Artikel Kesehatan: Pola Makan Sehat
Ilustrasi artikel kesehatan
Kata orang hidup sekarang itu sangat mudah. Ilmu mudah didapat asal mau menggalinya dari berbagai sumber. Masalah mudah dipecahkan asalkan rendah hati dan mau berbagi rasa dengan orang lain dalam membangun komunikasi. Uang juga mudah didapatkan asal tahu cara dan tahu di mana tempatnya. Intinya, semua serba mudah. Kalau mempunyai masalah kesehatan, sebelum ke dokter, membaca beragam artikel kesehatan, paling tidak akan memberikan gambaran tentang sakit yang sedang diderita sehingga berita dan keterangan dari dokter tidak terlalu mengagetkan lagi.
Artikel Kesehatan Didapatkan Di Mana?
Artikel kesehatan itu bisa kita dapat dengan sangat mudah. Berbagai majalah kesehatan selalu menampilkan salah satu artikel kesehatan dalam rubrik khususnya. Selain itu, di internet pun artikel kesehatan sudah banyak sekali diulas. Namun, karena minat masyarakat yang sangat tinggi terhadap artikel sejenis ini, maka penulisan artikel kesehatan pun tidak akan pernah habis.
Para dokter dan tenaga kesehatan yang pada mulanya tidak percaya diri bahwa ia bisa menulis dan menerangkan istilah kedokteran ke dalam bahasa orang awam, mulai mencoba untuk unjuk gigi. Jadilah banyak sekali dokter dari berbagai latar belakang keilmuan mulai menulis buku, artikel di majalah tentang kesehatan bahkan mempunyai blog sendiri yang melayani pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat luas.
Hal ini selain menambah pendapatan bagi sang dokter, ia pun menjadi terbiasa mengupas masalah kesehatan dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga ketika diundang dalam sebuah seminar atau talk show tentang kesehatan di radio maupun di televisi, sang dokter tidak lagi canggung dan bahasanya pun teratur dan mudah dipahami. Efek ini ternyata merambat ke motivasi sang dokter untuk lebih banyak menimbah ilmu dengan cara melanjutkan kuliahnya atau mengambil spesialisasi yang lebih mendalam.
Menulis itu memang memberikan dampak yang luar biasa kepada para penulisnya. Bahkan ada yang mengadakan penelitian bahwa menulis itu bisa menurunkan berat badan. Hal ini bisa dimengerti karena ketika menulis, sang penulis tidak sambil makan. Tetapi kalau sang penulis sambil makan dan yang dimakan adalah keripik atau gorengan yang kaya kalori, menulis malah akan menambah berat badan dengan sangat drastisnya. Menulis juga merupakan vitamin jiwa dan vitamin mental sehingga keseimbangan kimia antara jiwa dan raga akan terjaga. Penulis juga mempunyai beban moral agar apa yang dituliskannya juga menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Tidak heran kalau banyak orang menulis karena ketagihan dan bukan karena sebagai tuntutan dari profesinya.
Dari sekian banyak artikel kesehatan yang dicari, mungkin artikel tentang pola makan sehat menjadi salah satunya. Kenapa? Karena secara kodrat seluruh mahluk hidup tentu saja memerlukan makan. Nah, dalam artikel kesehatan kali ini pun penulis akan lebih banyak mengulas tentang pola makan sehat yang dapat menghindarkan seseorang dari berbagai macam serangan penyakit.
Artikel Kesehatan Tentang Pola Makan Sehat
Tak dapat dipungkiri, pola makan manusia dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung mengalami perubahan yang sangat signifikan. Menu makanan yang kaya akan vitamin dan zat penting untuk tubuh seolah telah diposisikan pada tingkat yang entah ke berapa dibanding dengan makanan instant yang siap saji. Masyarakat modern lebih mementingkan segi kepraktisan makanan instant daripada makanan olahan.
Mereka kira makan harus cepat, berpikir juga harus cepat, tidur juga ahrus cepat, sholat apalagi, harus cepat juga. Seolah hidup dan kehidupan modern itu ditandai dengan segala sesuatu yang serba cepat. Padahal pola hidup seperti inilah yang mendatangkan penyakit dengan cepat. Makan itu harusnya dengan kecepatan yang biasa saja. Malah harus dinikmati agar makanan bisa dicerna dengan baik dan tidak malah memberatkan kerja organ tubuh yang bertanggung jawab dalam melumatkan semua makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Makan yang perlahan dengan makanan yang sehat, tidak hanya sebagai langkah dari menjaga berat badan, tetapi juga sebagai langkah untuk merasakan rasa nikmat dan rasa syukur telah diberi rezeki makanan dan telah bisa makan dengan baik tanpa merasa sakit gara-gara ada sariawan atau ada gangguan penyakit lainnya. Suasana inilah yang akan bisa berdampak kepada kesehatan mental dan jiwa yang akhirnya juga mempengaruhi kesehatan badan.
Sholat pun harus cepat seoalh berdoa bukan merupakan satu kebutuhan. Kalau sholat itu dinikmati dan dihayati, biasanya akan berdampak pada cara pandang dan cara menikmati hidup termasuk juga cara makan. Orang yang sholatnya cepat, biasanya makannya juga cepat dan tidak ada waktu untuk benar-benar merasakan waktu berada di depan Tuhan dan waktu berada di depan makanan.
Masyarakat bukannya tidak mementingkan makan makanan dengan kandungan gizi yang dimiliki makanan olahan, namun karena mobilitas seseorang yang semakin tinggi maka hal itu pun seolah menjadi perhatian yang ke sekian. Fokus pertama orang-orang dengan mobilitas tinggi terhadap makanan adalah bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan asupan makanan untuk perutnya.
Sayangnya, mereka tidak pernah menyadari sedikit pun bahwa pola makan atau cara yang mereka lakukan itu salah besar. Mereka baru akan menyadari kesalahannya jika penyakit yang seharusnya dihindari sudah menjangkit dirinya. Mereka seolah lupa bahwa mencegah itu lebih baik dari mengobati. Lalu, bagaimana cara menjalani hidup sehat dengan pola makan yang sehat itu?
Artikel Kesehatan Membahas Hidup Sehat Dengan Makanan Nikmat
Mkanan sehat itu harus nikmat. Kalau tidak nikmat, bagaimana mau makan dengan lahap. Makan lahap bukan berarti membabibuta dan makan dengan cepat. Makan lahap itu cara makan dengan benar-benar menikmati makanan yang ada di tangan. Makan perlahan sambil benar-benar dapat merasakan rasa manis, asin, dan asam dari makanan. Inilah salah satu pola makan yang baik, seperti yang dilakukan oleh oarang Perancis.
Untuk mendapatkan cara hidup sehat dengan menerapkan pola makan sehat tidaklah sesulit yang dibayangkan. Untuk mendapatkan pola makan yang sehat, setidaknya terdapat 3 syarat yang harus seseorang penuhi. Ya hanya tiga, tidak banyak. Apa sajakah ketiga syarat tersebut? Berikut adalah uraiannya.
Perhatikan Jumlah Makanan yang Dikonsumsi
Kesehatan akan didapat jika jumlah kalori yang masuk dan jumlah energi yang dikeluarkan itu seimbang. Dengan begitu, tubuh seseorang akan selalu tampak bugar. Berbeda dengan jumlah kalori banyak yang masuk sementara jumlah energi yang dikeluarkan justru sedikit. Keadaan seperti itu sudah pasti akan mendatangkan kerugian, seperti obesitas.
Selain dalam jumlah, komposisi makanan yang kita konsumsi pun haruslah seimbang dan lengkap. Karbohidratnya sebanyak 60-70%, lemaknya sebanyak 20-25%, proteinnya sebanyak 10-15%, juga vitamin dan mineral seperti Vitamin A, B, C, D, E, K, dan Ca.
Kalau ingin berdiet tinggai protein, tidak menjadi masalah asalkan memastikan aktivitas yang dilakukan tidak akan terganggu oleh keadaan tubuh yang lapar. Tinggi protein ini memang lebih cocok dengan orang yang lebih banyak menggunakan otaknya. Kalau pun orang yang lebih banyak menggunakan fisiknya ingin diet tinggi protein, tidak menjadi masalah asalkan dipastikan diet ini tidak akan membuatnya pingsan. Memahami kebutuhan tubuh memang sangat penting sebelum memutuskan satu jenis diet.
Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi
Selain jumlah dan komposisi makanan yang harus diperhatikan, ternyata jenis makanan pun harus mendapat perhatian yang tak kalah serius. Usahakan agar setiap makanan yang dikonsumsi tersebut haruslah mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa nutrisi lainnya.
Karbohidrat dapat diperoleh dari jenis makanan beras, gandum, terigu, sayur dan buah. Protein dapat diperoleh dari jenis makanan kedelai, tempe, tahu, sapi, ayam, kerbau, kambing, dan daging lainnya. Selain itu manusia pun memerlukan lemak yang terdapat dalam kacang-kacangan, namun jangan terlalu banyak. Untuk vitamin, hampir semua bahan makanan memilikinya, jadi tidak sulit mendapatkan asupan vitamin ini.
Jadwal Makan
Hal penting lain yang harus diperhatikan dalam mendapatkan pola makan sehat adalah keteraturan atau jadwal makan. Ingat lebih baik makan sedikit tapi teratur dan sering dibanding makan banyak tapi tak teratur. Sarapan adalah satu jadwal makan yang tak boleh terlewatkan. Usahakan sebelum melakukan aktivitas kerja, tubuh telah diberi asupan makanan yang akan menopang semua aktivitas sehari-hari. Minum susu saja cukup membuat tubuh dan otak bertenaga lagi.
Itulah isi artikel kesehatan yang bisa diintip pembahasannya.

