Artikel Pencemaran Udara - Dampak Pencemaran Udara
Ilustrasi artikel pencemaran udara
Topik dan tema pemanasan global telah banyak dibahas di berbagai kesempatan. Termasuk tentang artikel pencemaran udara yang saat ini banyak dibuat. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan kita dari kerusakan.
Berbagai artikel pencemaran udara dipublikasikan dalam berbagai media dengan berbagai macam alasan. Akan tetapi, alasan utama yang dibuat para penulis artikel tersebut tentu saja untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar kita.
Berbagai artikel pencemaran udara tersebut juga biasanya memuat berbagai dampak buruk akibat pencemaran udara sehingga pembaca mampu melihat langsung gambar yang diliput oleh para reporter dan wartawan yang menyajikan tema itu.
Bahkan beberapa waktu yang lalu, salah satu radio yang terdapat di kota Bandung memberikan informasi mengenai pencemaran udara yang telah mengakibatkan udara di kota kembang tersebut menjadi sangat minim oksigen.
Dari satu tahun yang dilalui masyarakat kota Bandung, hanya ada 52 hari yang udaranya benar-benar nyaman dan bersih untuk dihirup masyarakat di kota tersebut. Hal ini tentu saja membuat kota Bandung tidak lagi bisa dianggap sebagai kota yang hijau.
Kota yang dulu sering dijuluki kota hijau nan rapi ini malah menjadi tempat yang tidak mampu memberikan udara yang bersih bagi masyarakat penduduknya. Oleh karena itulah, berbagai artikel pencemaran udara sering kali muncul di berbagai media massa untuk sekadar mengingatkan masyarakat tersebut khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan hidup.
Ketersediaan udara yang kini sudah sangat minim tentu saja perlu diperhatikan karena tanpa udara, tentu saja kita tidak akan bisa mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia.
Partikel yang sangat penting bagi kehidupan manusia tersebut tidak akan bisa didapatkan dengan mudah apabila seluruh alam sudah mengalami kerusakan. Apalagi yang kita temukan saat ini adalah limbah pabrik dan berbagai macam partikel kimia yang berpotensi menjadikan udara terpolusi dengan cepat.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak pencemaran udara tersebut? Jika kita semua masih peduli dengan lingkungan hidup yang kita tinggali, mulailah aplikasikan hidup serba hijau dalam keseharian kita.
Artikel pencemaran udara yang sedang Anda baca ini memuat segala hal yang berhubungan dengan partikel penting dalam kehidupan kita itu, beserta cara yang tepat untuk bisa menanggulangi polusi udara yang saat ini sudah mewabah di lingkungan kita.
Siapkah anda untuk membaca artikel pencemaran udara ini sampai selesai?
Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara banyak terjadi di kota-kota besar akibat adanya emisi gas buangan dari kendaraan bermotor, asap rokok, dan asap-asap dapur serta cerobong-cerobong industri. Di pedesaan, terjadinya pencemaran udara biasanya disebabkan oleh pembakaran sampah hingga pembakaran hutan untuk dijadikan areal pertanian.
Hal ini kerap menjadi perhatian masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, namun kerap dilupakan kembali, karena tiada daya dan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah 'budaya pembuangan' yang menimbulkan asap dan polusi sehari-hari itu.
Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya banyak menyumbang partikel debu berisi zat-zat yang dapat berbahaya bagi tubuh, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga kanker paru-paru. Pada tahun 90-an, Jakarta menjadi pusat perhatian dunia akibat sanitasi dan lingkungan kotanya yang sangat kotor.
Program penanggulangan yang dilakukan pemerintah tidak mungkin berhasil jika tanpa kerja sama dan kesadaran dari masyarakatnya. Kita perlu melek terhadap apa yang bisa terjadi setiap tahunnya akibat pencemaran udara yang keseluruhannya ditimbulkan oleh perilaku yang membudaya dari masyarakat tanpa terkecuali.
Penyebab pencemaran udara sebenarnya lebih diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bisa menjaga kesehatan lingkungan hidup dengan baik. Semua orang berlomba-lomba untuk menjadi kaya dan puas akan kesenangan pribadi mereka tanpa memikirkan dampak buruk yang ditimbulkan dari tingkah laku mereka tersebut.
Para pengusaha dan pemilik pabrik dengan mudahnya membuang sampah pabrik berupa gas ke udara bebas tanpa melakukan penyaringan terlebih dahulu sehingga emisi karbon yang ditimbulkannya sangat berpengaruh terhadap menipisnya lapisan ozon yang ada di ruang atmosfer bumi kita.
Dalam artikel pencemaran udara kali ini, hal yang paling menjadi sorotan dan dianggap sebagai penyebab utama dari terpolusinya udara bersih di lingkungan kita adalah limbah gas industri.
Berbagai industri yang didirikan tidak lagi memikirkan kelangsungan hidup masyarakat banyak, melainkan hanya berpikir mengenai keuntungan pribadi semata.oleh sebab itu, adanya imbauan dan sanksi yang tegas dari pemerintah merupakan harapan yang besar dari masyarakat kecil untuk bisa direalisasikan dalam tindakan hukum di Indonesia.
Selain itu, ada juga penyebab lain yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan masyarakat Indonesia. Kurangnya pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran masyarakat akan kebersihan udara menjadikan mereka seenaknya membuang gas beracun dalam rokok di lingkungan bebas.
Kendati sudah ada larangan untuk tidak merokok di tempat umum, namun tidak sedikit orang yang hanya menganggap imbauan tersebut sebagai angin lalu. Para pengguna jalan umum masih sewenang-wenang mengeluarkan asap rokok yang mereka hirup di jalanan.
Tidak ada pemikiran yang panjang dari mereka mengenai bahaya yang nantinya akan muncul dan menghancurkan kelangsungan hidup seluruh umat manusia dan makhluk hidup lainnya.
Dampak yang Mengancam Kesehatan
Ancaman berbagai macam penyakit terus mengintai. Risiko kanker darah banyak ditemukan pada pasien yang berdomisili di kota-kota besar dengan polusi udara yang menyedihkan. Ini membuktikan parahnya perilaku warga dan buruknya penanganan pencegahan serta penanggulangan pencemaran udara di negara kita.
Sumber polusi udara seperti gas buangan kendaraan bermotor menyumbang sekitar 70 persen, cerobong asap pabrik menyumbang sekitar 15 persen, dan sisanya berasal dari asap rumah tangga, pembakaran sampah dan hutan.
Polutan udara yang terdapat di dalam sumber polusi tersebut di antaranya hidrokarbon, jelaga dari asap, nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan partikel debu lainnya. Semua polutan udara tersebut dapat mengendap dalam saluran pernapasan makhluk hidup terutama manusia yang akhirnya berada dalam paru-paru dan mempengaruhi kerja sistemnya.
Paru-paru yang berhubungan dengan darah juga dapat mengantarkan partikel polutan tersebut hingga ke sistem aliran darah. Orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan mudah terinfeksi, seperti penderita penyakit tertentu, asma, jantung dan diabetes. Anak-anak pun sangat rentan terkena infeksi. Selain infeksi di dalam tubuh, pencemaran udara juga menimbulkan berbagai macam iritasi pada mata dan kulit.
Oleh sebab itu, artikel pencemaran udara ini akan membahas lebih lanjut mengenai tips yang bisa dilakukan agar kita senantiasa hidup sehat dan tidak merugikan banyak orang dengan memberikan sumbangan berupa polusi ke udara bebas.
Tips Menjaga Kesehatan
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, artikel pencemaran udara kali ini akan membahas bagaimana cara hidup yang sehat agar senantiasa terhindar dari polusi udara yang bahkan mengancam nyawa kita sendiri.
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan manusia secara sederhana, di antaranya tips berikut ini.
- Usahakan berolah raga sepagi mungkin agar masih bisa mendapatkan udara yang lebih bersih ketimbang udara di atas pukul 8 pagi.
- Selalu gunakan masker bila bepergian dengan kendaraan umum.
- Minum air putih yang cukup dan makan-makanan yang sehat dan bergizi ditambah buah.
- Hindari berada di lingkungan yang terlalu banyak asap seperti kendaraan bermotor dan asap rokok.
- Jangan merokok.
- Usahakan untuk membersihkan rumah dan lingkungan secara teratur, ajak warga sekitar untuk mendukung aksi Anda ini.
- Jika tidak ada barang elektronik yang perlu di-charge, copotlah kabel charger agar tidak membuang gas karbon secara sia-sia.
Dengan tips di atas, semoga kita bisa sedikit memberikan perubahan kepada kehidupan di sekitar kita agar udara yang dihasilkan tidak lagi semakin tercemar. Mulailah hidup sehat dari sekarang, dari diri sendiri, dan dimulai dari hal yang kecil.
Ibarat pepatah mengatakan bahwa sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, maka dengan melakukan sedikit perubahan, niscaya aka nada perubahan besar yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, artikel pencemaran udara ini juga merupakan salah satu usaha untuk saling mengingatkan antarumat manusia agar senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan melakukan hal-hal positif, serta menghindari perilaku negative yang berpotensi merusakkan kondisi alam sekitar kita ini.

