalui media massa terhadap perilaku artis, pada gilirannya akan dapat memudahkan target sasaran peredaran narkoba pada usia pelajar. Para mafia pengedar narkoba pun akan makin leluasa untuk menyasar para pelajar, remaja, dan anak-anak menjadi target empuk bisnis mereka. Karena itu lindungi para pelajar dan generasi muda dengan ketat dari bahaya narkoba dengan lebih menggalakan pembuatan artikel bahaya narkoba.

