Artikel Lingkungan Hidup Tentang Toksiologi Senyawa Logam
Ilustrasi artikel lingkungan hidup
Berbagai macam artikel lingkungan hidup banyak membahas mengenai pencemaran yang kita kenal seperti pencemaran limbah organik, polusi termal, dan pencemaran bahan kimia toksin. Di antara pencemaran lingkungan tersebut terdapat pula pencemaran inorganic logam yang merupakan bahan pencemar kimia yang sangat membahayakan.
Berbagai macam logam yang berbahaya bagi lingkungan di antaranya: Arsen (As), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Timbal (Pb), Alumunium (Al), Kromium (Cr), dan beberapa jenis logam esensial lain, seperti Seng (Zn) dan tembaga (Cu).
Logam digunakan pada suhu yang tinggi sehingga penyebarannya terjadi di lingkungan dan udara. Penggunaan logam yang paling berbahaya adalah Arsen, Merkuri, Kadmium, dan timbal, karena emisi logam tersebut dalam suhu yang tinggi akan merusak siklus biogeokimiawi sistem tata kehidupan manusia dan alam.
Definisi Lingkungan Hidup
Dalam artikel lingkungan hidup ini, terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai apa itu yang dimaksud dengan lingkungan hidup. Lingkungan hiduo adalah segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kehidupan semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Makhluk hidup yang dimaksud bukan hanya manusia, tumbuhan, dan hewan, tapi juga seluruh elemen pembentuk lingkungan hidup.
Hal tersebut berarti pula bahwa manusia memiliki keterikatan yang saling berhubungan dengan makhluk lainnya, begitu juga sebaliknya. Jika salah satu elemen lingkungan hidup terganggu, maka kehidupan seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini pun akan ikut terganggu.
Misalnya saja, apabila dalam suatu lingkungan hidup terdapat binatang pemakan serangga, maka akan ada pula tumbuhan yang dimakan oleh serangga atau yang buah dan bunganya bisa menghasilkan sesuatu karena serangga tersebut. jika serangga itu punah, maka tumbuhan tersebut tidak akan bisa menghasilkan madu.
Dengan begitu, secara tidak langsung kehidupan kecil makhluk hidup sudah terganggu. Apalagi jika yang sudah terganggu itu adalah hewan dan tumbuhan yang berhubungan dengan kepentingan dan kebutuhan hidup manusia.
Jika manusia memanfaatkan air tidak sesuai dengan kebutuhan, maka kehidupan makhluk lain seperti hewan ternak dan tumbuhan pun akan terganggu sehingga ke depannya, manusia tidak bisa mendapatkan pemenuhan kebutuhan pangan dari kedua jenis makhluk hidup tersebut.
Elemen Pembentuk Lingkungan Hidup
Berbagai inovasi dalam dunia telah dilakukan manusia sejak dulu, bahkan sekarang ini begitu banyak teknologi yang telah dibuat dan dicapai manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan manusia dengan cara yang cepat dan mudah.
Sayangnya, inovasi yang dibuat oleh manusia juga tidak selamanya memberikan keuntungan terhadap lingkungan hidup. Bahkan dewasa ini, banyak ditemukan limbah yang berasal dari pabrik dan berbagai industri yang bisa mengancam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk lain yang hidup di sekitarnya.
Hal tersebut bukannya menjadi sesuatu yang berimbas baik dalam meningkatkan kualitas hidup makhluk di muka bumi, melainkan menurunkan kualitas hidup mereka karena dampak buruk yang justru ditimbulkan akibat adanya perkembangan teknologi yang dilakukan tersebut.
Lingkungan tempat makhluk hidup berinteraksi semakin sempit karena berbagai alasan teknologi yang membuat lahan-lahan pertanian terusik, begitu juga ladang yang biasanya digunakan untuk beternak pun menjadi semakin berkurang. Akibatnya, tumbuhan yang bisa memberikan oksigen semakin sedikit dan manusia pun semakin sulit untuk bisa bernapas.
Tidak hanya itu, manusia sendiri pun bahkan sulit untuk mendapatkan tempat tinggal yang berkualitas dan layak huni, bahkan tidak sedikit dari kita yang kekurangan air untuk bisa memasak, mandi, dan melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Elemen penting yang perlu dijaga oleh manusia bukan hanya diri mereka sendiri, tapi juga unsur-unsur yang membentuk lingkungan hidup, seperti halnya elemen hayati yang bergerak dalam kehidupan, elemen sosial yang menyusun bagaimana makhluk hidup saling berinteraksi satu sama lain, serta elemen fisik yang menjadikan makhluk hidup lebih mudah bergerak.
Kontaminasi Logam dalam Air
Kondisi saat ini banyak air tawar maupun air laut yang terkontiminasi logam berat, baik yang bersifat toksik maupun esensial. Sumber pencemaran air bisa terjadi dari pertambangan, peleburan logam atau jenis industri lainnya. Pencemaran air juga bisa terjadi karena pertanian yang menggunakan pupuk yang mengandung logam.
Adapun tujuan utama untuk mengetahui konsentrasi logam dalam lingkungan perairan adalah:
• Untuk mengetahui konsentrasi yang tinggi pada hewan laut baik ikan tawar maupun ikan laut. Hal ini bisa mencegah terjadinya toksistansi kronis maupun akut pada orang yang memakannya.
• Untuk mengetahui konsentrasi yang tinggi dalam air dan sedimen yang dapat digunakan untuk memonitor kualitas air, yang bisa jadi digunakan untuk irigasi, maupun untuk kebutuhan sehari-hari manusia.
Siklus Biogeokimia Logam Berat dalam Lingkungan Perairan
Menurut Hart dan Lake (1987) ada empat kompartemen yang terlihat dalam siklus biogeokimia logam dalam air, yaitu:
• Kompartemen logam yang terlarut adalah ion logam bebas, kompleks, dan koloidal ikatan senyawanya.
• Kompartemen partikel abiotik, terdiri atas bahan kimia organik dan inorganik.
• Kompartemen partikel biotik, terdiri atas fitoplankton dan bakteri di dalam laut dangkal dan laut dalam, daerah pantai, serta muara sungai yang menempel pada tanaman.
Untuk mengetahui perpindahan logam berat ke lingkungan perairan perlu mengetahui beberapa hal, sebagai berikut.
• Bentuk fisika-kimia dari logam yang terdapat dalam setiap kompartemen.
• Proses yang menstrimuli terjadinya transportasi logam dalam proses tersebut.
• Proses perpindahan logam dalam suatu kompartemen ke kompartemen lainnya.
• Kejadian pada waktu logam berat berinteraksi dengan biota air.
Sifat, tingkah laku logam dalam lingkungan perairan sangat bergantung pada karakterisasi logam yang biasa disebut spesiasi logam. Spesiasi logam akan mempengaruhi hadirnya logam dalam jaringan biologi (biovailability) dan toksisitasnya terhadap biota, transportasi dan mobilisasi, serta interaksi dengan tanah. Ikatan logam berat dalam suatu bentuk senyawa kimiawi di dalam air sangat berbeda-beda tergantung pada jenis airnya.
Sumber Daya Alam dalam Lingkungan Hidup
Berbagai hal lain yang perlu diketahui untuk bisa melakukan pelestarian lingkungan hidup adalah memperhatikan segala macam sumber daya alam yang dihasilkan oleh bumi dan isinya.
Sumber daya alam tersebut bisa dibagi menjadi beberapa bagian, yakni sumber daya alami dan sumber daya buatan. Sumber daya alami adalah sumber daya alam yang memang tercipta dari alam, sedangkan sumber daya buatan apa yang diciptakan oleh manusia dan bisa digunakan dalam kehidupan dengan mengembangkan sumber daya alami tersebut.
Dalam sumber daya alami, terdapat istilah sumber daya energi, yaitu sumber daya alam yang energinya dapat dipergunakan oleh manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, seperti minyak bumi, gas, dan lain sebagainya.
Sementara itu, ada pula yang disebut dengan sumber daya materi, yakni sumber daya alam yang materinya diambil untuk dipergunakan bagi kebutuhan manusia, seperti halnya kulit kayu, bulu binatang, dan kepompong sutra.
Yang terakhir tentu saja makhluk hidup itu sendiri yang bisa memberikan manfaat kepada manusia untuk memenuhi kebutuhan, seperti halnya pemenuhan gizi yang bisa didapat dari tumbuhan dan hewan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berbagai macam perilaku manusia yang merusak alam, tidak hanya akan berdampak negatif terhadap kerusakan alamnya saja, tapi juga sangat berdampak buruk terhadap kehidupan diri mereka sendiri. Yuk kita jaga lingkungan hidup kita!

