logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Gaya Hidup Sehat    Lingkungan Kerja

Artikel Keselamatan Kerja, Prosedur Keselamatan Kerja Konstruksi


Ilustrasi artikel keselamatan kerja

Di semua belahan bumi Anda pasti akan setuju bila keselamatan adalah hal yang utama di dalam pekerjaan. Bidang kerja apapun di dunia, baik industri pertambangan, industri kimia, jasa, perdagangan, dan konstruksi;  serta pada industri yang berbasis pada industri umum maupun tradisional. Berikut ini adalah artikel keselamatan kerja yang patut Anda ketahui.

Pembangunan struktural di setiap lokasi, pada setiap tempat ataupun kota menitik beratkan pada bidang kerja konstruksi. Transportasi sebagai tulang punggung semua kegiatan sosial dan bisnis dunia pun memerlukan konstruksi sebagai pendukungnya.

Sesuai dengan tuntutan standar keselamatan kerja skala internasional, maka diciptakan prosedur keselamatan kerja konstruksi. Yang mengatur segala tahap persiapan, pelaksanaan, tindakan pencegahan serta penyelesaian atau koreksi.

Keselamatan kerja memiliki makna yang luas tidak hanya berbicara menghindari kecelakaan kerja saja, namun juga diartikan sebagai upaya untuk tetap sehat dan selamat dalam bekerja. Kesehatan dalam bekerja perlu untuk diperhatikan serius oleh berbagai pihak. Di Indonesia banyak pekerja yang merasa nyaman beraktivitas di daerah yang kurang sehat. Misalnya lingkungan kerja yang berdebu, terlalu bising, bau tidak sedap dan lain sebagainya.

Untuk menggapai pembangunan yang ideal bagi sebuah bangsa, maka peranan masyarakat dalam peningkatan perekonomian menjadi tulang punggung berjalannya sebuah pemerintahan. Sudah diketahui secara luas bila pemasukan negara paling banyak diambil dari sektor pajak, yang dipungut dari rakyat. Bayangkan bila sektor industri tidak berkembang maka kemajuan tanah air akan semakin jauh untuk dicapai.

Prinsip K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Setiap orientasi pekerjaan pasti mengandung suatu potensi bahaya. Bahaya selalu mengancam pekerja sesuai jenis pekerjaannya. Peralatan kerja yang digunakan sebagai penunjang  juga mengandung resiko bahaya. Bahan-bahan yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan juga  berpotensi bahaya. Bahkan lokasi Anda bekerja  juga tidak terlepas dari bahaya. Banyak artikel keselamatan kerja yang mengulas potensi-potensi bahaya kerja.

Bahaya ada di mana-mana dan siap mengancam pekerja. Itu sebabnya keselamatan kerja menjadi target utama bagi setiap industri usaha di dunia. Tidak mungkin produksi akan stabil atau meningkat bila sistem keselamatan diabaikan. Juga mustahil produksi berjalan sendiri tanpa keselamatan. Mustahil pula produksi mengabaikan kesehatan lingkungan dan pekerjanya.

Dari fakta demikian timbullah pemikiran yang panjang untuk menciptakan sistem keselamatan oleh para ahli keselamatan yang berasal dari segala bidang pekerjaan. Konsep yang muncul adalah Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah : analisa, standar prosedur, alat pelindung diri dan eliminasi bahaya.

Analisa bahaya dipersiapkan sebelum melakukan pekerjaan; dikenal sebagai JHA (Job Hazards Analyzed) atau JSA (Job Standard Analyzed). JHA digunakan untuk jenis kerja berlevel lebih tinggi resiko bahayanya (high risk).

Standar prosedur kerja adalah penelitian panjang terhadap langkah-langkah kerja seluruh bidang. Semisal, bidang kelistrikan, proses dan produksi, mekanikal, mesin dan mekanik, pengecatan, konstruksi, dan lain-lain. Penelitian tersebut melahirkan prosedur kerja yakni Standard Task Procedure (STP) digunakan pada prosedur keselamatan kerja konstruksi. 

Alat pelindung diri (APD) dengan istilah internasional Personal Protective Equipment (PPE) adalah hirarki terakhir dari sistim keselamatan kerja. Artinya APD alat terakhir yang dipakai sebagai pelindung keselamatan, setelah seorang pekerja mentaati  serangkaian panjang prosedur keselamatan kerja lewat JHA dan STP tadi. Ingatlah! Bahwa APD buan yang pertama tapi pelindung terakhir dalam sistem keselamatan.

Terakhir, eliminasi bahaya. Setelah sumber/penyebab bahaya diketahui maka dilakukan investigasi. Mencari sebab kecelakaan (accident) atau peristiwa (incident). Antara lain kecerobohan atau kurangnya pengetahuan pekerja, kurangnya pengawasan (leak of supervising) atau karena peralatan yang tak layak. Bisa juga tidak memadainya suatu JHA dan STP yang dipakai. Semua dugaan kecelakaan tadi harus dieliminasi setelah tahu penyebabnya.

Ijin Kerja Konstruksi

Dalam prosedur keselamatan kerja konstruksi ada beberapa jenis ijin kerja yang harus dipatuhi dan dibuat oleh para pekerja sebelum memulai pekerjaannya. Antara lain :

  1. Ijin kerja bekerja di ketinggian atau Working at Height Permit. Ijin ini dibutuhkan oleh pekerja-pekerja scaffolding/perancah bangunan yang lebih banyak bekerja di ketinggian.
  2. Ijin kerja pada tempat terbatas atau Confine Space Permit. Ijin ini diperlukan semua pekerja yang bekerja berada di tempat terbatas. Maksudnya bukan hanya sempit, juga minim ventilasi dan asupan oksigen. Bisa tempat sempit atau dalam. Atau tempat bertekanan tinggi.
  3. Ijin kerja panas atau Hot Work Permit. Digunakan semua pekerja yang melakukan pekerjaan mengelas, menggerinda, memotong, ataupun menghaluskan material logam dengan peralatan listrik. Umumnya mekanikal.
  4. Ijin kerja aman atau Safe Work Permit juga tak kalah pentingnya. SWP atau ijin kerja aman  sebagai intinya semua ijin kerja yang disebutkan tadi. Karena SWP tetap harus ada bersama ijin kerja lain yang dibutuhkan.
  5. Dan beberapa ijin-ijin kerja lainnya, seperti ijin kerja pada galian.

Seluruh Ijin-ijin kerja  harus dipersiapkan oleh pekerja, diketahui dan dicek oleh pengawas (supervisor). Lalu dicek lagi dan disetujui oleh pengawas operasional lapangan barulah mendapat ijin bekerja. Ijin kerja juga kadang disosialisasikan dalam artikel keselamatan kerja yang didistribusikan kepada para pekerja.

Kesimpulannya bahwa prosedur keselamatan kerja  benar-benar bukan hal yang main-main. Jangan pula melakukannya jalan pintas (short cut). Asosiasi Keselamatan Kerja Dunia (ASPAC) sangat mengecam segala  tindakan jalan pintas. Karena membahayakan diri sendiri  juga orang lain.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam prosedur keselamatan kerja konstruksi. Sekalipun bidang kerja Anda bukan di konstruksi namun semua prinsip dan konsep kesehatan keselamatan kerja yang ada pada prosedur keselamatan kerja konstruksi tetap berkorelasi dengan prosedur keselamatan kerja umum.

Pengenalan terhadap keselamatan kerja dapat dimulai dari pendidikan di tingkat rendah dan menengah, karena memang para pekerja di dunia industri mereka banyak yang berijazah SD, SMP dan SMA. Pengetahuan yang didapatkan di bangku sekolah tersebut menjadi bekal yang berguna bagi lulusan yang hendak terjun ke dunia kerja. Walaupun juga di setiap perusahaan mempunyai mekanisme penyuluhan tentang cara kerja yang aman dan sehat di lingkungannya. Tetapi upaya mengenalkan keselamatan kerja di dunia pendidikan tetap sangat penting bagi para pelajar.

Pengenalan simbol-simbol K3 harus diberikan kepada para pekerja di dunia industri, memahami kondisi sebuah area kerja lewat simbol merupakan cara cepat untuk memperingatkan seseorang. Sayangnya banyak pekerja dan karyawan yang abai terhadap simbol-simbol K3, hasilnya mereka akan mengalami kecelakaan kerja atau terganggu kesehatan badannya.

Pengawasan dari pihak manajerial di berbagai perusahaan yang ada di tanah air perlu untuk ditingkatkan. Keselamatan karyawan menjadi salah satu aset berharga untuk membangun sebuah lingkungan kerja yang nyaman dan akrab. Tentu berbeda dengan lingkungan kerja yang sering terjadi kecelakaan akan membuat setiap karyawan was-was setiap kali berangkat kerja. Peran dari dinas terkait juga harus diperhatikan serius, survei yang diadakan jangan hanya sebagai daftar tugas semata namun lebih dari itu, nyawa dan keselamatan pekerja dipertaruhkan dalam penilaian K3 di perusahaan.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Berbagai Jenis Alat Alat Keselamatan Kerja
  • Menjaga Keselamatan Kerja di Dapur
  • Membuat Makalah Keselamatan Kerja
  • Keselamatan Kerja Listrik bagi Pekerja
  • Pentingnya Perencanaan dalam Manajemen Keselamatan Kerja
  • Simbol Keselamatan Kerja Pekerjaan Konstruksi
  • Keselamatan Kerja Dalam Menggunakan Komputer
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam TIK
  • Hirarki Pengendalian Kecelakaan Kerja
  • Tips Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Menggunakan Komputer
  • Pentingnya Tanda Tanda Keselamatan Kerja di Lingkungan Kerja
  • Pemahaman Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pabrik
  • Tujuan Keselamatan Kerja dalam Lingkungan Kerja
  • Memahami Panduan Keselamatan Kerja
  • Keselamatan Kerja dalam Merakit Komputer
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA